Tampilkan postingan dengan label pasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasta. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

Hidangan Dim Sum

Dim sum tradisional meliputi berbagai jenis roti dikukus seperti baau Siu cha, kue dan roti beras mie (menyenangkan Cheong), yang berisi berbagai bahan, termasuk daging sapi, ayam, babi, udang dan pilihan vegetarian. Banyak restoran dim sum juga menawarkan piring sayuran hijau dikukus, daging panggang, bubur bubur dan sup lainnya. dim sum Dessert juga tersedia dan banyak tempat menawarkan telur adat tart. Setelah makan di warung teh Cina atau restoran dim sum dikenal sebagai yum cha (yam cha, 饮茶), secara harfiah "minum teh", seperti teh biasanya disajikan dengan dim sum.

Dim sum bisa dikukus dan digoreng, di antara metode lain. Melayani ukuran biasanya kecil dan biasanya menjabat sebagai potongan tiga atau empat dalam satu piring. Ini adalah adat dengan gaya urutan keluarga, piring berbagi di antara semua anggota partai makan. Karena porsi kecil, orang bisa mencoba berbagai macam makanan.

Hidangan Dim sum dapat dipesan dari menu atau kadang-kadang makanan yang roda di sekitar troli oleh server. Secara tradisional, biaya makan dihitung berdasarkan ukuran, jumlah, dan kadang-kadang warna piring ditinggalkan di meja pelindung (lebih bawah). Beberapa catatan jumlah restoran modern redup piring pada tagihan di meja. Tidak hanya lebih rapi ini, juga mencegah pelanggan dari kecurangan dengan menyembunyikan atau mencuri piring. Server di beberapa restoran menggunakan perangko yang berbeda sehingga penjualan statistik untuk setiap server bisa direkam.


Sumber : wikipedia


Lihat juga : soto, pasta

Minggu, 17 Oktober 2010

Dinginnya Slushie

Sebuah lumpur salju atau slushie adalah istilah umum untuk minuman beku rasa.

Ada beberapa jenis minuman lumpur:

* Beku minuman berkarbonasi, ditandai oleh Slurpee atau ICEE dibuat dengan membekukan minuman berkarbonasi. Mesin ini sangat rumit dan mahal, dan terutama membutuhkan pasokan karbon dioksida. Mereka membuat lumpur yang sangat halus dan 'kering'.

* Minuman beku uncarbonated dibuat oleh pembekuan jus non-berkarbonasi atau cairan. Mesin ini tidak memerlukan ruang tekanan, dan begitu juga jauh lebih murah dan lebih mudah untuk mempertahankan. Mesin ini biasanya memiliki hopper yang menarik produk yang jelas, dan dapat muat pada counter atas. Mereka membuat lumpur sedikit lebih basah. Mereka yang terkenal dalam berbagai minuman yang mereka ciptakan, termasuk es kopi-rasa dan minuman beralkohol seperti margarita dan daiquiris.

* Minuman lumpur salju Konvensional, ditandai oleh Puppie lumpur salju, gunakan bubur tunggal dibuat oleh pembekuan basis manis, mirip dengan jus apel. bubur ini dicampur pada waktu melayani dengan sirup rasa pilihan pembeli. Minuman ini terkenal di sirup rasa bisa ditarik keluar dari minuman, meninggalkan ice cream yang relatif-unflavoured belakang.

* "Instan" minuman lumpur dibentuk melalui pendinginan. Beberapa contoh lumpur-It  yang memungkinkan konsumen untuk membuat minuman yang berubah menjadi lumpur salju saat membuka menggunakan freezer konvensional, Chill Chamber yang memungkinkan perusahaan untuk menyimpan minuman di bawah suhu beku yang berubah menjadi lumpur salju saat membuka!, dan sangat dingin Sprite dari Coca-Cola (singkat dipasarkan di Inggris) yang dibutuhkan mesin penjual khusus untuk menyimpan botol dalam keadaan sangat dingin sehingga mereka akan berpaling kepada lumpur salju saat membuka.


Sumber : wikipedia


Lihat juga : pasta, wine

Milkshake in 1940s and 1950s

By the 1950s, popular places to drink milkshakes were Woolworth's "5 & 10" lunch counters, diners, burger joints, and drugstore soda fountains. These establishments often had neon light signs, checkerboard-patterned linoleum floor tiles, chrome barstools, vinyl booths, formica counter-tops with coin-operated jukeboxes, a board of daily specials, a counter top donut display case, and prominently displayed behind the counter, a shining chrome or stainless steel milkshake mixing machine.

