Inilah menu rumahan ala Jepang: semangkuk nasi organik dan lauknya berupa hidangan okazu atau ikan laut semacam makarel, salmon, atau tuna yang dipanggang atau digoreng dengan bumbu saus miso, dashi, atau kecap Jepang.
Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.
Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.
"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.
Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.
"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.
Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.
Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.
Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.
Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.
Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.
Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sushi Vs Sashimi
Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.
Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.
Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Sate
Steak
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Kelezatan Soto Umar
Salah satu yang layak Anda coba adalah Soto Betawi Umar Idris. Tak sulit menemui kedai yang satu ini. Dari perempatan Slipi, kedai ini ada di sebelah kanan, sekitar 100 meter jauhnya dari Hotel Santika.
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Senin, 29 November 2010
Sate Kelinci dan Perempuan
Kalangan wisatawan lokal meminati Sate kelinci yang dijual di Yogyakarta, karena diyakini daging hewan itu mempunyai kandungan nutrisi, tidak mengandung kolesterol, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati sate kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 50 hingga 60 pembeli," kata Tukirah, penjual sate kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).
Menurut dia, sate kelinci memilki rasa berbeda dengan sate lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.
"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.
Ia mengatakan umur kelinci memengaruhi kualitas daging. Jika umur semakin tua, maka daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.
"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00 WIB karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.
Dia mengatakan harga jual satai kelinci relatif murah hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.
Tukirah mengatakan dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan sate. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," kataya.
Seorang pembeli sate kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan sate kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.
Ia mengatakan setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. (luc/Ant)
Sumber : wartakota.co.id
Lihat juga:
Wine
Burger King
"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati sate kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 50 hingga 60 pembeli," kata Tukirah, penjual sate kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).
Menurut dia, sate kelinci memilki rasa berbeda dengan sate lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.
"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.
Ia mengatakan umur kelinci memengaruhi kualitas daging. Jika umur semakin tua, maka daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.
"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00 WIB karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.
Dia mengatakan harga jual satai kelinci relatif murah hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.
Tukirah mengatakan dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan sate. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," kataya.
Seorang pembeli sate kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan sate kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.
Ia mengatakan setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. (luc/Ant)
Sumber : wartakota.co.id
Lihat juga:
Wine
Burger King
Minggu, 28 November 2010
Ayo Makan di Steak 21
Di Steak 21 para pecinta steak bisa menikmati aneka steak nan lezat. Mulai dari steik ayam, sapi, hingga daging. Proses marinated yang sempurna menghasilkan rasa yang istimewa
SUDAH memutuskan ingin berbuka apa hari ini? Bila bosan menyantap hidangan sehari-hari,bagaimana bila mencoba berbuka dengan steik.Ada berbagai pilihan yang bisa didapat,mulai ayam hingga ikan.
Ketika berbuka, orang Indonesia biasanya menginginkan nasi sebagai hidangan utama.Namun,Anda bisa sesekali bertukar selera dengan menyantap steik sebagai menu berbuka. Hitung-hitung untuk menghilangkan kejenuhan saja dan memperkaya selera di bulan puasa ini. Sebagai rekomendasi, ada Steak 21 yang berlokasi di Pejaten Village,Jakarta Selatan. Walau steik sudah menjadi menu populer di sini, restoran yang khusus menyediakan menu ini masih tergolong sedikit.Kebanyakan tidak mengkhususkan diri menjual hidangan ini semata. Nah, salah satu resto yang benar-benar khusus menyediakan menu steik antara lain Steak 21.
Menurut Supervisor Steak 21 Dwi Apriliya, pemilik restoran ini memang sengaja mengangkat menu steik karena mengetahui banyak restoran steik di Jakarta tidak berkembang. “Karena itu, beliau ingin menjadikan restoran ini sebagai restoran steik yang berkembang dan banyak diminati.Ini sekaligus menjadi tantangannya,” beber Dwi. Sampai saat ini, Steak 21 sedikitnya mempunyai 10 cabang.Apa kelebihan steik ala restoran ini? Menurut Dwi, karena proses pengolahan daging-dagingnya yang sempurna, sehingga menghasilkan daging yang lembut dan dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam. Rahasianya terletak pada proses marinated.
Tidak tanggung-tanggung, bumbu-bumbu yang digunakan untuk melumuri daging-daging ini, didiamkan selama delapan jam. Atau semalam sebelum dibakar. Di samping itu,hasil daging pun juga lebih juicy. Kebanyakan pengunjung meminta steik diolah medium, sehingga hasilnya lebih juicy. Beberapa menu jagoan Steak 21 adalah tenderloin steak, daging yang disajikan lembut dan tanpa lemak. Beda lagi dengan sirloin original, dagingnya lebih berlemak dan terasa lebih mantap sekaligus creamy karena adanya butter dot yang diletakkan di atas daging. Steik pun menjadi lebih renyah dan lezat tentunya. Yang suka ikan boleh mencoba grill gindara.Tekstur daging ikan ini amat lembut dan tidak berminyak.
Baik ikan gindara maupun sirloin, dihidangkan dengan saus jamur yang dilumuri di atasnya. Chicken crispy juga layak dicoba. Ini adalah daging ayam bagian dada tanpa tulang, dan dibalut dengan tepung renyah dan gurih. Bumbu-bumbunya sendiri dilumuri di dada tersebut dan didiamkan hingga dua jam. Penampilan daging ayam ini pun sangat menggoda. Dengan ayam yang sudah dibalut tepung dan digoreng hingga garing,pastilah terasa akan sangat renyah ketika digigit. Mau menyantap steik dengan nasi,Anda bisa memesan Gonzales with rice.
Daging sirloin yang sudah dipotong-potong kemudian ditumis asam manis dan disajikan di atas hot plate yang di bawahnya ada hot stone atau bebatuan koral. Fungsi dari batu koral ini adalah untuk menahan panas lebih lama. Seporsi steik tersebut dijamin sudah membuat kenyang.Apalagi, ada tambahan sayur dan kentang goreng. Nah, bagi yang ingin bersantap hemat, Steak 21 memiliki paket combo yang tersedia dalam 10 pilihan, di antaranya satu porsi sirloin steak dengan chicken steak, kentang goreng, dan banana split hanya dikenakan harga Rp85.000.
Satu lagi yang membedakan Steak 21 dengan restoran lain. Restoran ini menyediakan saus BBQ dalam kemasan botol. Jadi, tidak perlu repot meminta tambah saus home made ini jika Anda inginkan. (sri noviarni- Seputar Indonesia)
Sumber : id.openrice.com - sri noviarni-seputar indonesia
Lihat juga:
Sate
Burger King
SUDAH memutuskan ingin berbuka apa hari ini? Bila bosan menyantap hidangan sehari-hari,bagaimana bila mencoba berbuka dengan steik.Ada berbagai pilihan yang bisa didapat,mulai ayam hingga ikan.
Ketika berbuka, orang Indonesia biasanya menginginkan nasi sebagai hidangan utama.Namun,Anda bisa sesekali bertukar selera dengan menyantap steik sebagai menu berbuka. Hitung-hitung untuk menghilangkan kejenuhan saja dan memperkaya selera di bulan puasa ini. Sebagai rekomendasi, ada Steak 21 yang berlokasi di Pejaten Village,Jakarta Selatan. Walau steik sudah menjadi menu populer di sini, restoran yang khusus menyediakan menu ini masih tergolong sedikit.Kebanyakan tidak mengkhususkan diri menjual hidangan ini semata. Nah, salah satu resto yang benar-benar khusus menyediakan menu steik antara lain Steak 21.
Menurut Supervisor Steak 21 Dwi Apriliya, pemilik restoran ini memang sengaja mengangkat menu steik karena mengetahui banyak restoran steik di Jakarta tidak berkembang. “Karena itu, beliau ingin menjadikan restoran ini sebagai restoran steik yang berkembang dan banyak diminati.Ini sekaligus menjadi tantangannya,” beber Dwi. Sampai saat ini, Steak 21 sedikitnya mempunyai 10 cabang.Apa kelebihan steik ala restoran ini? Menurut Dwi, karena proses pengolahan daging-dagingnya yang sempurna, sehingga menghasilkan daging yang lembut dan dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam. Rahasianya terletak pada proses marinated.
