Ice cream pasti menjadi makanan favorit siapa saja, terutama anak-anak. Tetapi, makanan ini diam-diam menimbulkan banyak problem bagi sebagian penikmatnya. Misalnya, ada orang yang jadi sakit kepala saat merasakan sensasi dingin dari ice cream. Ada juga yang tenggorokan jadi perih setelah makan ice cream. Atau, masih ingat ketika ibu Anda melarang Anda makan ice cream dan mengatakan, "Jangan makan es dulu ya, kamu kan lagi batuk?"
Benarkah ice cream adalah penyebab itu semua? Apa saja fenomena yang ditimbulkan oleh ice cream?
Sakit kepala dan tenggorokan perih
Sebuah edisi Harvard Women's Health Watch tahun 2009 pernah menjelaskan bahwa suhu dingin menyebabkan tekanan darah mengerut, dan cepat membesar kembali. Reseptor nyeri di dekatnya lalu akan memicu saraf trigeminal sebagai sinyal rasa sakit. Salah satu cara untuk memulihkan rasa sakit itu adalah dengan melengkungkan lidah, lalu menekannya di langit-langit mulut. Atau, makan saja perlahan-lahan.
Bila Anda jadi terbatuk-batuk setelah makan ice cream (atau minuman dingin lainnya), kemungkinan hal ini disebabkan oleh perubahan suhu yang ditimbulkan. Akibatnya, saluran pernafasan jadi teriritasi. Kemungkinan lainnya, karena produk olahan susu biasanya mempengaruhi air lius, dan hal ini bisa menyebabkan lendir yang kental, yang bisa mengiritasi bagian belakang tenggorokan. Saat itulah Anda merasa ingin batuk.
Namun, kebalikan dari apa yang Anda kira, menurut para dokter anak ice cream ternyata bisa mengurangi nyeri pada tenggorokan. Namun perlu diketahui lebih dulu, apakah radang tenggorokan tersebut disebabkan oleh infeksi virus, atau infeksi bakteri? Jika penyebabnya infeksi virus, rasa nyeri itu akan hilang dengan sendirinya. Sedangkan bila infeksi bakteri penyebabnya, Anda butuh antibiotik untuk menyembuhkannya.
Nah, menurut Russell Steele, MD, profesor dan wakil ketua Department of Pediatrics di Louisiana State University School of Medicine, New Orleans, bila yang Anda alami adalah radang akibat infeksi virus, ice cream bekerja lebih baik daripada makanan apa pun untuk meredakan nyeri tersebut.
Seringkali, radang tenggorokan terjadi karena sistem kekebalan Anda sedang terganggu. Pada saat seperti ini, Anda perlu makan makanan yang baru dimasak, makanan bergizi yang akan memberikan Anda kekuatan untuk memerangi infeksi tersebut. Anda juga perlu menghindari makanan yang bisa mengiritasi tenggorokan, seperti cokelat atau permen (saat ditelan). Begitu juga makanan yang asam seperti jus lemon, jus cranberry, atau acar timun. Kadang-kadang, makanan pedas juga berguna, berkat kandungan capcaisin-nya. Namun, efeknya pada setiap orang berbeda. Anda bisa saja kurang cocok dengan makanan pedas.
Makanan yang disarankan adalah yang lunak, seperti sup ayam, dan tentunya ice cream tadi. Lucinda Halstead, MD, asisten profesor di Department of Otolaryngology and Communicative Sciences di Medical University of South Carolina in Charleston, menyarankan untuk mendiamkan dulu ice cream dalam suhu ruangan beberapa menit sebelum menyajikannya.
"Apa pun yang terlalu dingin, bisa tidak nyaman ketika ditelan," katanya. Kecuali, bila Anda atau si kecil bisa mentoleransi rasa dingin tersebut.
Sumber : Shine- kesehatan.kompas.com
Lihat juga:
Dim Sum
Tampilkan postingan dengan label ice cream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ice cream. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
5 Ice cream terlezat dan favorit di Amerika
Siapa yang tidak suka penganan yang satu ini? Hampir seluruh orang di dunia menyukai Ice cream. Rasanya yang beraneka ragam, kelembutan teksturnya serta dinginnya yang memikat lidah. Berikut ada beberapa ice cream yang dinyatakan sebagai ice cream terlezat di Amerika, seperti dikutip dari Forbes.
*Graeter's, Cincinnati, Ohio
Oprah Winfrey dan Sarah Jessica Parker memfavoritkan ice cream yang dijual di sini. Ice cream - nya dibuat sebanyak 2 galon dalam sekali proses pendinginan lalu diputar dalam tangki, coklat cair kemudian dituang untuk menghasilkan coklat chip beku raksasa yang akan membuat Anda ketagihan begitu Anda mencobanya.
* Ciao Bella Gelato, New York
Yang menarik di sini adalah Anda bisa memperoleh gelato lezat pada sebuah toko mungil di kota besar seperti New York. Rasa jahe, jeruk sitrun, limau dengan taburan kracker dan hazelnut biscotti. Ciao Bella juga menawarkan sorbet aneka rasa seperti soft chocolate chunk gelato dan pineapple tangerine rum.
* Margie's Candies, Chicago
Setengah berupa toko permen, setengah lagi toko ice cream, Margie's Candies beroperasi sejak 1921. Cicipilah rasa produknya dan Anda akan mengerti mengapa orang memfavoritkannya sejak 80 tahun silam! Selain es dan permen, tempat ini juga menjual milkshakes, rootbeer floats, dan ice cream sundae jumbo.
* Capogiro Gelato, Philadelphia
Kemurnian dan kekuatan rasa yang menjadikan ice cream - nya memiliki daya saing. Tempat ini resmi buka Desember 2002 lalu. Hasil kebun sendiri menjadi pilihan utama sebagai bahan dasar pembuat esnya. Selain rasa klasik, inovasi rasa baru mereka juga tak kalah bersaing seperti Rosemary Honey Goat's Milk, Mascarpone and Fig, dan Honey Cumin Gelato.
* Glacier Ice Cream, Boulder, Colo
Tempat ini selalu memiliki inovasi rasa baru hampir dalam tiap bulannya. Selain ice cream, ada gelato, sorbet, sundae, smoothies dan milkshakes sebagai alternatif di tempat ini. Rasa es yang paling digemari adalah coffee caramel crunch, Death by Chocolate, pralines dengan krim. (forbes/meg)
Sumber : kapanlagi.com
Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally
*Graeter's, Cincinnati, Ohio
Oprah Winfrey dan Sarah Jessica Parker memfavoritkan ice cream yang dijual di sini. Ice cream - nya dibuat sebanyak 2 galon dalam sekali proses pendinginan lalu diputar dalam tangki, coklat cair kemudian dituang untuk menghasilkan coklat chip beku raksasa yang akan membuat Anda ketagihan begitu Anda mencobanya.
* Ciao Bella Gelato, New York
Yang menarik di sini adalah Anda bisa memperoleh gelato lezat pada sebuah toko mungil di kota besar seperti New York. Rasa jahe, jeruk sitrun, limau dengan taburan kracker dan hazelnut biscotti. Ciao Bella juga menawarkan sorbet aneka rasa seperti soft chocolate chunk gelato dan pineapple tangerine rum.
* Margie's Candies, Chicago
Setengah berupa toko permen, setengah lagi toko ice cream, Margie's Candies beroperasi sejak 1921. Cicipilah rasa produknya dan Anda akan mengerti mengapa orang memfavoritkannya sejak 80 tahun silam! Selain es dan permen, tempat ini juga menjual milkshakes, rootbeer floats, dan ice cream sundae jumbo.
* Capogiro Gelato, Philadelphia
Kemurnian dan kekuatan rasa yang menjadikan ice cream - nya memiliki daya saing. Tempat ini resmi buka Desember 2002 lalu. Hasil kebun sendiri menjadi pilihan utama sebagai bahan dasar pembuat esnya. Selain rasa klasik, inovasi rasa baru mereka juga tak kalah bersaing seperti Rosemary Honey Goat's Milk, Mascarpone and Fig, dan Honey Cumin Gelato.
* Glacier Ice Cream, Boulder, Colo
Tempat ini selalu memiliki inovasi rasa baru hampir dalam tiap bulannya. Selain ice cream, ada gelato, sorbet, sundae, smoothies dan milkshakes sebagai alternatif di tempat ini. Rasa es yang paling digemari adalah coffee caramel crunch, Death by Chocolate, pralines dengan krim. (forbes/meg)
Sumber : kapanlagi.com
Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally
Senin, 29 November 2010
Ayo kita Makan Ice cream
Sudah pernah makan Ice cream ? Pasti sebagian besar sudah pernah kan ya ? Tetapi tahukah anda asal mula ice cream yang lezat itu ? Ice cream sudah dimulai sejak 3.000 tahun lalu. Para kaisar China adalah orang-orang pertama yang beruntung mencicipi ice cream salju. Koki mereka mengambil salju dan es dari pegunungan. Mencampurnya dengan buah-buahan, anggur, dan madu. Kemudian menghidangkannya sebagai makanan ringan untuk para kaisar. Ada pula cerita yang mengatakan bahwa bangsa Italia yang menciptakan ice cream. Tahun 62 Masehi, dikisahkan Kaisar Nero mengirimkan budak-budaknya ke pegunungan untuk membawa salju dan es. Koki-koki Nero juga mencampur es dan salju tersebut dengan buah-buahan dan madu.
Untuk resep ice cream, ada juga beberapa kisah yang mewakilinya :
1. Tahun 1295, Marco Polo, kembali dari China. Dia membawa resep baru tentang cara membuat ice cream salju. Dalam resepnya tertulis cara mencampur susu yak ke dalam salju. Sejak saat itu orang-orang kaya di Italia mulai menikmati susu beku.
2. Tahun 1533, Catherine de Medici dari Florence, Italia menjadi Ratu Perancis. Salah satu yang dibawanya ke Perancis adalah resep membuat susu beku. Tidak lama kemudian, semua koki di Perancis membuat makanan ringan itu. Salah satu koki Perancis membuka toko untuk menjualnya. Dia koki pertama yang menambahkan berbagai rasa seperti coklat dan stroberi ke dalam susu beku.
3. Ketika Charles I dari Inggris mengunjungi Perancis tahun 1600 an, dia disuguhi susu beku. Saking sukanya, Charles I meminta koki Perancis menjual resep susu beku padanya. Sejak resep ada di tangan raja Inggris, semua orang-orang kaya di situ pun mulai menikmati hidangan penutup yang enak itu.
4. Tahun 1700, Gubernur Bladen dari Maryland, asal Inggris, menghidangkan ice cream kepada para tamunya. Tujuh puluh enam tahun kemudian, toko ice cream pertama di Amerika Serikat dibuka. Lokasinya di Kota New York.
Wow, menarik juga petualangan ice cream sampai menjadi lebih lezat dan terkenal ya. Saya bukan penggemar berat ice cream, tetapi saya cukup menikmati ice cream yang memiliki rasa coklat dan kepingan – kepingan coklat di dalamnya, itulah ice cream favorit saya. Bagaimana dengan anda ?