These establishments made milkshakes in Hamilton Beach or similar styles of drink mixers, which had spindles and agitators that folded air into the drinks for "smooth, fluffy results" and served them in 12½-ounce tall, "y"-shaped glasses. Soda fountain staff had their own jargon, such as "Burn One All the Way" (chocolate malted with chocolate ice cream), "Twist It, Choke It, and Make It Cackle" (chocolate malted with an egg) "Shake One in the Hay" (a strawberry shake) and a "White Cow" (a vanilla milkshake). In the 1950s, a milkshake machine salesman named Ray Kroc bought exclusive rights to the 1930s-era Multimixer milkshake maker from inventor Earl Prince, and went on to use automated milkshake machines to speed up production at McDonald's restaurants.

In the 1950s, milkshakes were called "frappes", "velvets," "frosted [drinks]", or "cabinets" in different parts of the US. A specialty style of milkshake, the "concrete" was "...a milk shake so thick that the server hands it out the order window upside down, demonstrating that not a drop will drip." In 1952, the Newport Daily News in Rhode Island contained a "Guide For Top Quality Ice Cream Sodas Cabinets Milk Shakes", which shows the use of the term "cabinet" in print. An article from 1953 in the Salisbury Times (in the state of Maryland) suggests that shakes can be made in a jar by shaking well. The article states that by adding four large tablespoons of ice cream, the drink becomes a "frosted shake."


Source : Wikipedia

Look also : ramen, pasta

Rabu, 13 Oktober 2010

Sate Kambing Pak Darso

Menurutku, di Solo dan sekitarnya, rata-rata warung sate menawarkan masakan yang enak. Baik itu warung terkenal maupun tidak terkenal. Rasanya relatif enak, dan yang utama tidak bau prengus kambing. Namun warung yg satu ini menawarkan cita rasa yang berbeda dengan genre yang sudah menjadi arus utama warung sate. Entah belajar atau tidak tentang strategi diferensiasi dalam pemasaran produk, tapi inilah yang dilakukan Pak Darso, penjual sate kambing di Pengging, 18 km dari Solo.

Warung ini menjual sate kambing dan masakan daging kambing lainnya. Sebut saja, sate bakar, bakar masak, sate buntel, tongseng (buntel, daging, kelenyer, seger), tengkleng, gule, nasi goreng, dan nasi godog. Rasa yang ditawarkan oleh warung ini lebih lembut tinimbang masakan kambing di warung lain yang mengandalkan rasa empon-empon dan berbagai bumbu yang sangat spicy untuk menawarkan bau daging kambing yang menyengat.

Sate Bakar
Jenis ini mungkin tidak banyak bedanya dengan sate bakar warung yang lain. Mungkin karena sama-sama menggunakan kecap lombok gandaria, kecapnya wong Solo (halaaaaah... ini bukan iklan!). Namun yang membuat berbeda adalah irisannya yang tak terlalu besar dan non lemak. Mungkin karena irisannya pas ini pula sate tersebut terasa lebih empuk, bara arang lebih mudah mematangkannya.


Sumber : wedangansoloraya.multiply


Lihat juga :

soto

seafood

hanamasa

burger king


ramen

sushi


pasta

Selasa, 12 Oktober 2010

Seafood Laduna Ilma

ada tempat namanya seafood Laduna Ilma
di jL.Raya Mangga Besar Ps.Minggu,jak-sel ,letaknya dipinggir jalan (seafood tenda),
yang jualan udang,kepiting,nasi goreng,ayam goreng,ikan bawal/baronang bakar/goreng.
makanannya Halal.
Katanya sih, ...udang saos tiram nya,yummy banget!!!selain rasa nya enak porsinya juga pas,udang nya besar2,pokoknya gak rugi. Apalagi kepiting saos padang pedes nya pas selera& harga juga gak telalu mahal,selain ditunjang nasi putihnya yang porsinya juga sedang, pilihan banyak ayam goreng nya mantep pake lalapan! nasi goreng bisa seafood isinya banyak porsi nasinya banyak bisa berdua kali??? ada kerang hijau/kerang kecil saos nya jg mantep, Sayangnya gak jual juice,mungkin lebih SEGEEEEEEEEEEER.........