Tidak tanggung-tanggung, bumbu-bumbu yang digunakan untuk melumuri daging-daging ini, didiamkan selama delapan jam. Atau semalam sebelum dibakar. Di samping itu,hasil daging pun juga lebih juicy. Kebanyakan pengunjung meminta steik diolah medium, sehingga hasilnya lebih juicy. Beberapa menu jagoan Steak 21 adalah tenderloin steak, daging yang disajikan lembut dan tanpa lemak. Beda lagi dengan sirloin original, dagingnya lebih berlemak dan terasa lebih mantap sekaligus creamy karena adanya butter dot yang diletakkan di atas daging. Steik pun menjadi lebih renyah dan lezat tentunya. Yang suka ikan boleh mencoba grill gindara.Tekstur daging ikan ini amat lembut dan tidak berminyak.
Baik ikan gindara maupun sirloin, dihidangkan dengan saus jamur yang dilumuri di atasnya. Chicken crispy juga layak dicoba. Ini adalah daging ayam bagian dada tanpa tulang, dan dibalut dengan tepung renyah dan gurih. Bumbu-bumbunya sendiri dilumuri di dada tersebut dan didiamkan hingga dua jam. Penampilan daging ayam ini pun sangat menggoda. Dengan ayam yang sudah dibalut tepung dan digoreng hingga garing,pastilah terasa akan sangat renyah ketika digigit. Mau menyantap steik dengan nasi,Anda bisa memesan Gonzales with rice.
Daging sirloin yang sudah dipotong-potong kemudian ditumis asam manis dan disajikan di atas hot plate yang di bawahnya ada hot stone atau bebatuan koral. Fungsi dari batu koral ini adalah untuk menahan panas lebih lama. Seporsi steik tersebut dijamin sudah membuat kenyang.Apalagi, ada tambahan sayur dan kentang goreng. Nah, bagi yang ingin bersantap hemat, Steak 21 memiliki paket combo yang tersedia dalam 10 pilihan, di antaranya satu porsi sirloin steak dengan chicken steak, kentang goreng, dan banana split hanya dikenakan harga Rp85.000.
Satu lagi yang membedakan Steak 21 dengan restoran lain. Restoran ini menyediakan saus BBQ dalam kemasan botol. Jadi, tidak perlu repot meminta tambah saus home made ini jika Anda inginkan. (sri noviarni- Seputar Indonesia)
Sumber : id.openrice.com - sri noviarni-seputar indonesia
Lihat juga:
Sate
Burger King
Kamis, 25 November 2010
Delicious Halal Dim Sum
Not to Hong Kong if it does not eat Dim Sum. So they say. Dim Sum, this flour-based foods, the dessert menu was originally derived from China's past kings. Generally, these foods are made from materials that are not kosher. Thus, Muslim tourists to be careful eating them. Dim Sum is a term in Cantonese, which means a snack. Typically, the Dim Sum as a menu for breakfast eaten before lunch or brunch. Food Dim Sum it was popular to the world from Hong Kong.
Dim Sum comprises a variety of small snacks that are usually enjoyed with tea. Activities to drink tea and eat Dim Sum in Hong Kong called yam cha. Yam cha own sense is actually drinking tea. But tea is usually equipped with a Dim Sum meal or snack cantons. Dim Sum is served in small baskets made of bamboo.
So if all Dim Sum in Hong Kong haram? Not really. There is a kosher one. The place is the Islamic Centre in Wan Chai. Here, we can enjoy the Dim Sum at a kosher restaurant, run by a Chinese Muslim. Biasaya, full of restaurants Dim Sum on Saturday and Sunday. Families in Hong Kong generally live separately between parents and their children. Yam cha became their arena to meet and bersilaturahim.
Source: Subroto - bataviase.co.id
See also:
Steak
Sate
Dim Sum comprises a variety of small snacks that are usually enjoyed with tea. Activities to drink tea and eat Dim Sum in Hong Kong called yam cha. Yam cha own sense is actually drinking tea. But tea is usually equipped with a Dim Sum meal or snack cantons. Dim Sum is served in small baskets made of bamboo.
So if all Dim Sum in Hong Kong haram? Not really. There is a kosher one. The place is the Islamic Centre in Wan Chai. Here, we can enjoy the Dim Sum at a kosher restaurant, run by a Chinese Muslim. Biasaya, full of restaurants Dim Sum on Saturday and Sunday. Families in Hong Kong generally live separately between parents and their children. Yam cha became their arena to meet and bersilaturahim.
Source: Subroto - bataviase.co.id
See also:
Steak
Sate
Rabu, 24 November 2010
Lezatnya Sate Mak Sukur
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.
Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.
Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.
Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:
* Pasaraya Manggarai
* Pasaraya Blok M
* Jl. Pengambiran No 37, Rawamangun Jaktim Telp 021- 93274702
* Mall Kelapa Gading
Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.
Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.
Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.
Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!
Sumber : dania - indonesi.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.
Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.
Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.
Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:
* Pasaraya Manggarai
* Pasaraya Blok M
* Jl. Pengambiran No 37, Rawamangun Jaktim Telp 021- 93274702
* Mall Kelapa Gading
Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.
Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.
Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.
Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!
Sumber : dania - indonesi.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Senin, 22 November 2010
Soto Ayam Sambal Hijau
Berbagai macam jenis makanan yang bisa diolah dengan bahan dasar ayam, salah satunya adalah Soto. Berikut adalah resep cara pembuatan Soto Ayam dengan Sambal Hijau.
Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis
Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit
Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.
Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com
Lihat juga :
Sate
Burger King
Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis
Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit
Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.
Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com
Lihat juga :
Sate
Burger King
Minggu, 21 November 2010
Soto Meatball Pak Saeton from Banyuwangi
Various types of Soto may have been common in parts of the archipelago, as one dish berkuah with a variety of menu choices like chicken soup, meat, and tripe.
Unlike the case with the presentation type of soup is served at the stall Pak Saeton Barong located at Jalan 156, Bakungan Village, District Glagah, Banyuwangi.
This soup is served with a mix of meatballs, Banyuwangi people used to call it meatball soup. Form of presentation is the same with soup and meatballs in general, with complementary and vermicelli noodles, a little fried onions and celery are then mixed gravy meatball soup.
The picture looks outstanding in preparing this meal is a yellow soup, so that when viewed as kind of soup in general.
The new person can tell the difference, if it is felt these dishes. It was, no less delicious with chicken soup, meat, or tripe.
First time to enjoy the meatball soup broth was outstanding, it feels so wonderful as eating meatballs mixed with soup. Merger sauce and meatball soup was so attached dilidah, thus creating a delicacy for the audience.
Enjoyment was added to the bulb dish of meat, chicken claw, head of chicken, beef and mixed balungan innards.
For connoisseurs do not have to select all menu complement meatball soup because these foods will make the extra belly full, but regular purchaser menu mix according to taste.
Usually they mix the meatball soup between the bulb plus the claw meat and chicken heads, there are also buyers who just want to enjoy balungan mixed cow innards.
This meatball soup can be eaten with rice or rice cake.
Meatball soup secret pleasure is derived from the gravy, soup seasoning mix them consist of sere, turmeric, laos, ginger, garlic, onion, pepper, broth mixed with meatballs that come from immersion balungan and beef.
Every day the shop owner always prepare 10 pounds of chicken heads and chicken claw 10 kg, meat to make the bulb 14 kg, and balungan cows up to 20 kg.
As a result, almost every day shop open Pak Saeton that began at 11:00 to 17:00 am always filled with visitors, even every day can usually spend up to 700 bowls.
For the price of soup meatballs per serving according to the number of the selected menu. For the regular menu, mixed bulb and head of a chicken claw, buyer just pay Rp 5 thousand.
Shape the success of Mr. Saeton combines two flavors of meatballs and meatball soup into soup originally had a doubt, what future products can be accepted in society. Moreover, society generally Banyuwangi tongue is so sensitive to every dish.
"People Banyuwangi was always choose and fussy with food, cooking apabaila unpleasant, yes daganganya not sell," said the man born 68 years ago this.