Sumber : www.kidnesia.com - Joanna-citrawanita.com
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
Untuk resep ice cream, ada juga beberapa kisah yang mewakilinya :
1. Tahun 1295, Marco Polo, kembali dari China. Dia membawa resep baru tentang cara membuat ice cream salju. Dalam resepnya tertulis cara mencampur susu yak ke dalam salju. Sejak saat itu orang-orang kaya di Italia mulai menikmati susu beku.
2. Tahun 1533, Catherine de Medici dari Florence, Italia menjadi Ratu Perancis. Salah satu yang dibawanya ke Perancis adalah resep membuat susu beku. Tidak lama kemudian, semua koki di Perancis membuat makanan ringan itu. Salah satu koki Perancis membuka toko untuk menjualnya. Dia koki pertama yang menambahkan berbagai rasa seperti coklat dan stroberi ke dalam susu beku.
3. Ketika Charles I dari Inggris mengunjungi Perancis tahun 1600 an, dia disuguhi susu beku. Saking sukanya, Charles I meminta koki Perancis menjual resep susu beku padanya. Sejak resep ada di tangan raja Inggris, semua orang-orang kaya di situ pun mulai menikmati hidangan penutup yang enak itu.
4. Tahun 1700, Gubernur Bladen dari Maryland, asal Inggris, menghidangkan ice cream kepada para tamunya. Tujuh puluh enam tahun kemudian, toko ice cream pertama di Amerika Serikat dibuka. Lokasinya di Kota New York.
Wow, menarik juga petualangan ice cream sampai menjadi lebih lezat dan terkenal ya. Saya bukan penggemar berat ice cream, tetapi saya cukup menikmati ice cream yang memiliki rasa coklat dan kepingan – kepingan coklat di dalamnya, itulah ice cream favorit saya. Bagaimana dengan anda ?
Sumber : www.kidnesia.com - Joanna-citrawanita.com
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
Minggu, 28 November 2010
Alat Ice cream
Suka makan Ice cream? Sudah pernah mencoba membuat sendiri di rumah? Jika ingin membuatnya sendiri, alat ini bisa jadi alat yang Anda cari. Tidak hanya bisa membuat Ice cream secara cepat dan praktis tapi juga bisa digunakan untuk membuat fro-yo. Penasaran?
Siapa yang tidak suka dengan Ice cream? Dessert dingin dengan tekstur yang lembut dengan rasa yang manis selalu saja jadi favorit semua orang. Begitu juga dengan frozen yoghurt atau yang lebih populer dengan istilah fro-yo. Berbagai macam gerai Ice cream dan juga fro-yo bermunculan di Jakarta.
Jika Anda ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, kenapa tidak? Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice cream Maker akan membantu Anda membuat Ice cream dan juga fro-yo yang enak untuk keluarga di rumah. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice cream Maker adalah alat yang terdiri dari compressor-freezer. Sehingga Ice cream bisa langsung dikonsumsi setelah diproses.
Tidak perlu menunggu Ice cream hingga jadi di dalam freezer, karena Ice cream sudah bisa langsung dihidangkan. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice Cream Maker tidak hanya bisa digunakan untuk membuat Ice cream saja. Tapi juga bisa digunakan untuk membuat frozen yoghurt atau fro-yo, sorbet, smoothies, dan juga minuman dingin lainnya.
Jika ingin menambahkan rasa yang segar, bisa Anda padukan dengan potongan buah-buahan sehingga mendapatkan hasil yang sluurrp, yummy! Cara menggunakan alat ini pun cukup mudah. Cukup dengan memasukkan semua bahan ke dalam alat ini kemudian nyalakan alat ini, dan cukup dengan waktu singkat Ice cream pun siap untuk dihidangkan. Cukup mudah bukan?
Alat ini didesain dengan sangat cantik dan elegan, cocok untuk mempercantik dapur Anda. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice Cream Maker bisa di peroleh dengan harga Rp 5.650.000,- di departement store di Jakarta atau langsung ke Kitchenart Showroom, Central Park Mall lantai 2, #208-209. Jl. S.Parman, Jakarta Barat.
Nah, tunggu apalagi? Jika Anda memang penggila Ice cream, alat ini bisa jadi teman yang asyik saat santai ataupun saat ada acara keluarga di rumah. (eka/Odi)
Sumber : Eka Septia Wulan - detikFood
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
Siapa yang tidak suka dengan Ice cream? Dessert dingin dengan tekstur yang lembut dengan rasa yang manis selalu saja jadi favorit semua orang. Begitu juga dengan frozen yoghurt atau yang lebih populer dengan istilah fro-yo. Berbagai macam gerai Ice cream dan juga fro-yo bermunculan di Jakarta.
Jika Anda ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, kenapa tidak? Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice cream Maker akan membantu Anda membuat Ice cream dan juga fro-yo yang enak untuk keluarga di rumah. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice cream Maker adalah alat yang terdiri dari compressor-freezer. Sehingga Ice cream bisa langsung dikonsumsi setelah diproses.
Tidak perlu menunggu Ice cream hingga jadi di dalam freezer, karena Ice cream sudah bisa langsung dihidangkan. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice Cream Maker tidak hanya bisa digunakan untuk membuat Ice cream saja. Tapi juga bisa digunakan untuk membuat frozen yoghurt atau fro-yo, sorbet, smoothies, dan juga minuman dingin lainnya.
Jika ingin menambahkan rasa yang segar, bisa Anda padukan dengan potongan buah-buahan sehingga mendapatkan hasil yang sluurrp, yummy! Cara menggunakan alat ini pun cukup mudah. Cukup dengan memasukkan semua bahan ke dalam alat ini kemudian nyalakan alat ini, dan cukup dengan waktu singkat Ice cream pun siap untuk dihidangkan. Cukup mudah bukan?
Alat ini didesain dengan sangat cantik dan elegan, cocok untuk mempercantik dapur Anda. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice Cream Maker bisa di peroleh dengan harga Rp 5.650.000,- di departement store di Jakarta atau langsung ke Kitchenart Showroom, Central Park Mall lantai 2, #208-209. Jl. S.Parman, Jakarta Barat.
Nah, tunggu apalagi? Jika Anda memang penggila Ice cream, alat ini bisa jadi teman yang asyik saat santai ataupun saat ada acara keluarga di rumah. (eka/Odi)
Sumber : Eka Septia Wulan - detikFood
Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally
Kamis, 25 November 2010
Fried Ice cream from Bogor
Delicious fried Ice cream - known as the city of Bogor city culinary tour. No wonder that many restaurants are popping up to offer a different menu with an evocative sense of taste. One of them is on the road Shop Nu Teteh Pandavas Raya no.1 A, North Bogor District.
Restaurant that stood on 20 February 2005 offers another mainstay of the menu, fried ice cream. The price is quite affordable Rp8.000 per serving. "Ice cream is most interested visitors. Usually the meal is always ordered fried Ice cream, "said owner Nu Teteh Cafes, Rina Agustina.
According to him, can spend one week in five gallons of Ice cream per week, or 80 pieces in one day. Interested in the ice because Ice cream is still rare and cooking can be said is the only place in Bogor that sells unique menu. "Yes, besides that, also because it's unique and different," he said.
According to Rina, fried Ice cream is very interested visitors, especially young people, such as middle and high school students that every day can be found at the diner. Visitors also come from the employees around as well as consumers from Greater Jakarta.
Mom who likes to read the book also adds, if he deliberately offers a menu of fried Ice cream because Rina look for areas of Bogor in particular there is no menu. "Yes, quite a large community anemo turned towards this food," added Rice. (FDY)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Hanamasa
Sushi
Restaurant that stood on 20 February 2005 offers another mainstay of the menu, fried ice cream. The price is quite affordable Rp8.000 per serving. "Ice cream is most interested visitors. Usually the meal is always ordered fried Ice cream, "said owner Nu Teteh Cafes, Rina Agustina.
According to him, can spend one week in five gallons of Ice cream per week, or 80 pieces in one day. Interested in the ice because Ice cream is still rare and cooking can be said is the only place in Bogor that sells unique menu. "Yes, besides that, also because it's unique and different," he said.
According to Rina, fried Ice cream is very interested visitors, especially young people, such as middle and high school students that every day can be found at the diner. Visitors also come from the employees around as well as consumers from Greater Jakarta.
Mom who likes to read the book also adds, if he deliberately offers a menu of fried Ice cream because Rina look for areas of Bogor in particular there is no menu. "Yes, quite a large community anemo turned towards this food," added Rice. (FDY)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Hanamasa
Sushi
Rabu, 24 November 2010
Ice cream makes Marissa happy
Presenter Marissa Nasution (24), really like Ice cream. Start small to adult tastes now it has not changed. "I really like Ice cream," he said when met at the Dragon Fly, Gatot Subroto, yesterday (11/11).
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Senin, 22 November 2010
Jenis Ice cream untuk Anjing
Ice cream ternyata tak hanya menjadi makanan favorit manusia. Di Inggris, Ice cream juga bisa menjadi santapan anjing. Bahkan, di London ada kendaraan khusus yang digunakan untuk menjual Ice cream khusus anjing.
Ice cream khusus anjing dijual oleh Gerai K-99. Di tempat ini, ada dua jenis Ice cream yang ditawarkan. Pertama dog eat hog world atau Ice cream dengan campuran ikan dan daging ayam. Di atasnya, ada hiasan biskuit tulang. Sedangkan yang kedua disebut canine cookie crunch. Isinya campuran Ice cream berbagai rasa dengan pemanis biksuit tulang. Jadi, menu Ice cream yang dijual memang tak sembarangan.
Sang pemilik mengaku, menu tersebut sengaja dikembangkan ahli gizi untuk pertumbuhan anjing. Kedua Ice cream dijual sekitar Rp 13.500. Nantinya, hasil penjualan Ice cream akan disumbangkan ke yayasan amal yang mempekerjakan anjing.
Sumber : ULF - Liputan 6.com
Lihat juga :
Sour Sally
Hanamasa
Ice cream khusus anjing dijual oleh Gerai K-99. Di tempat ini, ada dua jenis Ice cream yang ditawarkan. Pertama dog eat hog world atau Ice cream dengan campuran ikan dan daging ayam. Di atasnya, ada hiasan biskuit tulang. Sedangkan yang kedua disebut canine cookie crunch. Isinya campuran Ice cream berbagai rasa dengan pemanis biksuit tulang. Jadi, menu Ice cream yang dijual memang tak sembarangan.
Sang pemilik mengaku, menu tersebut sengaja dikembangkan ahli gizi untuk pertumbuhan anjing. Kedua Ice cream dijual sekitar Rp 13.500. Nantinya, hasil penjualan Ice cream akan disumbangkan ke yayasan amal yang mempekerjakan anjing.
Sumber : ULF - Liputan 6.com
Lihat juga :
Sour Sally
Hanamasa
Minggu, 21 November 2010
kinds of Ice cream in Bandung
Although the afternoon and evening rain Bandung often, so the spirit of the sun shining on the city of Bandung in the morning and afternoon. Hot, hot, dry and hot. Upon hearing these words must direct our thoughts turned to something cool, fresh and relieve thirst. Ice cream! One name that will hint and would fit satisfying taste.
As a culinary paradise, Bandung also has places that sell ice cream is excellent and should be sampled. Let's find out a little review of some places that sell ice cream below.