Lihat juga :

Sate

Sushi


Pasta


Sumber : Inezz - ayojajan.com

Gelato

Selain ice cream ala Amerika, di Jakarta saat ini tak sulit mencari gelato. Selain di Kafe Pisa yang telah lama populer, gelato juga bisa dinikmati di Gelato Bar, yang berdiri sejak 2003 di Dharmawangsa Square. Meski menjual es Italia, Gelato Bar pun murni produk lokal.
Gelato adalah es krim khas Italia berkadar lemak rendah, 12 persen saja. Sebab, bahan utamanya hanyalah susu tanpa krim, ditambah perasa dari buah-buahan, kopi, cokelat, dan lain-lain. Kandungan udaranya juga sangat rendah sehingga gelato terasa padat, sekaligus amat lembut.

Di kota-kota di Italia, penjual gelato bertebaran seperti penjual gorengan di Jakarta. Gelato memang kebanggaan Italia. Bahkan, orang Italia biasanya enggan menganggap gelato sebagai es krim. Jessie Gouw, General Affair Manager Gelato Bar, menuturkan, variasi gelato di kafenya mencapai hingga 85 rasa. Bedanya dengan gelato di Italia, gelato ala Indonesia bisa hadir dengan rasa durian!

Uniknya, gelato ini relatif "hangat" karena dibekukan hingga suhu minus 15 derajat Celsius. Sementara es berkrim umumnya dibekukan hingga minus 24 derajat Celsius.

Bagi penggemar es krim beralkohol, Gelato Bar memang surganya. Selaras dengan namanya yang mencatut kata "bar". Mulai dari gelato amaretto hingga whiskey cream. Cobalah bayangkan kenikmatan sesendok gelato rasa mascarpone (sejenis keju lembut) disiram kahlua dan sirup
kopi lalu ditaburi serpihan cokelat dan lady finger (semacam kue lidah kucing). Saat racikan gelato itu lumer di mulut, sensasi dingin di lidah beralih menjadi hangat di hati....

Pusing dengan masalah hidup? Enggak usah ke paranormal, tetapi luangkan waktu, jilatilah es krim favorit hingga lidah beku dan hati menghangat.


Lihat juga:

wine


dimsum


pasta


Sumber : Kompas.com

Makan Seafood

Ada tempat baru yang bisa memanjakan para pencinta makanan laut. Piscator namanya. Restaurant yang terletak di Epicentrum Walk, Ground Floor, tersebut mengusung konsep buffet berisi aneka menu seafood.

Sajian sangat lengkap mulai dari ikan, cumi-cumi, udang, kepiting, hingga octopus. Dengan membayar Rp129-179 ribu, pengunjung bisa memilih dan menyantap aneka makanan yang tersaji di meja buffet sepuasnya. Harga bervariasi tergantung hari dan waktu santap.

Piscator menyajikan sekitar 60 pilihan menu makanan dan minuman. Mulai dari hidangan oriental seperti Korean salad, Japanese food (japanese soup, udon, tepanyaki, sushi / sashimi, tempura, hongkong noodle, serta ragam menu western food seperti pasta.

Beralih ke menu utama, BBQ Grill tak boleh terlewatkan. Udang, cumi, salmon ikan, ayam, daging segar sudah tersaji dan Anda tinggal memilih untuk kemudian akan dipanggang oleh koki. Sausnya cukup beragam dan bisa Anda pilih sendiri, yaitu black pepper sauce, barbeque sauce, korean sauce, mushroom sauce, teriyaki sauce.

Tidak ketinggalan ada juga menu tepanyaki, yang terdiri dari ragam pilihan seafood, daging atau ayam serta sayuran. Menu ini dimasak langsung di depan pengunjung begitu dipesan, sehingga bisa menjadi hiburan tersendiri.

Untuk makanan penutup, lidah Anda akan dimanjakan dengan beragam pilihan puding yang disajikan dengan cantik, cake, ice cream, hingga buah-buahan segar. Minuman pun tersaji lengkap, mulai dari jus buah, wine, bir, teh, kopi hingga minuman dingin lainnya.


Sumber : VIVAnews