According to Mr. Saeton when that idea came because he wanted to create a different menu, good for the hobby to sit and eat meatballs and soup. So people can feel both these foods, as well as meatball soup.
At first it was so weird to hear meatballs mixed soup, as currently in Banyuwangi is only known salad soup, but because they want to be different, Mr. Saeton try mencapur both desperate to make a breakthrough.
First opened business in 1971, a meatball soup stall has not been known and known to the public "Blambangan Earth." But gradually it began to stall many buyers visited.
"First open stalls deserted, shops began to busy buyers because spread by word of mouth from people who've tried it," he explained.
Now the struggle to create different menus combine soup and meatballs which began 39 years ago by Mr. Saeton not in vain, even not only known by the people of Banyuwangi, but the people outside, such as from Jakarta, Malang, Surabaya, is also often stopped by to enjoy a meatball soup Pak Saeton.
Riot buyers who stop by the kiosk to make the results of its sales turnover per day can make a profit reached Rp 3, 5 million.
Source: Fachrur Rozi - antarajatim.com
See also:
Sate
Hanamasa
Unlike the case with the presentation type of soup is served at the stall Pak Saeton Barong located at Jalan 156, Bakungan Village, District Glagah, Banyuwangi.
This soup is served with a mix of meatballs, Banyuwangi people used to call it meatball soup. Form of presentation is the same with soup and meatballs in general, with complementary and vermicelli noodles, a little fried onions and celery are then mixed gravy meatball soup.
The picture looks outstanding in preparing this meal is a yellow soup, so that when viewed as kind of soup in general.
The new person can tell the difference, if it is felt these dishes. It was, no less delicious with chicken soup, meat, or tripe.
First time to enjoy the meatball soup broth was outstanding, it feels so wonderful as eating meatballs mixed with soup. Merger sauce and meatball soup was so attached dilidah, thus creating a delicacy for the audience.
Enjoyment was added to the bulb dish of meat, chicken claw, head of chicken, beef and mixed balungan innards.
For connoisseurs do not have to select all menu complement meatball soup because these foods will make the extra belly full, but regular purchaser menu mix according to taste.
Usually they mix the meatball soup between the bulb plus the claw meat and chicken heads, there are also buyers who just want to enjoy balungan mixed cow innards.
This meatball soup can be eaten with rice or rice cake.
Meatball soup secret pleasure is derived from the gravy, soup seasoning mix them consist of sere, turmeric, laos, ginger, garlic, onion, pepper, broth mixed with meatballs that come from immersion balungan and beef.
Every day the shop owner always prepare 10 pounds of chicken heads and chicken claw 10 kg, meat to make the bulb 14 kg, and balungan cows up to 20 kg.
As a result, almost every day shop open Pak Saeton that began at 11:00 to 17:00 am always filled with visitors, even every day can usually spend up to 700 bowls.
For the price of soup meatballs per serving according to the number of the selected menu. For the regular menu, mixed bulb and head of a chicken claw, buyer just pay Rp 5 thousand.
Shape the success of Mr. Saeton combines two flavors of meatballs and meatball soup into soup originally had a doubt, what future products can be accepted in society. Moreover, society generally Banyuwangi tongue is so sensitive to every dish.
"People Banyuwangi was always choose and fussy with food, cooking apabaila unpleasant, yes daganganya not sell," said the man born 68 years ago this.
According to Mr. Saeton when that idea came because he wanted to create a different menu, good for the hobby to sit and eat meatballs and soup. So people can feel both these foods, as well as meatball soup.
At first it was so weird to hear meatballs mixed soup, as currently in Banyuwangi is only known salad soup, but because they want to be different, Mr. Saeton try mencapur both desperate to make a breakthrough.
First opened business in 1971, a meatball soup stall has not been known and known to the public "Blambangan Earth." But gradually it began to stall many buyers visited.
"First open stalls deserted, shops began to busy buyers because spread by word of mouth from people who've tried it," he explained.
Now the struggle to create different menus combine soup and meatballs which began 39 years ago by Mr. Saeton not in vain, even not only known by the people of Banyuwangi, but the people outside, such as from Jakarta, Malang, Surabaya, is also often stopped by to enjoy a meatball soup Pak Saeton.
Riot buyers who stop by the kiosk to make the results of its sales turnover per day can make a profit reached Rp 3, 5 million.
Source: Fachrur Rozi - antarajatim.com
See also:
Sate
Hanamasa
Senin, 15 November 2010
Bikin Cake isi Ice cream yuk
Gak sengaja nemuin resep unik ini, Cake isi Ice cream hemmm... kayaknya enak nih. Abisnya saya suka banget ma Ice cream. Yawda saya ambil aja resepnya dari kompas buat referensi, kali aja besok-besok mo bikin. Dari tampilannya sih uenak banget tuh, apalagi makannya pas siang-siang gini. Mo tau cara bikinnya??
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Sate Mushroom from Kediri
Your lover Sate mutton, chicken, cow or horse. This time there is a sensation Sate with oyster mushrooms and white material. In addition to savory and delicious taste, the benefits for the body believed to not cause harmful diseases.
If you people can enjoy dishes Sate Kediri white oyster mushrooms, in front of Mapolsek Grogol, Kediri, Kediri-Nganjuk Highway. The seller hawking his wares using a modified Vespa like a street vendor cart.
"It was with this I can selling vespa around, stopping wherever I like. But it was almost a year I was settled here, because it's subscriptions start there," said Arbani, the selling Sate white oyster mushrooms to detiksurabaya.com who met in cart, Saturday (10/23/2010).
About Sate white oyster mushrooms wares, Arbani confessed to start by selling food so from office to office. This business is the development of the white oyster mushroom cultivation is done at home. On the pretext of selling turnover was great, she dared swerved turn it into a stall, with Sate processing done by order.
"Just be my boiled mushrooms and season at home. The rest ranging from cutting, stabbing and burning I do is based on orders," explained Arbani.
For the benefit of eating oyster mushrooms Sate wares, Arbani claim does not present a dangerous disease to those who consume. In addition to hygienically processed, oyster mushrooms are certainly different types of plants that can be ascertained meat containing high cholesterol.
Price Sate white oyster mushrooms are also very affordable by all people, because it sells for Rp 5,000 for each portion.
"It is said that the buyer, not me making it up. Many who used to like to switch to goat Sate here for fear of high blood pressure, and nobody likes Satay chicken but fear of allergies," said Arbani excited.
Men who had been a faculty member at one of the MTs in Kediri regency admitted, the choice is peddling Sate in a sweet shop coming to fruition. From the beginning of opening a business is only able to spend 1 kg of mushrooms, this time in a day at least 7 kg of mushrooms can be spent.
"The obvious result is greater than sukuan (Power GTT) in the madrassa," he concluded sumringah.
Sate your buff and do not want to feel the negative effects when consumed, there was nothing wrong with enjoying the Sate white oyster mushroom ingredients. Because it's guaranteed to remain senikmat savory mutton, chicken, beef or even horse. (Fat / fat - Samson Hadi - detikSurabaya)
See also:
Hanamasa
Dim Sum
If you people can enjoy dishes Sate Kediri white oyster mushrooms, in front of Mapolsek Grogol, Kediri, Kediri-Nganjuk Highway. The seller hawking his wares using a modified Vespa like a street vendor cart.
"It was with this I can selling vespa around, stopping wherever I like. But it was almost a year I was settled here, because it's subscriptions start there," said Arbani, the selling Sate white oyster mushrooms to detiksurabaya.com who met in cart, Saturday (10/23/2010).
About Sate white oyster mushrooms wares, Arbani confessed to start by selling food so from office to office. This business is the development of the white oyster mushroom cultivation is done at home. On the pretext of selling turnover was great, she dared swerved turn it into a stall, with Sate processing done by order.
"Just be my boiled mushrooms and season at home. The rest ranging from cutting, stabbing and burning I do is based on orders," explained Arbani.
For the benefit of eating oyster mushrooms Sate wares, Arbani claim does not present a dangerous disease to those who consume. In addition to hygienically processed, oyster mushrooms are certainly different types of plants that can be ascertained meat containing high cholesterol.
Price Sate white oyster mushrooms are also very affordable by all people, because it sells for Rp 5,000 for each portion.