1. Ice cream past
Nostalgia, classic and nuanced "old school" aka the past. These things are the main attraction of Ice cream shops this. Most people come because of the sensation of nostalgia seemed to be a time machine that brings us to travel into the past. Ice cream flavor - it was classic, made from original recipes taste and mainland European ancestors have handed down, make these places famous. Visit PT. Pain in Tamblong Road, Source Cuisine and Braga Permai in Jalan Braga, Milan Cafe located at Jalan Student Warriors, and I Scream For Ice Cream at Jl. Hariangbanga (near Jl. Taman Sari). Invite also papa-mama-oma and opa for reunited to the heyday here first. Vintage style was fine so additional attributes Ice cream culinary tour of this old school.
2. Ice cream breakthrough
In contrast to the previous ice-cream, Ice cream that was served was an innovation with creative ideas that have never thought about before. One of the places that serve ice cream strange and unique that can only be found at Flower City is Sub7ero Frozen, which is located on Jl. Middle Saturn, complex Margahayu Permai Bandung. The unusual flavors, like cheddar cheese is salty and spicy black pepper, a mainstay of successful ice cream business spread by word of mouth is. One other unique creations is the fried ice cream. It sounds strange because his name is so contradictory. However, these snacks are actually a presentation Ice cream clamped between fried bread. Crispy and refreshes, plus a sprinkling of nuts and chocolate sauce that makes it more kick. Visit Tomato Cafe on Jl. Ir. H. Djuanda near Terminal Dago to mengulik special flavor of this fried ice cream.
3. Traditional Ice Cream
Ice Cream Indonesian special, and rather typical of Bandung. One example of this traditional ice cream is ice lolly (or there is also a call for making ice shake rocked in the wagon). Candles are popular ice can be purchased at Jl. Cimandiri and Jl. Lengkong Large. No less delicious flavor with a modern ice cream, along with cheap prices and the memories embedded will encourage fans to hunt down every corner of the city of Bandung.
Source: bandungreview.com
See also:
Sour Sally
Burger King
As a culinary paradise, Bandung also has places that sell ice cream is excellent and should be sampled. Let's find out a little review of some places that sell ice cream below.
1. Ice cream past
Nostalgia, classic and nuanced "old school" aka the past. These things are the main attraction of Ice cream shops this. Most people come because of the sensation of nostalgia seemed to be a time machine that brings us to travel into the past. Ice cream flavor - it was classic, made from original recipes taste and mainland European ancestors have handed down, make these places famous. Visit PT. Pain in Tamblong Road, Source Cuisine and Braga Permai in Jalan Braga, Milan Cafe located at Jalan Student Warriors, and I Scream For Ice Cream at Jl. Hariangbanga (near Jl. Taman Sari). Invite also papa-mama-oma and opa for reunited to the heyday here first. Vintage style was fine so additional attributes Ice cream culinary tour of this old school.
2. Ice cream breakthrough
In contrast to the previous ice-cream, Ice cream that was served was an innovation with creative ideas that have never thought about before. One of the places that serve ice cream strange and unique that can only be found at Flower City is Sub7ero Frozen, which is located on Jl. Middle Saturn, complex Margahayu Permai Bandung. The unusual flavors, like cheddar cheese is salty and spicy black pepper, a mainstay of successful ice cream business spread by word of mouth is. One other unique creations is the fried ice cream. It sounds strange because his name is so contradictory. However, these snacks are actually a presentation Ice cream clamped between fried bread. Crispy and refreshes, plus a sprinkling of nuts and chocolate sauce that makes it more kick. Visit Tomato Cafe on Jl. Ir. H. Djuanda near Terminal Dago to mengulik special flavor of this fried ice cream.
3. Traditional Ice Cream
Ice Cream Indonesian special, and rather typical of Bandung. One example of this traditional ice cream is ice lolly (or there is also a call for making ice shake rocked in the wagon). Candles are popular ice can be purchased at Jl. Cimandiri and Jl. Lengkong Large. No less delicious flavor with a modern ice cream, along with cheap prices and the memories embedded will encourage fans to hunt down every corner of the city of Bandung.
Source: bandungreview.com
See also:
Sour Sally
Burger King
Senin, 15 November 2010
Bikin Cake isi Ice cream yuk
Gak sengaja nemuin resep unik ini, Cake isi Ice cream hemmm... kayaknya enak nih. Abisnya saya suka banget ma Ice cream. Yawda saya ambil aja resepnya dari kompas buat referensi, kali aja besok-besok mo bikin. Dari tampilannya sih uenak banget tuh, apalagi makannya pas siang-siang gini. Mo tau cara bikinnya??
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Minggu, 14 November 2010
Soto Kaki Sapi H. Sarnadi
Jangan mengaku penggila Soto kalau belum mencicipi soto yang satu ini. Kuah yang berwarna kuning kecokelatan sedikit kental dengan isian dengkul dan kaki sapi yang empuk gurih kenyil-kenyil. Taburan emping, kerupuk aci, irisan daun bawang dan bawang goreng membuat rasanya makin dahsyat! Bersiap-siaplah mengusap butiran keringat yang berlelehan!
Mendung yang menggelayuti Jakarta sejak pagi semakin menguatkan niat saya untuk 'nyoto' siang ini. Hmm..bayangan Soto kaki sapi yang sudah terkenal di daerah Paseban pun terlintas di benak saya. Dengan segera saya meluncur ke kawasan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Setibanya di sana ternyata warung sederhana milik H. Sarnadi ini sudah disesaki pengunjung. Untung saja masih tersisa satu tempat lagi untuk saya. Warung Soto Mencos H. Sarnadi ini memang sudah terkenal sejak lama, kurang lebih sudah 40 tahun. Tak heran jika warung ini tak pernah sepi pengunjung meskipun buka hingga pukul 8 malam.
Tumpukan dengkul dan urat kaki sapi yang sudah direbus dan dipotong-potong berada di sebuah lemari kaca. Warnanya kekuningan karena pada saat merebus sudah dicampur dengan bumbu rempah selama kurang lebih 6 jam. Sehingga bumbu sudah meresap dengan baik kedalam dagingnya.
Umumnya Soto Betawi memakai daging dan jeroan sapi (babat, paru, iso dan limpa) tetapi Soto yang satu ini justru mengandalkan dengkul, urat kaki sapi sebagai isiannya. Tentu saja bagian yang kenyil-kinyil, alot dan tak ada daging sama sekali ini perlu perlakuan khusus saat mengolahnya. Warung soto Mencos ini membuktikan bahwa yang sepelepun bisa jadi sedap tak terkira!
Soto disajikan dalam mangkuk sedang bersama dengan sepiring nasi putih hangat bertabur bawang goreng yang royal membuat saya semakin tak sabar untuk segera menyantapnya, sluurrp! Sambal cabai rawit dan acar mentimun wortel dalam stoples kaca plus irisan jeruk limau disediakan sebagai condiment yang bebas diambil sepuasnya.
Warna kuning kecokelatan sangat mendominasi warna kuah Soto-nya. Selain kaki sapi yang banyak, irisan daun bawang, tomat, emping dan kerupuk aci yang ditaburi diatasnya menambah rasa gurih Soto mencos ini. Saat kuahnya sampai di lidah, hmm.. rasa gurih dan rasa daging yang kuat langsung menyergap tenggorokan.
Apalagi setelah diaduk dengan sedikit kucuran jeruk limau dan sambal rawit merah, hmm.. rasa sedikit asam dan pedas plus aroma jeruk limau membuat rasanya makin hebat! Kuah santannya yang berwarna kuning kecokelatan ini agak sedikit kental. Rasa gurih pun cukup meresap ke dalam daging kaki sapinya. Teksturnya empuk kenyil-kenyil sama sekali tidak ada perlawanan saat dikunyah. Tambah enak saat disantap dengan nasi putih hangat dan juga acar mentimun dan bawang merah, sungguh nikmat!
Dugaan saya rasa gurihnya kuah Soto-nya juga berasal dari santan. Meskipun menggunakan santan tak lantas membuat saya jadi eneg. Soto mencos ini juga masih teramasuk dalam salah satu jenis Soto Betawi. Kalau biasanya Soto Betawi berwarna putih karena menggunakan susu atau santan, Soto betawi yang ini menggunakan santan kental serta bumbu yang mengandung kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning kecoklatan. Tapi ada juga Soto Betawi yang warnanya sedikit kemerahan karena memakai tambahan cabai merah.
Segelas teh tawar hangat pun segera menyapu jejak Soto di tenggorokan. O ya, di warung Soto mencos milik H. Sarnadi ini jangan membayangkan berbagai jenis minuman bisa dipesan sebagai pelepas dahaga. Di tempat ini setiap pengunjung diberikan teh tawar hangat secara cuma-cuma. Pilihan lainnya hanya es jeruk dan juga beberapa jenis minuman ringan. Cukup sederhana bukan?
Soal harga, warung Soto yang terletak di Jl. Percetakan Negara No.2D, Jakarta Pusat ini memasang tarif yang cukup ramah di kantong. Seporsi Soto mencos di hargai Rp 15.000,00 harga yang relatif terjangkau bukan? Nah, kalau bingung ingin makan apa siang ini, Soto mencos H. Sarnadi mungkin bisa jadi pilihan. Dijamin kemringet merasakan sensasi sedapnya! (Eka Septia / Odi - detikfood)
Lihat juga :
Wine
Ice cream
Mendung yang menggelayuti Jakarta sejak pagi semakin menguatkan niat saya untuk 'nyoto' siang ini. Hmm..bayangan Soto kaki sapi yang sudah terkenal di daerah Paseban pun terlintas di benak saya. Dengan segera saya meluncur ke kawasan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Setibanya di sana ternyata warung sederhana milik H. Sarnadi ini sudah disesaki pengunjung. Untung saja masih tersisa satu tempat lagi untuk saya. Warung Soto Mencos H. Sarnadi ini memang sudah terkenal sejak lama, kurang lebih sudah 40 tahun. Tak heran jika warung ini tak pernah sepi pengunjung meskipun buka hingga pukul 8 malam.
Tumpukan dengkul dan urat kaki sapi yang sudah direbus dan dipotong-potong berada di sebuah lemari kaca. Warnanya kekuningan karena pada saat merebus sudah dicampur dengan bumbu rempah selama kurang lebih 6 jam. Sehingga bumbu sudah meresap dengan baik kedalam dagingnya.
Umumnya Soto Betawi memakai daging dan jeroan sapi (babat, paru, iso dan limpa) tetapi Soto yang satu ini justru mengandalkan dengkul, urat kaki sapi sebagai isiannya. Tentu saja bagian yang kenyil-kinyil, alot dan tak ada daging sama sekali ini perlu perlakuan khusus saat mengolahnya. Warung soto Mencos ini membuktikan bahwa yang sepelepun bisa jadi sedap tak terkira!
Soto disajikan dalam mangkuk sedang bersama dengan sepiring nasi putih hangat bertabur bawang goreng yang royal membuat saya semakin tak sabar untuk segera menyantapnya, sluurrp! Sambal cabai rawit dan acar mentimun wortel dalam stoples kaca plus irisan jeruk limau disediakan sebagai condiment yang bebas diambil sepuasnya.
Warna kuning kecokelatan sangat mendominasi warna kuah Soto-nya. Selain kaki sapi yang banyak, irisan daun bawang, tomat, emping dan kerupuk aci yang ditaburi diatasnya menambah rasa gurih Soto mencos ini. Saat kuahnya sampai di lidah, hmm.. rasa gurih dan rasa daging yang kuat langsung menyergap tenggorokan.
Apalagi setelah diaduk dengan sedikit kucuran jeruk limau dan sambal rawit merah, hmm.. rasa sedikit asam dan pedas plus aroma jeruk limau membuat rasanya makin hebat! Kuah santannya yang berwarna kuning kecokelatan ini agak sedikit kental. Rasa gurih pun cukup meresap ke dalam daging kaki sapinya. Teksturnya empuk kenyil-kenyil sama sekali tidak ada perlawanan saat dikunyah. Tambah enak saat disantap dengan nasi putih hangat dan juga acar mentimun dan bawang merah, sungguh nikmat!
Dugaan saya rasa gurihnya kuah Soto-nya juga berasal dari santan. Meskipun menggunakan santan tak lantas membuat saya jadi eneg. Soto mencos ini juga masih teramasuk dalam salah satu jenis Soto Betawi. Kalau biasanya Soto Betawi berwarna putih karena menggunakan susu atau santan, Soto betawi yang ini menggunakan santan kental serta bumbu yang mengandung kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning kecoklatan. Tapi ada juga Soto Betawi yang warnanya sedikit kemerahan karena memakai tambahan cabai merah.
Segelas teh tawar hangat pun segera menyapu jejak Soto di tenggorokan. O ya, di warung Soto mencos milik H. Sarnadi ini jangan membayangkan berbagai jenis minuman bisa dipesan sebagai pelepas dahaga. Di tempat ini setiap pengunjung diberikan teh tawar hangat secara cuma-cuma. Pilihan lainnya hanya es jeruk dan juga beberapa jenis minuman ringan. Cukup sederhana bukan?
Soal harga, warung Soto yang terletak di Jl. Percetakan Negara No.2D, Jakarta Pusat ini memasang tarif yang cukup ramah di kantong. Seporsi Soto mencos di hargai Rp 15.000,00 harga yang relatif terjangkau bukan? Nah, kalau bingung ingin makan apa siang ini, Soto mencos H. Sarnadi mungkin bisa jadi pilihan. Dijamin kemringet merasakan sensasi sedapnya! (Eka Septia / Odi - detikfood)
Lihat juga :
Wine
Ice cream
Kamis, 11 November 2010
Eating Dim Sum Guidance
Dim Sum restaurants in Hong Kong are busy, loud and move at a hundred miles an hour – that’s what makes them great – but the clamour and clatter can also be intimidating for first timers. This how to order Dim Sum guide will walk you through the rules and customs of ordering Dim Sum, from navigating the ordering process to where not to put your chopsticks.
1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.
2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.
3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.
4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.
5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)
See also :
Ice cream
Sate
1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.
2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.
3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.
4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.
5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)
See also :
Ice cream
Sate
Rabu, 10 November 2010
Ice cream Cakes
Ice cream or Ice-cream is a frozen dessert usually made from dairy products, such as milk and cream, and often combined with fruits or other ingredients and flavours. Most varieties contain sugar, although some are made with other sweeteners. In some cases, artificial flavourings and colourings are used in addition to (or in replacement of) the natural ingredients. This mixture is stirred slowly while cooling to prevent large ice crystals from forming; the result is a smoothly textured ice cream.
The meaning of the term Ice cream varies from one country to another. Terms like frozen custard, frozen yogurt, sorbet, gelato and others are used to distinguish different varieties and styles. In some countries, like the USA, the term Ice cream applies only to a specific variety, and their governments regulate the commercial use of all these terms based on quantities of ingredients. In others, like Italy and Argentina, one word is used for all the variants. Alternatives made from soy milk, rice milk, and goat milk are available for those who are lactose intolerant or have an allergy to dairy protein, or in the case of soy and rice milk, for those who want to avoid animal products.
Ice cream cake is either ice cream in the shape of a cake or Ice cream and cake layered together to make a single form. The idea of Ice cream cake came from desserts composed of cream and cookies or cake called trifles, which first turned up in the Renaissance. Ice cream cake can be used for birthday cakes or, as has recently become en vogue among celebrities such as Victoria Beckham and Britney Spears, at weddings.
Victorians made desserts called bombes, which consisted of Ice cream and fruit in fancy molds. Sometimes these desserts were lined with cake or biscuits. Ice cream cake recipes dating to the 1870s have also been found.
A 3-inch-diameter (76 mm) Ice cream cake from Singapore with berry topping
Today, Ice cream cakes are made in many Ice cream stores and in many different varieties, including tin roof pie. They come in a variety of flavors and styles. Ice cream cakes are primarily made by layering two different types of hard Ice cream, with soft serve acting as the "icing". (en.wikipedia)
See also :
Sate
Wine
The meaning of the term Ice cream varies from one country to another. Terms like frozen custard, frozen yogurt, sorbet, gelato and others are used to distinguish different varieties and styles. In some countries, like the USA, the term Ice cream applies only to a specific variety, and their governments regulate the commercial use of all these terms based on quantities of ingredients. In others, like Italy and Argentina, one word is used for all the variants. Alternatives made from soy milk, rice milk, and goat milk are available for those who are lactose intolerant or have an allergy to dairy protein, or in the case of soy and rice milk, for those who want to avoid animal products.
Ice cream cake is either ice cream in the shape of a cake or Ice cream and cake layered together to make a single form. The idea of Ice cream cake came from desserts composed of cream and cookies or cake called trifles, which first turned up in the Renaissance. Ice cream cake can be used for birthday cakes or, as has recently become en vogue among celebrities such as Victoria Beckham and Britney Spears, at weddings.
Victorians made desserts called bombes, which consisted of Ice cream and fruit in fancy molds. Sometimes these desserts were lined with cake or biscuits. Ice cream cake recipes dating to the 1870s have also been found.
A 3-inch-diameter (76 mm) Ice cream cake from Singapore with berry topping
Today, Ice cream cakes are made in many Ice cream stores and in many different varieties, including tin roof pie. They come in a variety of flavors and styles. Ice cream cakes are primarily made by layering two different types of hard Ice cream, with soft serve acting as the "icing". (en.wikipedia)
See also :
Sate
Wine
Selasa, 09 November 2010
Ice cream in Europe
"Ice cream is reputed to have been made in China as long ago as 3000 BC, but it did not arrive in Europe (via Italy) until the thirteenth century, and Britain had to wait until the late seventeenth century to enjoy it (hitherto, iced desserts had been only of the sorbet variety)... by the time Hannah Glasse and Elizabeth Raffald were giving recipes for it in the mid-eighteenth century, it was evidently well established. At first, Ice cream was simply as its name suggests: cream, perhaps sweetened, set in a pot nestling in ice to cool it down. But before long recipes became more sophisticated, and the technique of periodic stirring to prevent the formation of ice crystals was introduced, and ice cream was set on a career of unbroken popularity. As early as 1821 we find mention of "Ice cream gardens' in New York....Since introducing Ice cream to Europe in the Middle Ages, Italy has never relinquished its lead in theis field, and over the centuries the manufacture of Ice cream has in many countries been the province of Italian emigres."
---An A to Z of Food and Drink, John Ayto [Oxford Univeristy Press:Oxford] 2002 (p. 167)
"Italians were the undisputed master in developing methods of chilling a freezing drinks...The creation of sorbet resulted from experiments in chilling drinks, and it too became a matter of myth. Supposedly, sorbet was also brought to France by Catherine de'Medici...There is no documentary evidence to support this hypothesis, however and we cannot prove that the art of sorbet making was already practiced in Italy in the middle of the sixteenth century...Latini's... Treatise on Various Kinds of Sorbets, or Water Ices...composed between 1692 and 1694...contains the first written recipes on how to mix sugar, salt, snow, and lemon juice, strawberrries, sour cherries, and other fruit, as well as chocolate, cinnamon water, and different flavorings. There is also a description of a "milk sorbet that is first cooked," which we could regard as the birth certificate of Ice cream. De'sorbetti, the first book entirely dedicated to the art of making frozen confections, was published in Naples in 1775. Its author, Filippo Baldini, discusses different types of sorbets...A separate chapter deals with "milky sorbets," meaning Ice cream, whose medical properties are vigorouly proclaimed."
---Italian Cuisine: A Cultural History, Alberto Capatti & Massimo Montanari [Columbia University Press:New York] 1999 (p. 110-1)
"The first Ice creams, in the sense of an iced and flavoured confection made from full milk or cream, are thought to have been made in Italy and then in France in the 17th century, and to have been diffused from the French court to other European countries...The first recorded English use of the term Ice cream (also given as iced cream) was by Ashmore (1672), recording among dishes served at the Feast of St. George at Windsor in May 1671 One Plate of Ice cream'. The first published English recipe was by Mrs. Mary Eales (1718)...Mrs. Eales was a pioneer with few followers; Ice cream recipes remained something of a rarity in English-language cookery books...As for America, Stallings observes that Ice cream is recorded to have been served as early as 1744 (by the lady of Governor Blandon of Maryland, nee Barbara Jannsen, daughter of Lord Baltimore), but it does not appear to have been generally adopted until much later in the century. Although its adoption then owed much to French contacts in the period following the American Revolution, Americans shared 18th century England's tastes and the English preference for Ice creams over water ices, and proceeded enthusiastically to make Ice cream a national dish."
---Oxford Companion to Food, Alan Davidson [Oxford University Press:Oxford] 1999 (p. 392-3)
"The first substantial piece of writing on Ice cream was an anonymous 84-page manuscript entitled L'Art de faire des Glaces which, through watermarks in the paper, has been dated "circa 1700." It is a "how to" work of some sophistication, giving detailed instructions for the preparation of such delights as apricot, voilet, rose, chocolate, and a caramel Ice creams and water ices. A number of British cookbooks of the eighteenth century contain Ice cream formulas. One such work is Mrs. Hannah Glasse's The Art of Cookery Made Easy (1747)--considered by scholars to be the first major cookbook written by a woman in what was until then an almost exclusively male domain. In 1768 there appeared in Paris what is undoubtedly the most outlandish treatise on the subject ever to be published. Called The Art of Making Frozen Desserts, it is a 240-page offering by one M. Emy, who not only gives formulas for "food fit for the gods," but offers theological and philosophical explanations for such phenomena as the freezing of water. The tone of the book is set by its frontispiece, which depicts a brace of angels delivering Ice cream to earth from heaven. Although frozen desserts were becoming common in regal circles, not until 1670 when the Cafe Procope opened in Paris did "Ice cream" and sherbets pread to the masses."