"It is said that the buyer, not me making it up. Many who used to like to switch to goat Sate here for fear of high blood pressure, and nobody likes Satay chicken but fear of allergies," said Arbani excited.
Men who had been a faculty member at one of the MTs in Kediri regency admitted, the choice is peddling Sate in a sweet shop coming to fruition. From the beginning of opening a business is only able to spend 1 kg of mushrooms, this time in a day at least 7 kg of mushrooms can be spent.
"The obvious result is greater than sukuan (Power GTT) in the madrassa," he concluded sumringah.
Sate your buff and do not want to feel the negative effects when consumed, there was nothing wrong with enjoying the Sate white oyster mushroom ingredients. Because it's guaranteed to remain senikmat savory mutton, chicken, beef or even horse. (Fat / fat - Samson Hadi - detikSurabaya)
See also:
Hanamasa
Dim Sum
Kamis, 11 November 2010
Eating Dim Sum Guidance
Dim Sum restaurants in Hong Kong are busy, loud and move at a hundred miles an hour – that’s what makes them great – but the clamour and clatter can also be intimidating for first timers. This how to order Dim Sum guide will walk you through the rules and customs of ordering Dim Sum, from navigating the ordering process to where not to put your chopsticks.
1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.
2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.
3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.
4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.
5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)
See also :
Ice cream
Sate
1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.
2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.
3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.
4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.
5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)
See also :
Ice cream
Sate
Rabu, 10 November 2010
Ice cream Cakes
Ice cream or Ice-cream is a frozen dessert usually made from dairy products, such as milk and cream, and often combined with fruits or other ingredients and flavours. Most varieties contain sugar, although some are made with other sweeteners. In some cases, artificial flavourings and colourings are used in addition to (or in replacement of) the natural ingredients. This mixture is stirred slowly while cooling to prevent large ice crystals from forming; the result is a smoothly textured ice cream.
The meaning of the term Ice cream varies from one country to another. Terms like frozen custard, frozen yogurt, sorbet, gelato and others are used to distinguish different varieties and styles. In some countries, like the USA, the term Ice cream applies only to a specific variety, and their governments regulate the commercial use of all these terms based on quantities of ingredients. In others, like Italy and Argentina, one word is used for all the variants. Alternatives made from soy milk, rice milk, and goat milk are available for those who are lactose intolerant or have an allergy to dairy protein, or in the case of soy and rice milk, for those who want to avoid animal products.
Ice cream cake is either ice cream in the shape of a cake or Ice cream and cake layered together to make a single form. The idea of Ice cream cake came from desserts composed of cream and cookies or cake called trifles, which first turned up in the Renaissance. Ice cream cake can be used for birthday cakes or, as has recently become en vogue among celebrities such as Victoria Beckham and Britney Spears, at weddings.
Victorians made desserts called bombes, which consisted of Ice cream and fruit in fancy molds. Sometimes these desserts were lined with cake or biscuits. Ice cream cake recipes dating to the 1870s have also been found.
A 3-inch-diameter (76 mm) Ice cream cake from Singapore with berry topping
Today, Ice cream cakes are made in many Ice cream stores and in many different varieties, including tin roof pie. They come in a variety of flavors and styles. Ice cream cakes are primarily made by layering two different types of hard Ice cream, with soft serve acting as the "icing". (en.wikipedia)
See also :
Sate
Wine
The meaning of the term Ice cream varies from one country to another. Terms like frozen custard, frozen yogurt, sorbet, gelato and others are used to distinguish different varieties and styles. In some countries, like the USA, the term Ice cream applies only to a specific variety, and their governments regulate the commercial use of all these terms based on quantities of ingredients. In others, like Italy and Argentina, one word is used for all the variants. Alternatives made from soy milk, rice milk, and goat milk are available for those who are lactose intolerant or have an allergy to dairy protein, or in the case of soy and rice milk, for those who want to avoid animal products.
Ice cream cake is either ice cream in the shape of a cake or Ice cream and cake layered together to make a single form. The idea of Ice cream cake came from desserts composed of cream and cookies or cake called trifles, which first turned up in the Renaissance. Ice cream cake can be used for birthday cakes or, as has recently become en vogue among celebrities such as Victoria Beckham and Britney Spears, at weddings.
Victorians made desserts called bombes, which consisted of Ice cream and fruit in fancy molds. Sometimes these desserts were lined with cake or biscuits. Ice cream cake recipes dating to the 1870s have also been found.
A 3-inch-diameter (76 mm) Ice cream cake from Singapore with berry topping
Today, Ice cream cakes are made in many Ice cream stores and in many different varieties, including tin roof pie. They come in a variety of flavors and styles. Ice cream cakes are primarily made by layering two different types of hard Ice cream, with soft serve acting as the "icing". (en.wikipedia)
See also :
Sate
Wine
Selasa, 09 November 2010
Tradisi Mengudap Dim Sum
Dim Sum - Bagi bangsa tua seperti China, aktivitas makan dan mengudap tak melulu hanya soal mengisi perut. Ada sentuhan seni yang mengiringi proses itu. Alhasil, kepuasannya tak hanya bisa diukur dari seberapa banyak yang dimakan, tapi juga sampai pada bagaimana metode penyajian, waktu penyajian hingga teman makan.
Nah, seperti layaknya tradisi mengudap di berbagai negara di seluruh dunia. Kudapan alias makanan kecil biasanya hanya disantap di sela-sela waktu makan utama, dengan porsi kecil dan dinikmati sembari bersantai. “Sebagai kudapan, awalnya Dim Sum hanya disantap saat pagi dan sore hari untuk teman minum teh. Pada perkembangannya, Dim Sum juga jadi menu sarapan,” ungkap Christoper, manajer Diamond Restaurant.
Maka, jangan heran bila kebanyakan restoran penyedia Dim Sum —termasuk di Solo— hanya menyediakan menu kudapan ini pada waktu pagi hingga sore hari. “Menu Dim Sum hanya tersedia hingga pukul 15.30 WIB. Setelah itu, menu diganti dengan menu makanan besar,” tutur Deasy Christina dari Orient International Restaurant.
Tak semua restoran penyedia Dim Sum mengadopsi kebiasaan ini. Di Diamond Restaurant, Wisma Boga dan Mr Dim Sum di Solo Grand Mall, Dim Sum juga bisa dinikmati hingga malam hari.
Berdasarkan kebiasaan, restoran penyedia Dim Sum sudah mulai beroperasi di pagi hari. Saat pagi, beraneka menu Dim Sum diatur rapi dalam wadah tenong bambu dan disusun vertikal pada sebuah meja steam. Pelanggan bisa langsung memilih, atau mengambil sendiri menu Dim Sum yang tersaji. Tapi, adapula restoran yang tak men-display Dim Sum-nya.
Dim Sum paling pas bila disantap ditemani bubur atau nasi tim. Ada banyak pilihan bubur pendamping, yang paling populer adalah bubur ayam. Ada pula bubur bebek, bubur sapi, bubur seafood dan bubur bitan (telur hitam-red), seperti yang tersedia di Sun City Restaurant. “Ragam bubur sengaja dibuat banyak, agar pelanggan punya pilihan santapan sesuai selera,” kata Didik Sarono, kapten restoran.
Coba juga nasi tim ala Orient. Nasi setengah matang ditim bersama dengan potongan jamur dan ayam yang telah dibumbui. Proses pengetiman, membuat nasi lebih lunak dan bumbu ayam meresap ke setiap butiran nasi. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)
Lihat juga :
Burger King
Sate
Nah, seperti layaknya tradisi mengudap di berbagai negara di seluruh dunia. Kudapan alias makanan kecil biasanya hanya disantap di sela-sela waktu makan utama, dengan porsi kecil dan dinikmati sembari bersantai. “Sebagai kudapan, awalnya Dim Sum hanya disantap saat pagi dan sore hari untuk teman minum teh. Pada perkembangannya, Dim Sum juga jadi menu sarapan,” ungkap Christoper, manajer Diamond Restaurant.