---The Great American Ice cream Book, Paul Dickson [Atheneum:New York] 1972 (p. 18-19) (foodtimeline)
See also :
Hanamasa
Sour Sally
---An A to Z of Food and Drink, John Ayto [Oxford Univeristy Press:Oxford] 2002 (p. 167)
"Italians were the undisputed master in developing methods of chilling a freezing drinks...The creation of sorbet resulted from experiments in chilling drinks, and it too became a matter of myth. Supposedly, sorbet was also brought to France by Catherine de'Medici...There is no documentary evidence to support this hypothesis, however and we cannot prove that the art of sorbet making was already practiced in Italy in the middle of the sixteenth century...Latini's... Treatise on Various Kinds of Sorbets, or Water Ices...composed between 1692 and 1694...contains the first written recipes on how to mix sugar, salt, snow, and lemon juice, strawberrries, sour cherries, and other fruit, as well as chocolate, cinnamon water, and different flavorings. There is also a description of a "milk sorbet that is first cooked," which we could regard as the birth certificate of Ice cream. De'sorbetti, the first book entirely dedicated to the art of making frozen confections, was published in Naples in 1775. Its author, Filippo Baldini, discusses different types of sorbets...A separate chapter deals with "milky sorbets," meaning Ice cream, whose medical properties are vigorouly proclaimed."
---Italian Cuisine: A Cultural History, Alberto Capatti & Massimo Montanari [Columbia University Press:New York] 1999 (p. 110-1)
"The first Ice creams, in the sense of an iced and flavoured confection made from full milk or cream, are thought to have been made in Italy and then in France in the 17th century, and to have been diffused from the French court to other European countries...The first recorded English use of the term Ice cream (also given as iced cream) was by Ashmore (1672), recording among dishes served at the Feast of St. George at Windsor in May 1671 One Plate of Ice cream'. The first published English recipe was by Mrs. Mary Eales (1718)...Mrs. Eales was a pioneer with few followers; Ice cream recipes remained something of a rarity in English-language cookery books...As for America, Stallings observes that Ice cream is recorded to have been served as early as 1744 (by the lady of Governor Blandon of Maryland, nee Barbara Jannsen, daughter of Lord Baltimore), but it does not appear to have been generally adopted until much later in the century. Although its adoption then owed much to French contacts in the period following the American Revolution, Americans shared 18th century England's tastes and the English preference for Ice creams over water ices, and proceeded enthusiastically to make Ice cream a national dish."
---Oxford Companion to Food, Alan Davidson [Oxford University Press:Oxford] 1999 (p. 392-3)
"The first substantial piece of writing on Ice cream was an anonymous 84-page manuscript entitled L'Art de faire des Glaces which, through watermarks in the paper, has been dated "circa 1700." It is a "how to" work of some sophistication, giving detailed instructions for the preparation of such delights as apricot, voilet, rose, chocolate, and a caramel Ice creams and water ices. A number of British cookbooks of the eighteenth century contain Ice cream formulas. One such work is Mrs. Hannah Glasse's The Art of Cookery Made Easy (1747)--considered by scholars to be the first major cookbook written by a woman in what was until then an almost exclusively male domain. In 1768 there appeared in Paris what is undoubtedly the most outlandish treatise on the subject ever to be published. Called The Art of Making Frozen Desserts, it is a 240-page offering by one M. Emy, who not only gives formulas for "food fit for the gods," but offers theological and philosophical explanations for such phenomena as the freezing of water. The tone of the book is set by its frontispiece, which depicts a brace of angels delivering Ice cream to earth from heaven. Although frozen desserts were becoming common in regal circles, not until 1670 when the Cafe Procope opened in Paris did "Ice cream" and sherbets pread to the masses."
---The Great American Ice cream Book, Paul Dickson [Atheneum:New York] 1972 (p. 18-19) (foodtimeline)
See also :
Hanamasa
Sour Sally
Senin, 08 November 2010
Sejarahnya Ice cream Kerucut
Ice cream kerucut / cone sepertinya akan memperlakukan sederhana dan unpolitical, namun asal itu adalah diperebutkan. Kisah rakyat yang paling disukai tentang penemuan kerucut Ice cream berlangsung di World's Fair 1904 yang diselenggarakan di St Louis, Missouri. Dua penjual makanan memiliki kios di samping satu sama lain. Arnold Fornachou membuat dan menjual Ice cream. tetangga-Nya, Ernest A. Hamwi, telah datang ke Amerika Serikat dari Damaskus, Suriah. Hamwi membuat wafer manis (seperti cookie hari ini wafer seperti) bahwa Syria sebut "zalabias." Hamwi memasak wafer pada besi wafel dipanaskan di atas api batu bara, dilapisi dengan gula, dan menggulung wafer saat mereka masih panas sehingga mereka mudah untuk makan dan membawa. Ketika Fornachou kehabisan piring untuk menahan nya Ice cream, wafer Hamwi menggulung ke dalam bentuk kerucut bukan tabung, dan tuan-tuan menduduki puncak wafer dengan sekop Ice cream Fornachou's. Zalabias menjadi "World's Fair Cornucopias," dan konsep kerucut lahir.
Dengan lebih dari 50 vendor Ice cream di Fair, Hamwi segera melakukan bisnis tanah-kantor. Dia memulai perusahaan kerucut sendiri setelah Fair disebut tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan, namun lelah bisnis dan mulai bekerja untuk kompetisi, menggoda's tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan di St Louis. Nama tumpah ruah atau wafel diganti dengan kata kerucut pada tahun 1906. Sementara itu, Hamwi dipromosikan kerucut di pameran di seluruh Amerika Serikat. Kembali ke usaha sendiri pada tahun 1910, Hamwi memulai Missouri Cone Perusahaan St Louis. Dia meninggal pada tahun 1943 setelah mengumpulkan banyak uang didirikan pada kerucut Ice cream.
Sebuah lawan kedua, David Avayou juga mengklaim menjadi pencipta kerucut itu. Avayou memiliki sebuah toko Ice cream di New Jersey di mana ia membuat kedua Ice cream dan kerucut. Dia mengambil barang dagangannya ke St Louis World's Fair dan mengklaim telah menjual mereka di sana ketika Fornachou dan Hamwi tersandung pada produk bersama mereka.
Masih kontestan ketiga adalah Abe Doumar, seorang imigran yang telah pindah bersama keluarganya dari 12 saudara dan saudari dari Libanon ke St Louis. mengobati favorit Doumar dari tanah airnya adalah roti pita digulung menjadi bentuk kerucut dan diisi dengan selai buah. Dia mendekati yang lain pembuat zalabia Fair dan menyarankan menerapkan konsep yang sama dengan rolling wafel dan mengisinya dengan Ice cream. Doumar kemudian berkembang berbagai mesin wafel, pindah ke New York, dan dijual kerucut Ice cream di Coney Island. Pada tahun 1930-an, Doumar memiliki sejumlah restoran di sepanjang Pantai Timur, tren baru untuk "fast food" yang tumbuh dengan popularitas mobil hampir membuatnya keluar dari bisnis sampai ia mendapatkan ide untuk membuat kerucut wafel di jendela depan restoran nya. Proses baking dan gadis-gadis di jendela rolling dimasak wafel ke dalam kerucut menjadi atraksi yang menyelamatkan restoran.
Menentang cerita-cerita menarik adalah fakta solid. Pada tahun 1903 (tahun sebelum World's Fair), Italo Marchiony mendapat paten untuk "komet kue," yang dikembangkan untuk memegang barang-barang dingin nya. Marchiony adalah seorang imigran Italia yang tinggal di New York City. produk nya es lemon bahwa ia meraup ke gelas kecil dan dijual kepada pelanggan di sepanjang Wall Street. Setelah mengkonsumsi es, pelanggan kembali gelas, dan itu dicuci dan digunakan lagi. Kerusakan dan tugas terus-menerus frustrasi Marchiony mencuci piring, ia digantikan kerucut kertas, tetapi ini (dan konsumen mengotori) membuat masalah berantakan. Pada awal 1896, Marchiony menciptakan alternatif sepenuhnya habis. Pada tahun 1903, ia membuat mesin yang menciptakan kerucut seperti kerucut gula dikenal saat ini. Mesin menyerupai besi wafel panjang dengan ruang untuk memasak 10 kerucut. Kemudian, Marchiony membuka sebuah pabrik kerucut di Hoboken, New Jersey. Dia juga dikreditkan dengan bangunan sandwich Ice cream pertama dengan dua kotak omongan.
Selain paten dari pemerintah Amerika Serikat sebagai bukti, Marchiony memiliki sejarah dan sentimen di pihaknya. Usahanya penjualan es lemon dalam gelas sekop merupakan bagian dari tradisi di Italia dating kembali ke awal 1800-an. Men Penny-Ice menjadi umum di seluruh Eropa dari sekitar 1820-1860, sebagai revolusi dan masa sulit ekonomi melaju imigrasi. Bagian dari gelombang ini terdiri dari Italia yang meninggalkan tanah air mereka untuk kota-kota besar di Eropa. Mereka mendorong gerobak melalui jalan-jalan awal sedini 07:00 selama musim panas dan dijual es rasa duduk di gelas-gelas kaca kecil. piala Sebuah biaya satu sen, orang-orang mengkonsumsi es, dan piala itu dikembalikan ke vendor. Di Italia, Penny-Ice Men berteriak, "Ecco un poco, un poco che" (Berikut adalah sedikit untuk jadi sedikit [uang]), dan menangis ini menjadi terdistorsi oleh non-Italia ke hokeypokey kata. Di New York dan kota-kota Amerika lainnya-di mana adat sudah migrasi dengan pertengahan 1800-an-Men Penny-Ice yang dikenal sebagai Hokeypokey Pria. perdagangan mereka dan menggunakan mereka dari gelas-gelas kaca kecil adalah link langsung untuk pengembangan kerucut Ice cream.
Setelah World's Fair, kerucut membuat mesin secara teratur dijual di katalog seharga $ 8.50. Masing-masing vendor mampu membeli ini, sehingga jalan penjual Ice cream sekarang disertai dengan kerucut tumbuh sangat subur. Pada tahun 1912, Frederick Bruckman merancang mesin yang digulung kerucut panas dari wafel ironautomatically; 245 juta kerucut Ice cream yang dijual pada tahun 1924 saja. (Gillian S. Holmes - madehow)
Lihat juga:
Sushi
Steak
Dengan lebih dari 50 vendor Ice cream di Fair, Hamwi segera melakukan bisnis tanah-kantor. Dia memulai perusahaan kerucut sendiri setelah Fair disebut tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan, namun lelah bisnis dan mulai bekerja untuk kompetisi, menggoda's tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan di St Louis. Nama tumpah ruah atau wafel diganti dengan kata kerucut pada tahun 1906. Sementara itu, Hamwi dipromosikan kerucut di pameran di seluruh Amerika Serikat. Kembali ke usaha sendiri pada tahun 1910, Hamwi memulai Missouri Cone Perusahaan St Louis. Dia meninggal pada tahun 1943 setelah mengumpulkan banyak uang didirikan pada kerucut Ice cream.
Sebuah lawan kedua, David Avayou juga mengklaim menjadi pencipta kerucut itu. Avayou memiliki sebuah toko Ice cream di New Jersey di mana ia membuat kedua Ice cream dan kerucut. Dia mengambil barang dagangannya ke St Louis World's Fair dan mengklaim telah menjual mereka di sana ketika Fornachou dan Hamwi tersandung pada produk bersama mereka.
Masih kontestan ketiga adalah Abe Doumar, seorang imigran yang telah pindah bersama keluarganya dari 12 saudara dan saudari dari Libanon ke St Louis. mengobati favorit Doumar dari tanah airnya adalah roti pita digulung menjadi bentuk kerucut dan diisi dengan selai buah. Dia mendekati yang lain pembuat zalabia Fair dan menyarankan menerapkan konsep yang sama dengan rolling wafel dan mengisinya dengan Ice cream. Doumar kemudian berkembang berbagai mesin wafel, pindah ke New York, dan dijual kerucut Ice cream di Coney Island. Pada tahun 1930-an, Doumar memiliki sejumlah restoran di sepanjang Pantai Timur, tren baru untuk "fast food" yang tumbuh dengan popularitas mobil hampir membuatnya keluar dari bisnis sampai ia mendapatkan ide untuk membuat kerucut wafel di jendela depan restoran nya. Proses baking dan gadis-gadis di jendela rolling dimasak wafel ke dalam kerucut menjadi atraksi yang menyelamatkan restoran.
Menentang cerita-cerita menarik adalah fakta solid. Pada tahun 1903 (tahun sebelum World's Fair), Italo Marchiony mendapat paten untuk "komet kue," yang dikembangkan untuk memegang barang-barang dingin nya. Marchiony adalah seorang imigran Italia yang tinggal di New York City. produk nya es lemon bahwa ia meraup ke gelas kecil dan dijual kepada pelanggan di sepanjang Wall Street. Setelah mengkonsumsi es, pelanggan kembali gelas, dan itu dicuci dan digunakan lagi. Kerusakan dan tugas terus-menerus frustrasi Marchiony mencuci piring, ia digantikan kerucut kertas, tetapi ini (dan konsumen mengotori) membuat masalah berantakan. Pada awal 1896, Marchiony menciptakan alternatif sepenuhnya habis. Pada tahun 1903, ia membuat mesin yang menciptakan kerucut seperti kerucut gula dikenal saat ini. Mesin menyerupai besi wafel panjang dengan ruang untuk memasak 10 kerucut. Kemudian, Marchiony membuka sebuah pabrik kerucut di Hoboken, New Jersey. Dia juga dikreditkan dengan bangunan sandwich Ice cream pertama dengan dua kotak omongan.
Selain paten dari pemerintah Amerika Serikat sebagai bukti, Marchiony memiliki sejarah dan sentimen di pihaknya. Usahanya penjualan es lemon dalam gelas sekop merupakan bagian dari tradisi di Italia dating kembali ke awal 1800-an. Men Penny-Ice menjadi umum di seluruh Eropa dari sekitar 1820-1860, sebagai revolusi dan masa sulit ekonomi melaju imigrasi. Bagian dari gelombang ini terdiri dari Italia yang meninggalkan tanah air mereka untuk kota-kota besar di Eropa. Mereka mendorong gerobak melalui jalan-jalan awal sedini 07:00 selama musim panas dan dijual es rasa duduk di gelas-gelas kaca kecil. piala Sebuah biaya satu sen, orang-orang mengkonsumsi es, dan piala itu dikembalikan ke vendor. Di Italia, Penny-Ice Men berteriak, "Ecco un poco, un poco che" (Berikut adalah sedikit untuk jadi sedikit [uang]), dan menangis ini menjadi terdistorsi oleh non-Italia ke hokeypokey kata. Di New York dan kota-kota Amerika lainnya-di mana adat sudah migrasi dengan pertengahan 1800-an-Men Penny-Ice yang dikenal sebagai Hokeypokey Pria. perdagangan mereka dan menggunakan mereka dari gelas-gelas kaca kecil adalah link langsung untuk pengembangan kerucut Ice cream.
Setelah World's Fair, kerucut membuat mesin secara teratur dijual di katalog seharga $ 8.50. Masing-masing vendor mampu membeli ini, sehingga jalan penjual Ice cream sekarang disertai dengan kerucut tumbuh sangat subur. Pada tahun 1912, Frederick Bruckman merancang mesin yang digulung kerucut panas dari wafel ironautomatically; 245 juta kerucut Ice cream yang dijual pada tahun 1924 saja. (Gillian S. Holmes - madehow)
Lihat juga:
Sushi
Steak
Minggu, 07 November 2010
Sushi at Naga Sushi
Naga Sushi offers a fun way to enjoy sushi in the area of open water. Its location in the prestigious Kemang Food Festival, so this restaurant is never empty of visitors.
Who does not know the area of Kemang Food Festival (KFF)? This place is arguably a kind of food court occupying 3500 square meters and located in an area of open water. Lined restaurants and cafes around the dozens of wood dining room table at once became the center of this place. Dragon Sushi is one of the restaurants that are in KFF. Established on March 7, 2009, this restaurant immediately got the attention of visitors.
Design interior is thick with a blend of modern nuances of Oriental forward red and black colors. The restaurant is filled with comfortable sofas and chairs that bring visitors to feel at home atmosphere. Open kitchen concept that offers the advantages of Dragon Sushi. Therefore, visitors can freely view the direct processing of food, as well as ensuring cleanliness.
This place can accommodate about 50 people. "But visitors usually prefer to eat in the outdoors, so more ngeblend with the environment," said General Manager of the Dragon Sushi Sefri Miriandi.
Sefri said it purposely held up because the cuisine Japanese cuisine is famous for the Domestic Sakura freshness of the ingredients used as well as healthful. "Sushi is rich in protein and healthy," said Sefri. One of the favorites menu of this restaurant is Unang Godzilla. Sushi roll contains eel sea and high protein content are believed to increase libido. No wonder, according to Sefri, sushi popular among men. Because this restaurant takes the name of the dragon, sushi rolls are formed in such a manner resembling a dragon. Sushi rolls are prepared to follow the form of a dragon in order to attract attention. There is also a volcano that contain salmon, crab stick crab or sausage, tobikoi or salmon eggs, and house mayo. The name given to the sushi menu is somewhat unique. Not only the name, offered a sense of fusion sushi is also quite unique and delicious. Just look at the spiderman, sushi roll is pure crab meat, tempura added butter, and celery leaves. While Napoleon contain salmon, crab stick, and mayo. Interestingly to increase the delicacy of sushi, chef gives a little avocado in the sushi rolls.
Avocados are also added to philadelphia, sushi containing salmon, crab stick, and cream cheese and flirty. Want a little spicy, just order Dynamite. Crab stick and salmon in a crunchy fried rice rolls with chili sauce will add a delicious dinner. Meanwhile, rainbow roll contains salmon, tuna, salmon eggs, Kyuri or Japanese cucumber, celery, and omelette. If you add up, at least there are about 17 kinds of sushi roll options at this restaurant. (Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
See also:
Steak
Ice cream
Who does not know the area of Kemang Food Festival (KFF)? This place is arguably a kind of food court occupying 3500 square meters and located in an area of open water. Lined restaurants and cafes around the dozens of wood dining room table at once became the center of this place. Dragon Sushi is one of the restaurants that are in KFF. Established on March 7, 2009, this restaurant immediately got the attention of visitors.
Design interior is thick with a blend of modern nuances of Oriental forward red and black colors. The restaurant is filled with comfortable sofas and chairs that bring visitors to feel at home atmosphere. Open kitchen concept that offers the advantages of Dragon Sushi. Therefore, visitors can freely view the direct processing of food, as well as ensuring cleanliness.
This place can accommodate about 50 people. "But visitors usually prefer to eat in the outdoors, so more ngeblend with the environment," said General Manager of the Dragon Sushi Sefri Miriandi.
Sefri said it purposely held up because the cuisine Japanese cuisine is famous for the Domestic Sakura freshness of the ingredients used as well as healthful. "Sushi is rich in protein and healthy," said Sefri. One of the favorites menu of this restaurant is Unang Godzilla. Sushi roll contains eel sea and high protein content are believed to increase libido. No wonder, according to Sefri, sushi popular among men. Because this restaurant takes the name of the dragon, sushi rolls are formed in such a manner resembling a dragon. Sushi rolls are prepared to follow the form of a dragon in order to attract attention. There is also a volcano that contain salmon, crab stick crab or sausage, tobikoi or salmon eggs, and house mayo. The name given to the sushi menu is somewhat unique. Not only the name, offered a sense of fusion sushi is also quite unique and delicious. Just look at the spiderman, sushi roll is pure crab meat, tempura added butter, and celery leaves. While Napoleon contain salmon, crab stick, and mayo. Interestingly to increase the delicacy of sushi, chef gives a little avocado in the sushi rolls.
Avocados are also added to philadelphia, sushi containing salmon, crab stick, and cream cheese and flirty. Want a little spicy, just order Dynamite. Crab stick and salmon in a crunchy fried rice rolls with chili sauce will add a delicious dinner. Meanwhile, rainbow roll contains salmon, tuna, salmon eggs, Kyuri or Japanese cucumber, celery, and omelette. If you add up, at least there are about 17 kinds of sushi roll options at this restaurant. (Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
See also:
Steak
Ice cream
Rabu, 03 November 2010
Ice cream Zangradi
Bila di Jakarta, Anda dapat mencoba Ice cream Ragusa, maka pada saat Anda berada di Surabaya, suasana yang hampir sama akan Anda temui di ice cream Zangrandi. Baik Ragusa maupun Zangrandi Ice Cream merupakan restoran ice cream yang didirikan oleh orang Italia. Zangrandi didirikan oleh Renato Zangrandi yang berasal dari Italia pada tahun 1930. Ice cream ini populer di kota Pahlawan sejak jaman penjajahan Belanda dan menjadi favorit banyak kalangan sejak masa itu.
Berbagai Ice cream di Zangrandi
Zangrandi di SurabayaDi sekeliling pintu masuk ke dalam ruangan, terdapat beberapa gambar ice cream yang menggoda selera beserta nama-namanya. Cukup banyak pilihan ice cream yang dapat dipilih. Misalnya Chocolate Twinkle, Noodle Ice Cream, Soda Ice Cream, Avocado Fudge, Tropicana Fruit, Crispy basket, Zangrandi Pie, Horn, Macedonia, Royale Peach, Banana Split. Ada pula es krim dalam bentuk slices yaitu Tutti Frutti, Satay Ice Cream, Surabaya Moon, Pudding Ice Cream.
Ice cream yang pertama kali terkenal dari Zangrandi adalah Tutti Frutti yaitu ice cream berbentuk segitiga dengan berbagai rasa buah-buahan yang nikmat. Sedangkan ice cream yang menjadi favorit di Zangrandi adalah Macedonia yang memiliki aroma rum yang terasa kuat.
Di Zangrandi, Anda tidak hanya dapat menimati ice cream karena tersedia berbagai makanan ringan (snack) sebagai pelengkap ice cream Anda. Risoles, kroket, pastel, siomay, lumpia goreng, pastel tutup, nugget atau french fries (kentang goreng) juga tersedia di tempat ini.
Ada pula Ice Taart yang terdiri dari Rainbow, Black Forest, Cassata, dan Mocca Perfecto. Jenis ice cream tart ini dapat dipesan dalam ukuran 16 cm, 21 cm, atau 24 cm seharga Rp 155.000,- sampai Rp 295.000,-. Bila Anda ingin mencicip ice cream tart ini, tersedia ukuran slice untuk jenis ice cream tart tersebut yang dijual dengan harga Rp 12.000,- sampai Rp 12.500,- per slice.