Maka, jangan heran bila kebanyakan restoran penyedia Dim Sum —termasuk di Solo— hanya menyediakan menu kudapan ini pada waktu pagi hingga sore hari. “Menu Dim Sum hanya tersedia hingga pukul 15.30 WIB. Setelah itu, menu diganti dengan menu makanan besar,” tutur Deasy Christina dari Orient International Restaurant.
Tak semua restoran penyedia Dim Sum mengadopsi kebiasaan ini. Di Diamond Restaurant, Wisma Boga dan Mr Dim Sum di Solo Grand Mall, Dim Sum juga bisa dinikmati hingga malam hari.
Berdasarkan kebiasaan, restoran penyedia Dim Sum sudah mulai beroperasi di pagi hari. Saat pagi, beraneka menu Dim Sum diatur rapi dalam wadah tenong bambu dan disusun vertikal pada sebuah meja steam. Pelanggan bisa langsung memilih, atau mengambil sendiri menu Dim Sum yang tersaji. Tapi, adapula restoran yang tak men-display Dim Sum-nya.
Dim Sum paling pas bila disantap ditemani bubur atau nasi tim. Ada banyak pilihan bubur pendamping, yang paling populer adalah bubur ayam. Ada pula bubur bebek, bubur sapi, bubur seafood dan bubur bitan (telur hitam-red), seperti yang tersedia di Sun City Restaurant. “Ragam bubur sengaja dibuat banyak, agar pelanggan punya pilihan santapan sesuai selera,” kata Didik Sarono, kapten restoran.
Coba juga nasi tim ala Orient. Nasi setengah matang ditim bersama dengan potongan jamur dan ayam yang telah dibumbui. Proses pengetiman, membuat nasi lebih lunak dan bumbu ayam meresap ke setiap butiran nasi. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)
Lihat juga :
Burger King
Sate
Senin, 08 November 2010
Yam Cha Semerbak dan Dim Sum lezat ala Canton
Ingin menghabiskan waktu santai bersama keluarga atau teman-teman di Minggu pagi? Rasanya Yam Cha alias 'minum teh' ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tak hanya sekedar minum teh, aneka varian Dim Sum dan hidangan oriental lainnya bakal membuat lidah bergoyang.
Di hari Minggu kemarin akhirnya tibalah waktunya untuk memenuhi janji menikmati Yam Cha bersama teman-teman. Kebetulan di salah satu restoran hotel berbintang yang terletak di kawasan Mega Kuningan kini menggelar ritual Yam Cha setiap hari Minggu pagi. Beruntunglah hari libur membuat mobil yang saya tumpangi melesat mulus langsung menuju kawasan Mega Kuningan yang biasanya padat.
Tak seperti biasanya, ada yang berbeda saat saya melangkah memasuki Pearl Chinese Restaurant. Restoran Chinese yang terletak di lantai 1, Hotel JW Marriott ini tampil berbeda dari hari biasanya. Beberapa meja diset di luar restoran dan saat melangkah masuk berbagai stations makanan bagai menyambut para pengunjung yang datang.
Berbagai pernak-pernik seperti lampion dan sangkar burung bernuansa merah cerah menghiasi langit-langit. Banner besar bertuliskan Gong Xi Fat Choi ikut menambah kental suasana oriental untuk menyambut datangnya Imlek. Saat asyik mengedarkan pandangan, tiba-tiba dari kejauhan seseorang melambaikan tangan. Rupanya teman-teman saya sudah duduk manis melingkari sebuah meja bundar. Sengaja mereka menunggu saya tiba sebelum memulai Yam Cha bersama-sama.
Mungkin bagi masyarakat keturunan Tionghoa sudah tak asing lagi dengan seremonial bernama Yam Cha ini. Yam Cha dapat diartikan sebagai 'minum teh' di pagi hari. Kebiasaan minum teh ini berasal dari Kanton bagian selatan Cina, dimana Yam Cha biasanya dinikmati pagi hari di kedai-kedai teh di pinggir jalan. Sambil mengobrol santai bersama teman-teman sebelum memulai aktivitas, minum teh ini juga seringkali diiringi dengan makanan pendamping seperti Dim Sum.
Menurut kebiasaan, untuk menikmati Yam Cha haruslah dengan perut kosong. Itulah yang saya lakukan pagi ini. Layaknya sebuah restoran Chinese pada umumnya setiap meja dilengkapi dengan piring, sumpit, dan cangkir teh khas Cina yang berupa cangkir mungil dari keramik dan mangkuk kecil.
Pertama-tama Oolong Tea diracik didalam teko tanah liat dituang ke gelas keramik putih oleh seorang pelayan wanita berpakaian cheongsam (baju tradisional Cina dengan leher tinggi dan belahan di sisi roknya yang panjang hingga ke mata kaki). Menurut kebiasaan teh dituang ke cangkir untuk dihirup aromanya terlebih dahulu. Hmm... setelah meresapi wangi aromanya barulah cangkir ditutup dengan mangkuk kecil dan dituangkan terbalik sehingga teh berpindah ke mangkuk. Setelah itu teh dihirup langsung dari mangkuk slurppp... hmm selain wangi rasanya ringan dan tidak pahit.
Saat teh cangkir pertama habis, kami pun mulai bergerak menuju jejeran stations makanan. Sekitar kurang lebih 7 stations makanan digelar, diantaranya Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, dan Drunken Shrimp yang merupakan favorit pengujung. Wah wah... banyaknya aneka pilihan membuat saya jadi kebingungan ingin memulai dari mana?
Menikmati Yam Cha tak lengkap rasanya tanpa kehadiran Dim Sum. Untuk menikmati Dim Sum yang digoreng dan di pan fried, dapat diambil sepuasnya di buffet. Sedangkan untuk menikmati Dim Sum kukus seperti hakau, siomay, atau xiao long bao harus dilakukan by order. Tentunya ini sudah termasuk harga paket Rp 138.000,00 ++ yang harus kami bayar untuk menikmati Yam Cha ini.
Dim Sum disajikan dalam wadah-wadah bambu dengan porsi cukup besar dengan isi hakau dan siomay. Siomaynya lembut dengan campuran dua buah udang yang gendut-gendut di dalamnya. Sedangkan shirmp hakau berisi udang besar dengan rasa lembut, gurih dan tidak liat. Saat dimakan terasa kesegaran udang yang dimasak tanpa over cooked. Hmm.. nyam nyam! Sesekali kami pun menghirup teh untuk melarutkan lemak yang menempel langit-langit mulut.
Setelah kenyang menyantap Dim Sum, saya memutuskan menuju counter 'Congee Station' alias counter bubur nasi. Lebih dari 10 condiment yang ditaruh dalam mangkuk-mangkuk keramik Cina disamping seorang chef yang sedang meracik bubur. Pertama-tama bubur diambil dari dalam wadah keramik Cina dan dituangkan pada panci untuk dihangatkan diatas kompor listrik, lalu diracik beserta topping pilihan pengunjung. Hmm... bau harum bubur yang menguar dari panci sungguh menggoda!
Suapan pertama hampir membuat lidah saya terbakar, buburnya terasa panas mengigit lidah. Teksturnya tidak terlalu kental, cenderung encer dan gurih mendominasi rasa bubur ini. Irisan ayam dan udang sungguh empuk, berpadu serasi dengan telur phi tan. Hmm... sedap Dim Sum ini dimakan panas-panas! Akhirnya creepes yang diisi dengan berbagai macam buah-buahan dengan siraman saus cokelat dan strawberry menjadi penutup manis Yam Cha kami.
Mengingat bukan saja hidangannya yang memuaskan, namun juga kebersamaan yang diciptakan Yam Cha. Rasanya minggu depan saya akan kembali lagi, kali ini untuk menikmati Yam Cha bersama keluarga tercinta! (detik food)
Lihat juga :
Sate
Soto
Di hari Minggu kemarin akhirnya tibalah waktunya untuk memenuhi janji menikmati Yam Cha bersama teman-teman. Kebetulan di salah satu restoran hotel berbintang yang terletak di kawasan Mega Kuningan kini menggelar ritual Yam Cha setiap hari Minggu pagi. Beruntunglah hari libur membuat mobil yang saya tumpangi melesat mulus langsung menuju kawasan Mega Kuningan yang biasanya padat.