Tekstur ice cream memang tidak selembut es krim modern yang banyak mengandung susu, tetapi rasanya yang khas dan nikmat membuat ice cream ini tetap diminati walau berasal dari resep zaman dulu. Ditambah lagi rasa rum yang terasa pada scope ice cream. (kumpulan.info)
Lihat juga :
Steak
Wine
Berbagai Ice cream di Zangrandi
Zangrandi di SurabayaDi sekeliling pintu masuk ke dalam ruangan, terdapat beberapa gambar ice cream yang menggoda selera beserta nama-namanya. Cukup banyak pilihan ice cream yang dapat dipilih. Misalnya Chocolate Twinkle, Noodle Ice Cream, Soda Ice Cream, Avocado Fudge, Tropicana Fruit, Crispy basket, Zangrandi Pie, Horn, Macedonia, Royale Peach, Banana Split. Ada pula es krim dalam bentuk slices yaitu Tutti Frutti, Satay Ice Cream, Surabaya Moon, Pudding Ice Cream.
Ice cream yang pertama kali terkenal dari Zangrandi adalah Tutti Frutti yaitu ice cream berbentuk segitiga dengan berbagai rasa buah-buahan yang nikmat. Sedangkan ice cream yang menjadi favorit di Zangrandi adalah Macedonia yang memiliki aroma rum yang terasa kuat.
Di Zangrandi, Anda tidak hanya dapat menimati ice cream karena tersedia berbagai makanan ringan (snack) sebagai pelengkap ice cream Anda. Risoles, kroket, pastel, siomay, lumpia goreng, pastel tutup, nugget atau french fries (kentang goreng) juga tersedia di tempat ini.
Ada pula Ice Taart yang terdiri dari Rainbow, Black Forest, Cassata, dan Mocca Perfecto. Jenis ice cream tart ini dapat dipesan dalam ukuran 16 cm, 21 cm, atau 24 cm seharga Rp 155.000,- sampai Rp 295.000,-. Bila Anda ingin mencicip ice cream tart ini, tersedia ukuran slice untuk jenis ice cream tart tersebut yang dijual dengan harga Rp 12.000,- sampai Rp 12.500,- per slice.
Tekstur ice cream memang tidak selembut es krim modern yang banyak mengandung susu, tetapi rasanya yang khas dan nikmat membuat ice cream ini tetap diminati walau berasal dari resep zaman dulu. Ditambah lagi rasa rum yang terasa pada scope ice cream. (kumpulan.info)
Lihat juga :
Steak
Wine
Selasa, 02 November 2010
History about Ice Cream
History of Ice cream - History does seem to support the fact that the Chinese, during the T'ang Dynasty, made desserts of snow or crushed ice with milk and rice added. It was said to be a favorite of the emperor who employed no less than 94 men to continually find snow or make crushed ice so he could have his dessert whenever he wished.
However, slushy-type desserts are fairly common to the histories of many cultures in the world, especially those of colder climes. Eskimos (or Esquimaux, if you want to get picky) in Alaska and Inuit Indians in Northern Canada routinely added whale grease and blueberries to make a type of snow slushy. According to an article in the Toronto Times (Canada) the first real ice cream was actually invented by a Spanish doctor who used a bowl within a bowl, one which was filled with the cream mixture and placed in a larger bowl containing ice and Salt Petre. I am not sure where they got that as I haven't come across it in my research, but I will take their word for it. With a grain of rock salt, that is. But then they also claim that the Arabic word "sharab" is believed to be the root word of "Sorbetto" in Italian and Sorbet in English. True enough, the Arabs invaded Sicily where Mt. Etna provided a little ice and the sorbetto was quite popular. (See our article Sicilian food and cooking.)
With some foods there are definite records and dates available, but ice cream seems to be the logical step from flavored snow or ices so that today we have creamy concoctions of all flavors. Unfortunately, many commercial concoctions that call themselves ice cream are not really ice cream at all. First, let's get it straight about the name. It was originally called "Iced Cream" because that's exactly what it was. Flavored cream was chilled to heavy viscosity by agitation in a bed of salted ice. Over the years, the "d" was dropped from "iced" and it became ice cream.
From my research, it seems that the two cultures who did the most to develop the creamy concoction so many of us love today were the Italian and the French. While there are records of the Chinese (they who develop everything) having flavored ice and snow, there are no early records of them having ice cream as we know it. Considering the absence of dairy products in Chinese cuisine, and the fact that many Chinese are lactose-intolerant, it is doubtful that they went beyond snow.
However, in the 1700s the French hit upon the idea of freezing custards and recipes for ice cream began to appear in French cookbooks. Somewhere around this same time, the Italians were making ice cream in pretty much the same way we make it today.(inmamaskitchen)
See also :
Sour Sally
Burger King
However, slushy-type desserts are fairly common to the histories of many cultures in the world, especially those of colder climes. Eskimos (or Esquimaux, if you want to get picky) in Alaska and Inuit Indians in Northern Canada routinely added whale grease and blueberries to make a type of snow slushy. According to an article in the Toronto Times (Canada) the first real ice cream was actually invented by a Spanish doctor who used a bowl within a bowl, one which was filled with the cream mixture and placed in a larger bowl containing ice and Salt Petre. I am not sure where they got that as I haven't come across it in my research, but I will take their word for it. With a grain of rock salt, that is. But then they also claim that the Arabic word "sharab" is believed to be the root word of "Sorbetto" in Italian and Sorbet in English. True enough, the Arabs invaded Sicily where Mt. Etna provided a little ice and the sorbetto was quite popular. (See our article Sicilian food and cooking.)
With some foods there are definite records and dates available, but ice cream seems to be the logical step from flavored snow or ices so that today we have creamy concoctions of all flavors. Unfortunately, many commercial concoctions that call themselves ice cream are not really ice cream at all. First, let's get it straight about the name. It was originally called "Iced Cream" because that's exactly what it was. Flavored cream was chilled to heavy viscosity by agitation in a bed of salted ice. Over the years, the "d" was dropped from "iced" and it became ice cream.
From my research, it seems that the two cultures who did the most to develop the creamy concoction so many of us love today were the Italian and the French. While there are records of the Chinese (they who develop everything) having flavored ice and snow, there are no early records of them having ice cream as we know it. Considering the absence of dairy products in Chinese cuisine, and the fact that many Chinese are lactose-intolerant, it is doubtful that they went beyond snow.
However, in the 1700s the French hit upon the idea of freezing custards and recipes for ice cream began to appear in French cookbooks. Somewhere around this same time, the Italians were making ice cream in pretty much the same way we make it today.(inmamaskitchen)
See also :
Sour Sally
Burger King
Senin, 01 November 2010
Headache after eating Ice cream
I scream, you scream, we all scream for . . . ow! That cone of vanilla fudge swirl has done it again: The sweet treat has quickly given you a bad headache. But don't blame the Ice cream — it's not acting alone. The roof of your mouth, your nerves, and your blood vessels (blood vessels are tiny tubes that carry blood through your body) are to blame, too!
Here's the scoop on what happens. When you eat or drink, food or liquid touches your palate (say: pal-it) before you swallow. Your palate is also known as the roof of your mouth. You can feel your palate with your tongue.
When something very cold touches the center of the palate, the cold temperature can set off certain nerves that control how much blood flows to your head. The nerves respond by causing the blood vessels in the head to swell up. This quick swelling of the blood vessels is what causes your head to pound and hurt. Some people call this a "brain freeze," even though nothing is really happening in the brain — it's all in the blood vessels of the head.
And Ice cream isn't the only food that can make your head hurt. Anything that's very cold — like ice pops, slushy frozen drinks, and even cold soda, water, milk, or juice — can make the blood vessels swell.
A headache from ice cream or another cold food usually lasts about a minute or so, although it can feel like much longer. This kind of headache almost never lasts more than 5 minutes, and it goes away on its own. And although you may feel pain, it's not dangerous and doesn't mean that anything is wrong in your body.
Want to lick your ice cream headaches? Some doctors say that simply eating cold foods more slowly can help prevent brain freeze. You can also try warming foods up a tiny bit in the front of your mouth before swallowing them. And if you start to feel an ice cream headache coming on, take a break from the cold food for a minute or two. That way your palate will warm up a little so you can enjoy the rest of your chilly dessert. (Steven Dowshen - Kids Health)
See also :
Sushi
Steak
Here's the scoop on what happens. When you eat or drink, food or liquid touches your palate (say: pal-it) before you swallow. Your palate is also known as the roof of your mouth. You can feel your palate with your tongue.
When something very cold touches the center of the palate, the cold temperature can set off certain nerves that control how much blood flows to your head. The nerves respond by causing the blood vessels in the head to swell up. This quick swelling of the blood vessels is what causes your head to pound and hurt. Some people call this a "brain freeze," even though nothing is really happening in the brain — it's all in the blood vessels of the head.
And Ice cream isn't the only food that can make your head hurt. Anything that's very cold — like ice pops, slushy frozen drinks, and even cold soda, water, milk, or juice — can make the blood vessels swell.
A headache from ice cream or another cold food usually lasts about a minute or so, although it can feel like much longer. This kind of headache almost never lasts more than 5 minutes, and it goes away on its own. And although you may feel pain, it's not dangerous and doesn't mean that anything is wrong in your body.
Want to lick your ice cream headaches? Some doctors say that simply eating cold foods more slowly can help prevent brain freeze. You can also try warming foods up a tiny bit in the front of your mouth before swallowing them. And if you start to feel an ice cream headache coming on, take a break from the cold food for a minute or two. That way your palate will warm up a little so you can enjoy the rest of your chilly dessert. (Steven Dowshen - Kids Health)
See also :
Sushi
Steak
Minggu, 31 Oktober 2010
Menikmati Gelato
Selain ice cream ala Amerika, di Jakarta saat ini tak sulit mencari gelato. Selain di Kafe Pisa yang telah lama populer, gelato juga bisa dinikmati di Gelato Bar, yang berdiri sejak 2003 di Dharmawangsa Square. Meski menjual es Italia, Gelato Bar pun murni produk lokal.
Gelato adalah ice cream khas Italia berkadar lemak rendah, 12 persen saja. Sebab, bahan utamanya hanyalah susu tanpa krim, ditambah perasa dari buah-buahan, kopi, cokelat, dan lain-lain. Kandungan udaranya juga sangat rendah sehingga gelato terasa padat, sekaligus amat lembut.
Di kota-kota di Italia, penjual gelato bertebaran seperti penjual gorengan di Jakarta. Gelato memang kebanggaan Italia. Bahkan, orang Italia biasanya enggan menganggap gelato sebagai ice cream. Jessie Gouw, General Affair Manager Gelato Bar, menuturkan, variasi gelato di kafenya mencapai hingga 85 rasa. Bedanya dengan gelato di Italia, gelato ala Indonesia bisa hadir dengan rasa durian!
Uniknya, gelato ini relatif "hangat" karena dibekukan hingga suhu minus 15 derajat Celsius. Sementara ice cream umumnya dibekukan hingga minus 24 derajat Celsius.