Tak seperti biasanya, ada yang berbeda saat saya melangkah memasuki Pearl Chinese Restaurant. Restoran Chinese yang terletak di lantai 1, Hotel JW Marriott ini tampil berbeda dari hari biasanya. Beberapa meja diset di luar restoran dan saat melangkah masuk berbagai stations makanan bagai menyambut para pengunjung yang datang.
Berbagai pernak-pernik seperti lampion dan sangkar burung bernuansa merah cerah menghiasi langit-langit. Banner besar bertuliskan Gong Xi Fat Choi ikut menambah kental suasana oriental untuk menyambut datangnya Imlek. Saat asyik mengedarkan pandangan, tiba-tiba dari kejauhan seseorang melambaikan tangan. Rupanya teman-teman saya sudah duduk manis melingkari sebuah meja bundar. Sengaja mereka menunggu saya tiba sebelum memulai Yam Cha bersama-sama.
Mungkin bagi masyarakat keturunan Tionghoa sudah tak asing lagi dengan seremonial bernama Yam Cha ini. Yam Cha dapat diartikan sebagai 'minum teh' di pagi hari. Kebiasaan minum teh ini berasal dari Kanton bagian selatan Cina, dimana Yam Cha biasanya dinikmati pagi hari di kedai-kedai teh di pinggir jalan. Sambil mengobrol santai bersama teman-teman sebelum memulai aktivitas, minum teh ini juga seringkali diiringi dengan makanan pendamping seperti Dim Sum.
Menurut kebiasaan, untuk menikmati Yam Cha haruslah dengan perut kosong. Itulah yang saya lakukan pagi ini. Layaknya sebuah restoran Chinese pada umumnya setiap meja dilengkapi dengan piring, sumpit, dan cangkir teh khas Cina yang berupa cangkir mungil dari keramik dan mangkuk kecil.
Pertama-tama Oolong Tea diracik didalam teko tanah liat dituang ke gelas keramik putih oleh seorang pelayan wanita berpakaian cheongsam (baju tradisional Cina dengan leher tinggi dan belahan di sisi roknya yang panjang hingga ke mata kaki). Menurut kebiasaan teh dituang ke cangkir untuk dihirup aromanya terlebih dahulu. Hmm... setelah meresapi wangi aromanya barulah cangkir ditutup dengan mangkuk kecil dan dituangkan terbalik sehingga teh berpindah ke mangkuk. Setelah itu teh dihirup langsung dari mangkuk slurppp... hmm selain wangi rasanya ringan dan tidak pahit.
Saat teh cangkir pertama habis, kami pun mulai bergerak menuju jejeran stations makanan. Sekitar kurang lebih 7 stations makanan digelar, diantaranya Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, dan Drunken Shrimp yang merupakan favorit pengujung. Wah wah... banyaknya aneka pilihan membuat saya jadi kebingungan ingin memulai dari mana?
Menikmati Yam Cha tak lengkap rasanya tanpa kehadiran Dim Sum. Untuk menikmati Dim Sum yang digoreng dan di pan fried, dapat diambil sepuasnya di buffet. Sedangkan untuk menikmati Dim Sum kukus seperti hakau, siomay, atau xiao long bao harus dilakukan by order. Tentunya ini sudah termasuk harga paket Rp 138.000,00 ++ yang harus kami bayar untuk menikmati Yam Cha ini.
Dim Sum disajikan dalam wadah-wadah bambu dengan porsi cukup besar dengan isi hakau dan siomay. Siomaynya lembut dengan campuran dua buah udang yang gendut-gendut di dalamnya. Sedangkan shirmp hakau berisi udang besar dengan rasa lembut, gurih dan tidak liat. Saat dimakan terasa kesegaran udang yang dimasak tanpa over cooked. Hmm.. nyam nyam! Sesekali kami pun menghirup teh untuk melarutkan lemak yang menempel langit-langit mulut.
Setelah kenyang menyantap Dim Sum, saya memutuskan menuju counter 'Congee Station' alias counter bubur nasi. Lebih dari 10 condiment yang ditaruh dalam mangkuk-mangkuk keramik Cina disamping seorang chef yang sedang meracik bubur. Pertama-tama bubur diambil dari dalam wadah keramik Cina dan dituangkan pada panci untuk dihangatkan diatas kompor listrik, lalu diracik beserta topping pilihan pengunjung. Hmm... bau harum bubur yang menguar dari panci sungguh menggoda!
Suapan pertama hampir membuat lidah saya terbakar, buburnya terasa panas mengigit lidah. Teksturnya tidak terlalu kental, cenderung encer dan gurih mendominasi rasa bubur ini. Irisan ayam dan udang sungguh empuk, berpadu serasi dengan telur phi tan. Hmm... sedap Dim Sum ini dimakan panas-panas! Akhirnya creepes yang diisi dengan berbagai macam buah-buahan dengan siraman saus cokelat dan strawberry menjadi penutup manis Yam Cha kami.
Mengingat bukan saja hidangannya yang memuaskan, namun juga kebersamaan yang diciptakan Yam Cha. Rasanya minggu depan saya akan kembali lagi, kali ini untuk menikmati Yam Cha bersama keluarga tercinta! (detik food)
Lihat juga :
Sate
Soto
Minggu, 07 November 2010
Sate Maranggi from Ancol
Want to place anywhere, always promising Sundanese cuisine a distinctive taste. As the resulting sense of Sate maranggi Kuring restaurant in the area Saung Beach Ancol, North Jakarta.
Enjoy the atmosphere of the beach to be one option to relieve stress. In order to get relaxed atmosphere, there's nothing wrong we also tasted the dish from the Land Pasundan called Sate maranggi. In contrast to the Sate sold in Jakarta and is from Madura, Sate maranggi typical food can be said Purwakarta, West Java.
However, there are some people who argue that the Sate maranggi comes from Cianjur or around the area Cipanas. Scent of burnt smell when Sate maranggi Seputar Indonesia (SI) entered the restaurant labeled Saung Sunda Kuring, which is located at Pantai Indah Ancol.
Restaurant that was established two years ago, precisely in January 2007, according to its owner, Ade Norman, it makes Sate maranggi as a menu mainstay.
"For the lover of Sundanese cuisine, especially maranggi Sate, do not have far to go to Cianjur, because in Ancol also available Sate maranggi with a sense that is no less tasty," he said.
Ade added, though generally Sate maranggi made of mutton or beef, especially in Saung Kuring, the main raw material used is beef.
Difference Sate maranggi with other types lies in the seasoning made from soy sauce and taste a mix of sweet, sour, and spicy. The combination is exquisite touch sense of the tongue while enjoying the Sate maranggi SI. Generated from the soy sauce taste sweet, sour from vinegar lahang (vinegar is made from sugar cane), and spicy green chili that comes from. (Koran SI / Koran SI/ NSA - okefood)
See also:
Hanamasa
Burger King
Enjoy the atmosphere of the beach to be one option to relieve stress. In order to get relaxed atmosphere, there's nothing wrong we also tasted the dish from the Land Pasundan called Sate maranggi. In contrast to the Sate sold in Jakarta and is from Madura, Sate maranggi typical food can be said Purwakarta, West Java.
However, there are some people who argue that the Sate maranggi comes from Cianjur or around the area Cipanas. Scent of burnt smell when Sate maranggi Seputar Indonesia (SI) entered the restaurant labeled Saung Sunda Kuring, which is located at Pantai Indah Ancol.
Restaurant that was established two years ago, precisely in January 2007, according to its owner, Ade Norman, it makes Sate maranggi as a menu mainstay.
"For the lover of Sundanese cuisine, especially maranggi Sate, do not have far to go to Cianjur, because in Ancol also available Sate maranggi with a sense that is no less tasty," he said.
Ade added, though generally Sate maranggi made of mutton or beef, especially in Saung Kuring, the main raw material used is beef.
Difference Sate maranggi with other types lies in the seasoning made from soy sauce and taste a mix of sweet, sour, and spicy. The combination is exquisite touch sense of the tongue while enjoying the Sate maranggi SI. Generated from the soy sauce taste sweet, sour from vinegar lahang (vinegar is made from sugar cane), and spicy green chili that comes from. (Koran SI / Koran SI/ NSA - okefood)
See also:
Hanamasa
Burger King
Jumat, 05 November 2010
Eat Sate Coconut
Ever eat Sate Coconut? Enjoyment eat Sate will increasingly spread peanut sauce with a tasty and not too spicy. Asih said Sate seasoning is not spicy was deliberately formulated at the request of many consumers. "Chili we include on the edge of spice, but if there are customers who like the taste spicy, we make a spicy chili pol with an additional 25, even more," he said.
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Rabu, 03 November 2010
Resep Sate Lilit Ikan Tenggiri
Banyak cara membuat Sate. selain ditusuk, bisa juga di lilit pada tusuk Sate. bahan dasar Sate lilit yaitu daging, seperti daging ikan, daging ayam, maupun daging sapi yang telah dicincang.
Bahan:
1. 250 gr daging tenggiri, haluskan.
2. 1/4 sdt air jeruk nipis
3. 25 gr jamur kancing kaleng, cincang kasar
4. 1 putih telur
5. 1 batang kecil daun bawang, iris halus
6. 2 siung bawang putih, gorreng dan haluskan
7. 2 buah cabe rawit merah, cincang kasar,
8. 1/2 sdt kecap ikan
9. 1/4 sdt garam
10. 1/4 sdt merica hitam bubuk
11. 1/4 sdt gula pasir
12. 1 sdt tepung sagu
13. lidi/sumpit untuk tangkai sate
Cara Membuat:
1. Campur daging tenggiri, air jeruk nipis, jamur kancing, putih telur, daun bawang, bawang putih, cabe rawit, kecap ikan, garam, merica hitam, dan gula pasir. uleni rata, masukkan tepung sagu, aduk rata.
2. ambil sedikit adonan, rekatkan pada tangkai lidi/sumpit, bentuk seperti pentul.
3. kukus 30 menit diatas api sedang sampai matang. angkat dan sisihkan.
4. pencelup: aduk rata tepung terigu, maizena, cabai bubuk, garam, dan air.
5. celup sate ke bahan pencelup, gulingkan ke tepung panir halus.
6. goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan, diatas api sedang sampai matang. (doyan-masak)
Lihat juga :
Steak
Sushi
Bahan:
1. 250 gr daging tenggiri, haluskan.
2. 1/4 sdt air jeruk nipis
3. 25 gr jamur kancing kaleng, cincang kasar
4. 1 putih telur
5. 1 batang kecil daun bawang, iris halus
6. 2 siung bawang putih, gorreng dan haluskan
7. 2 buah cabe rawit merah, cincang kasar,
8. 1/2 sdt kecap ikan
9. 1/4 sdt garam
10. 1/4 sdt merica hitam bubuk
11. 1/4 sdt gula pasir
12. 1 sdt tepung sagu
13. lidi/sumpit untuk tangkai sate
Cara Membuat:
1. Campur daging tenggiri, air jeruk nipis, jamur kancing, putih telur, daun bawang, bawang putih, cabe rawit, kecap ikan, garam, merica hitam, dan gula pasir. uleni rata, masukkan tepung sagu, aduk rata.
2. ambil sedikit adonan, rekatkan pada tangkai lidi/sumpit, bentuk seperti pentul.
3. kukus 30 menit diatas api sedang sampai matang. angkat dan sisihkan.
4. pencelup: aduk rata tepung terigu, maizena, cabai bubuk, garam, dan air.
5. celup sate ke bahan pencelup, gulingkan ke tepung panir halus.
6. goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan, diatas api sedang sampai matang. (doyan-masak)
Lihat juga :
Steak
Sushi
Sejarahnya si Sushi Gulung
Sejarahnya Sushi Gulung - Pada awal 500 SM , Orang yang tinggal di pegunungan Asia Tenggara dibungkus ikan di nasi sebagai sarana pengawetan dan fermentasi. Di Jepang, lapisan bolak ikan mas dan nasi ditempatkan dalam botol tertutup dan dibiarkan selama sampai satu tahun. Selama waktu ini, beras fermentasi menghasilkan asam laktat, sehingga acar ikan. Ketika botol dibuka, ikan mas itu dimakan, tetapi nasi dibuang.
Sebuah legenda Jepang menyatakan bahwa baik suami dan istri ditempatkan beras dalam sarang osprey. Ketika mereka kemudian memeriksa burung, mereka menemukan seekor ikan terletak di beras, yang mereka mengambil sebagai bentuk apresiasi burung. Saat mereka makan hadiah ucapan terima kasih, mereka mencatat bahwa padi fermentasi disampaikan rasa yang khas untuk ikan.
Pada abad ketujuh belas, orang-orang kaya kuliner Edo (sekarang Tokyo) mulai praktek menambahkan cuka untuk beras sehingga akan fermentasi hanya dalam beberapa hari. Sebelum lama, toko sushi itu situs populer di jalan-jalan Tokyo. Salah satu yang paling awal, Sas Maki Kenukesushi, dibuka pada 1702 dan masih dalam bisnis pada pergantian abad kedua puluh.
Meskipun Jepang telah dimakan rumput laut, atau nori, sejak abad kedelapan, ia tidak sampai akhir abad ketujuh belas itu teratur dibudidayakan di inlet dan muara atas dan ke bawah pantai bangsa. nori itu dipanen pada bulan Desember dan Januari ketika telah mencapai jatuh. Itu bukan tugas yang mudah karena nori menghilang selama bulan-bulan musim panas.
Pada tahun 1940-an, seorang ilmuwan Inggris bernama Kathleen Drew-Baker mulai untuk menyelidiki apa yang terjadi pada spora nori di musim panas. Drew's studi diterbitkan dalam sebuah paper pada tahun 1949, yang menyimpulkan bahwa nori spora liang ke pori-pori dan celah-celah kerang, di mana mereka tumbuh menjadi organisme thread-seperti pink. Ketika cuaca berubah dingin, organisme memisahkan diri dan kemudian menempel pada permukaan lain di mana mereka bertumbuh menjadi dewasa.
Setelah kesimpulan Drew's diterbitkan, Jepang cepat mengembangkan sistem budidaya dan produksi nori meningkat sepuluh kali lipat 1950-1980. Pada tahun 1963, petani nori mendirikan patung perunggu untuk menghormati Drew's menghadap Teluk Shimbara. Pada tanggal 14 April setiap tahun, upacara itu dapat diterapkan di mana topi Drew dan gaun ditempatkan di patung, Union Jack dinaikkan, dan petani menempatkan upeti dari nori dari tanaman saat ini di kaki patung itu. (MadeHow)
Lihat juga:
Sate
Dim Sum
Sebuah legenda Jepang menyatakan bahwa baik suami dan istri ditempatkan beras dalam sarang osprey. Ketika mereka kemudian memeriksa burung, mereka menemukan seekor ikan terletak di beras, yang mereka mengambil sebagai bentuk apresiasi burung. Saat mereka makan hadiah ucapan terima kasih, mereka mencatat bahwa padi fermentasi disampaikan rasa yang khas untuk ikan.
Pada abad ketujuh belas, orang-orang kaya kuliner Edo (sekarang Tokyo) mulai praktek menambahkan cuka untuk beras sehingga akan fermentasi hanya dalam beberapa hari. Sebelum lama, toko sushi itu situs populer di jalan-jalan Tokyo. Salah satu yang paling awal, Sas Maki Kenukesushi, dibuka pada 1702 dan masih dalam bisnis pada pergantian abad kedua puluh.
Meskipun Jepang telah dimakan rumput laut, atau nori, sejak abad kedelapan, ia tidak sampai akhir abad ketujuh belas itu teratur dibudidayakan di inlet dan muara atas dan ke bawah pantai bangsa. nori itu dipanen pada bulan Desember dan Januari ketika telah mencapai jatuh. Itu bukan tugas yang mudah karena nori menghilang selama bulan-bulan musim panas.