Bagi penggemar ice cream beralkohol, Gelato Bar memang surganya. Selaras dengan namanya yang mencatut kata "bar". Mulai dari gelato amaretto hingga whiskey cream. Cobalah bayangkan kenikmatan sesendok gelato rasa mascarpone (sejenis keju lembut) disiram kahlua dan sirup
kopi lalu ditaburi serpihan cokelat dan lady finger (semacam kue lidah kucing). Saat racikan gelato itu lumer di mulut, sensasi dingin di lidah beralih menjadi hangat di hati....
Pusing dengan masalah hidup? Enggak usah ke paranormal, tetapi luangkan waktu, jilatilah ice cream favorit hingga lidah beku dan hati menghangat.
Lihat juga : hanamasa
Gelato adalah ice cream khas Italia berkadar lemak rendah, 12 persen saja. Sebab, bahan utamanya hanyalah susu tanpa krim, ditambah perasa dari buah-buahan, kopi, cokelat, dan lain-lain. Kandungan udaranya juga sangat rendah sehingga gelato terasa padat, sekaligus amat lembut.
Di kota-kota di Italia, penjual gelato bertebaran seperti penjual gorengan di Jakarta. Gelato memang kebanggaan Italia. Bahkan, orang Italia biasanya enggan menganggap gelato sebagai ice cream. Jessie Gouw, General Affair Manager Gelato Bar, menuturkan, variasi gelato di kafenya mencapai hingga 85 rasa. Bedanya dengan gelato di Italia, gelato ala Indonesia bisa hadir dengan rasa durian!
Uniknya, gelato ini relatif "hangat" karena dibekukan hingga suhu minus 15 derajat Celsius. Sementara ice cream umumnya dibekukan hingga minus 24 derajat Celsius.
Bagi penggemar ice cream beralkohol, Gelato Bar memang surganya. Selaras dengan namanya yang mencatut kata "bar". Mulai dari gelato amaretto hingga whiskey cream. Cobalah bayangkan kenikmatan sesendok gelato rasa mascarpone (sejenis keju lembut) disiram kahlua dan sirup
kopi lalu ditaburi serpihan cokelat dan lady finger (semacam kue lidah kucing). Saat racikan gelato itu lumer di mulut, sensasi dingin di lidah beralih menjadi hangat di hati....
Pusing dengan masalah hidup? Enggak usah ke paranormal, tetapi luangkan waktu, jilatilah ice cream favorit hingga lidah beku dan hati menghangat.
Lihat juga : hanamasa
Kamis, 28 Oktober 2010
Lemak Susu
Lemak susu, atau lemak pada umumnya, termasuk dari sumber non0dairy, adalah penting untuk ice cream karena alasan berikut:
* Meningkatkan kekayaan rasa pada es krim * Menghasilkan tekstur yang halus karakteristik oleh pelumas langit-langit * Membantu untuk memberikan tubuh untuk es krim, karena perannya dalam destabilisasi lemak * Membantu dalam sifat mencair yang baik, juga karena perannya dalam destabilisasi lemak * Membantu dalam pelumas laras pembeku selama manufaktur (Non-lemak campuran sangat keras pada peralatan pembekuan)
Keterbatasan penggunaan berlebihan gemuk susu dalam campuran meliputi: * Biaya * Menghambat kemampuan mencambuk * Penurunan konsumsi karena kekayaan berlebihan * Nilai tinggi kalori
Sumber terbaik gemuk susu es krim untuk bumbu kualitas tinggi dan kenyamanan adalah krim manis segar dari susu manis segar. Sumber-sumber lain termasuk mentega atau lemak susu anhidrat.
Selama pembekuan es krim, emulsi lemak yang ada dalam campuran akan mengguncang sebagian atau penurunan sebagai akibat dari penggabungan udara, kristalisasi es dan gaya geser tinggi dari pisau. Ini sebagian berputar diperlukan untuk mengatur struktur dan tekstur es krim, yang sangat mirip dengan struktur whipped cream. Pengemulsi membantu mempromosikan proses destabilisasi, yang akan dibahas di bawah.
The trigliserida dalam lemak susu memiliki berbagai macam mencair, +40 ° C sampai -40 ° C, dan dengan demikian selalu ada kombinasi lemak cair dan kristal. Perubahan ini padat: Rasio cair dapat mempengaruhi jumlah destabilisasi lemak yang terjadi. Menduplikasi struktur dengan sumber lain lemak yang sulit.
Sayuran (non-dairy) lemak yang digunakan secara luas sebagai sumber lemak dalam es krim di Inggris, bagian dari Eropa, Timur Jauh, dan Amerika Latin tetapi hanya sampai tingkat yang sangat terbatas di Amerika Utara. Lima faktor yang sangat menarik dalam pemilihan sumber lemak adalah struktur kristal lemak, tingkat di mana mengkristal lemak selama kondisi suhu yang dinamis, profil suhu lebur tergantung dari lemak, terutama pada suhu dingin dan freezer, isi leleh trigliserida tinggi (yang dapat menghasilkan lilin, mouthfeel berminyak) dan rasa dan kemurnian minyak. Adalah penting bahwa tetesan lemak mengandung rasio antara cairan: lemak padat pada saat pembekuan. Sulit untuk menghitung rasio ini karena tergantung pada sejumlah faktor komposisi dan manufaktur, bagaimanapun, 1 / 2 sampai 2 / 3 lemak kristal pada 4-5oC adalah aturan, baik bekerja. Kristalisasi lemak terjadi dalam tiga langkah: pelewat-dinginan untuk mendorong nukleasi, nukleasi heterogen atau homogen (atau keduanya), dan propagasi kristal.
Lemak massal, nukleasi didominasi heterogen, dengan kristal diri mereka bertindak sebagai agen untuk kristalisasi nukleasi lebih lanjut, dan pelewat-dinginan biasanya minimal. Namun, dalam suatu emulsi, tetesan masing-masing harus mengkristal independen dari berikutnya. Untuk nukleasi heterogen mendominasi, harus ada agen nukleasi tersedia di setiap tetesan, yang seringkali tidak terjadi. Jadi dalam emulsi, nukleasi homogen dan pelewat-dinginan luas mungkin umum. Campuran minyak sering digunakan dalam pembuatan es krim, dipilih untuk memperhitungkan karakteristik rekening fisik, rasa, ketersediaan, stabilitas selama penyimpanan dan biaya.
Kami baru menyelesaikan studi tentang penggunaan lemak non-susu di desserts beku, yang tersedia di sini. Sebuah campuran 75% dari minyak inti sawit baik difraksinasi atau minyak kelapa dan 25% dari minyak tak jenuh, seperti minyak bunga matahari tinggi oleat, ditunjukkan untuk menghasilkan tingkat optimal lemak, krisis destabilisasi dan rasa, meskipun minyak kelapa bisa lebih lama mengkristal selama penuaan. Campuran lemak susu 50%, 37,5% inti sawit fraksi atau minyak kelapa, dan 12,5% minyak bunga matahari tinggi oleat juga terbukti sangat diterima. (Foodscience)
Lihat juga : sushi
steak
* Meningkatkan kekayaan rasa pada es krim * Menghasilkan tekstur yang halus karakteristik oleh pelumas langit-langit * Membantu untuk memberikan tubuh untuk es krim, karena perannya dalam destabilisasi lemak * Membantu dalam sifat mencair yang baik, juga karena perannya dalam destabilisasi lemak * Membantu dalam pelumas laras pembeku selama manufaktur (Non-lemak campuran sangat keras pada peralatan pembekuan)
Keterbatasan penggunaan berlebihan gemuk susu dalam campuran meliputi: * Biaya * Menghambat kemampuan mencambuk * Penurunan konsumsi karena kekayaan berlebihan * Nilai tinggi kalori
Sumber terbaik gemuk susu es krim untuk bumbu kualitas tinggi dan kenyamanan adalah krim manis segar dari susu manis segar. Sumber-sumber lain termasuk mentega atau lemak susu anhidrat.
Selama pembekuan es krim, emulsi lemak yang ada dalam campuran akan mengguncang sebagian atau penurunan sebagai akibat dari penggabungan udara, kristalisasi es dan gaya geser tinggi dari pisau. Ini sebagian berputar diperlukan untuk mengatur struktur dan tekstur es krim, yang sangat mirip dengan struktur whipped cream. Pengemulsi membantu mempromosikan proses destabilisasi, yang akan dibahas di bawah.
The trigliserida dalam lemak susu memiliki berbagai macam mencair, +40 ° C sampai -40 ° C, dan dengan demikian selalu ada kombinasi lemak cair dan kristal. Perubahan ini padat: Rasio cair dapat mempengaruhi jumlah destabilisasi lemak yang terjadi. Menduplikasi struktur dengan sumber lain lemak yang sulit.
Sayuran (non-dairy) lemak yang digunakan secara luas sebagai sumber lemak dalam es krim di Inggris, bagian dari Eropa, Timur Jauh, dan Amerika Latin tetapi hanya sampai tingkat yang sangat terbatas di Amerika Utara. Lima faktor yang sangat menarik dalam pemilihan sumber lemak adalah struktur kristal lemak, tingkat di mana mengkristal lemak selama kondisi suhu yang dinamis, profil suhu lebur tergantung dari lemak, terutama pada suhu dingin dan freezer, isi leleh trigliserida tinggi (yang dapat menghasilkan lilin, mouthfeel berminyak) dan rasa dan kemurnian minyak. Adalah penting bahwa tetesan lemak mengandung rasio antara cairan: lemak padat pada saat pembekuan. Sulit untuk menghitung rasio ini karena tergantung pada sejumlah faktor komposisi dan manufaktur, bagaimanapun, 1 / 2 sampai 2 / 3 lemak kristal pada 4-5oC adalah aturan, baik bekerja. Kristalisasi lemak terjadi dalam tiga langkah: pelewat-dinginan untuk mendorong nukleasi, nukleasi heterogen atau homogen (atau keduanya), dan propagasi kristal.
Lemak massal, nukleasi didominasi heterogen, dengan kristal diri mereka bertindak sebagai agen untuk kristalisasi nukleasi lebih lanjut, dan pelewat-dinginan biasanya minimal. Namun, dalam suatu emulsi, tetesan masing-masing harus mengkristal independen dari berikutnya. Untuk nukleasi heterogen mendominasi, harus ada agen nukleasi tersedia di setiap tetesan, yang seringkali tidak terjadi. Jadi dalam emulsi, nukleasi homogen dan pelewat-dinginan luas mungkin umum. Campuran minyak sering digunakan dalam pembuatan es krim, dipilih untuk memperhitungkan karakteristik rekening fisik, rasa, ketersediaan, stabilitas selama penyimpanan dan biaya.
Kami baru menyelesaikan studi tentang penggunaan lemak non-susu di desserts beku, yang tersedia di sini. Sebuah campuran 75% dari minyak inti sawit baik difraksinasi atau minyak kelapa dan 25% dari minyak tak jenuh, seperti minyak bunga matahari tinggi oleat, ditunjukkan untuk menghasilkan tingkat optimal lemak, krisis destabilisasi dan rasa, meskipun minyak kelapa bisa lebih lama mengkristal selama penuaan. Campuran lemak susu 50%, 37,5% inti sawit fraksi atau minyak kelapa, dan 12,5% minyak bunga matahari tinggi oleat juga terbukti sangat diterima. (Foodscience)
Lihat juga : sushi
steak
Langganan:
Postingan (Atom)