Pada tahun 1940-an, seorang ilmuwan Inggris bernama Kathleen Drew-Baker mulai untuk menyelidiki apa yang terjadi pada spora nori di musim panas. Drew's studi diterbitkan dalam sebuah paper pada tahun 1949, yang menyimpulkan bahwa nori spora liang ke pori-pori dan celah-celah kerang, di mana mereka tumbuh menjadi organisme thread-seperti pink. Ketika cuaca berubah dingin, organisme memisahkan diri dan kemudian menempel pada permukaan lain di mana mereka bertumbuh menjadi dewasa.
Setelah kesimpulan Drew's diterbitkan, Jepang cepat mengembangkan sistem budidaya dan produksi nori meningkat sepuluh kali lipat 1950-1980. Pada tahun 1963, petani nori mendirikan patung perunggu untuk menghormati Drew's menghadap Teluk Shimbara. Pada tanggal 14 April setiap tahun, upacara itu dapat diterapkan di mana topi Drew dan gaun ditempatkan di patung, Union Jack dinaikkan, dan petani menempatkan upeti dari nori dari tanaman saat ini di kaki patung itu. (MadeHow)
Lihat juga:
Sate
Dim Sum
Minggu, 31 Oktober 2010
Sour Sally, bisnis utama froyo
Muda dan sukses adalah bagaimana seseorang akan menjelaskan Donny Pramono, yang telah berhasil dalam mengubah Sour Sally menjadi bisnis utama dalam industri yogurt beku.
Hanya dalam satu tahun, Donny telah membuka 11 gerai Sour Sally di Jakarta, yang terletak di Senayan City, La Piazza Kelapa Gading, La Codefin Kemang, Mall Taman Anggrek, FX Lifestyle, Pacific Place, Mall Puri Indah, Mall Emporium Pluit, Plaza Indonesia, Grand Indonesia dan Supermall Karawaci.
Ia berencana untuk memperluas usahanya lebih lanjut dalam waktu dekat dengan membuka outlet di Surabaya dan Bandung.
"Selanjutnya ke Jakarta, kami akan membuka cabang di beberapa kota besar di negeri ini seperti yang kita menyadari bahwa ada permintaan untuk yogurt beku tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lainnya," kata Donny, yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1981.
Donny memang sangat senang dengan bisnis yang sukses, yang agak berhubungan dengan hari-harinya belajar di Amerika Serikat. Donny, yang tunggal, mengatakan bahwa Sour Sally lahir dari disukainya yogurt beku. Ketika ia lulus ia kembali ke Indonesia dan mulai yogurt beku usahanya, yang tidak umum di Indonesia pada saat itu.
Dengan dukungan penuh keluarganya, Donny melakukan penelitian dan sejumlah tes berbagai yogurt beku untuk menciptakan rasa yang sempurna. Topping segar yang ia ciptakan telah membuat lebih lezat.
Yogurt tidak hanya lezat, Donny mengatakan, juga bermanfaat untuk kesehatan dan dapat membantu mengurangi kolesterol. Orang-orang di Timur Tengah telah dikonsumsi yogurt selama ribuan tahun dan menggunakannya dalam memasak mereka.
Donny mengatakan yogurt adalah mendapatkan popularitas di sini dan jumlah orang yang mengkonsumsinya terus meningkat, seperti outlet-nya. Beberapa kafe bahkan termasuk yogurt dalam menu mereka. "Ada banyak jenis yogurt, yang telah menjadi trendi kehadiran Sour Sally pada tahun terakhir ini. Juga secara aktif memberikan kontribusi terhadap fenomena ini. Fenomena yoghurt, yaitu," katanya.
Sumber: Faisyal Chaniago - thejakartapost
Lihat juga : Wine, Sate
Hanya dalam satu tahun, Donny telah membuka 11 gerai Sour Sally di Jakarta, yang terletak di Senayan City, La Piazza Kelapa Gading, La Codefin Kemang, Mall Taman Anggrek, FX Lifestyle, Pacific Place, Mall Puri Indah, Mall Emporium Pluit, Plaza Indonesia, Grand Indonesia dan Supermall Karawaci.
Ia berencana untuk memperluas usahanya lebih lanjut dalam waktu dekat dengan membuka outlet di Surabaya dan Bandung.
"Selanjutnya ke Jakarta, kami akan membuka cabang di beberapa kota besar di negeri ini seperti yang kita menyadari bahwa ada permintaan untuk yogurt beku tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lainnya," kata Donny, yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1981.
Donny memang sangat senang dengan bisnis yang sukses, yang agak berhubungan dengan hari-harinya belajar di Amerika Serikat. Donny, yang tunggal, mengatakan bahwa Sour Sally lahir dari disukainya yogurt beku. Ketika ia lulus ia kembali ke Indonesia dan mulai yogurt beku usahanya, yang tidak umum di Indonesia pada saat itu.
Dengan dukungan penuh keluarganya, Donny melakukan penelitian dan sejumlah tes berbagai yogurt beku untuk menciptakan rasa yang sempurna. Topping segar yang ia ciptakan telah membuat lebih lezat.
Yogurt tidak hanya lezat, Donny mengatakan, juga bermanfaat untuk kesehatan dan dapat membantu mengurangi kolesterol. Orang-orang di Timur Tengah telah dikonsumsi yogurt selama ribuan tahun dan menggunakannya dalam memasak mereka.
Donny mengatakan yogurt adalah mendapatkan popularitas di sini dan jumlah orang yang mengkonsumsinya terus meningkat, seperti outlet-nya. Beberapa kafe bahkan termasuk yogurt dalam menu mereka. "Ada banyak jenis yogurt, yang telah menjadi trendi kehadiran Sour Sally pada tahun terakhir ini. Juga secara aktif memberikan kontribusi terhadap fenomena ini. Fenomena yoghurt, yaitu," katanya.
Sumber: Faisyal Chaniago - thejakartapost
Lihat juga : Wine, Sate
Rabu, 27 Oktober 2010
Sour Sally's BB Application
Still in the series of events "Sour Sally Just Want to Have Fun" which carried the theme Lifestyle more, then Sour Sally is proud to also introduce the BlackBerry application is supported by the Better-B official RIM Partner
BlackBerry nowadays has become a lifestyle icon and has his own position in life lifestyle in Indonesia. Even that is a Smartphone BlackBerry device has been inseparable from the lives of its users.
"BlackBerry taste again inseparable from everyday users, so that's Sour Sally who also want to attach to and become a part of his fans wanted to take part in this community. Applications that present in the BlackBerry would also be easier Sour Sally's loyal fans to know the latest information from Sour Sally Fro-Yo "Reveal Donny Pramod Ie.
The series of events "Sour Sally Just Want to Have Fun" will be held on February 5, 2010 in Grand Indonesia Shopping Town. In this event there will be a special performance from Abdul and The Coffee Theory and Audy. Guided by Addry Danuatmadja make this event becomes more special. Not to mention the guests invited as friends of the ambassadors who will attend and participate enliven the event.
"I am very happy to hold a relatively large event like this, of course all of this I dedicate to all the loyal fans Sour Sally, which until now continue to support the Sour Sally and of course I'm sure will continue to support Sour Sally to the future" Add Donny Pramod. ( danny - Global news Indonesia)
See also: sate
sushi
BlackBerry nowadays has become a lifestyle icon and has his own position in life lifestyle in Indonesia. Even that is a Smartphone BlackBerry device has been inseparable from the lives of its users.
"BlackBerry taste again inseparable from everyday users, so that's Sour Sally who also want to attach to and become a part of his fans wanted to take part in this community. Applications that present in the BlackBerry would also be easier Sour Sally's loyal fans to know the latest information from Sour Sally Fro-Yo "Reveal Donny Pramod Ie.
The series of events "Sour Sally Just Want to Have Fun" will be held on February 5, 2010 in Grand Indonesia Shopping Town. In this event there will be a special performance from Abdul and The Coffee Theory and Audy. Guided by Addry Danuatmadja make this event becomes more special. Not to mention the guests invited as friends of the ambassadors who will attend and participate enliven the event.
"I am very happy to hold a relatively large event like this, of course all of this I dedicate to all the loyal fans Sour Sally, which until now continue to support the Sour Sally and of course I'm sure will continue to support Sour Sally to the future" Add Donny Pramod. ( danny - Global news Indonesia)
See also: sate
sushi
Langganan:
Postingan (Atom)