Ada tempat baru yang bisa memanjakan para pencinta makanan laut. Piscator namanya. Restaurant yang terletak di Epicentrum Walk, Ground Floor, tersebut mengusung konsep buffet berisi aneka menu seafood.
Sajian sangat lengkap mulai dari ikan, cumi-cumi, udang, kepiting, hingga octopus. Dengan membayar Rp129-179 ribu, pengunjung bisa memilih dan menyantap aneka makanan yang tersaji di meja buffet sepuasnya. Harga bervariasi tergantung hari dan waktu santap.
Piscator menyajikan sekitar 60 pilihan menu makanan dan minuman. Mulai dari hidangan oriental seperti Korean salad, Japanese food (japanese soup, udon, tepanyaki, sushi / sashimi, tempura, hongkong noodle, serta ragam menu western food seperti pasta.
Beralih ke menu utama, BBQ Grill tak boleh terlewatkan. Udang, cumi, salmon ikan, ayam, daging segar sudah tersaji dan Anda tinggal memilih untuk kemudian akan dipanggang oleh koki. Sausnya cukup beragam dan bisa Anda pilih sendiri, yaitu black pepper sauce, barbeque sauce, korean sauce, mushroom sauce, teriyaki sauce.
Tidak ketinggalan ada juga menu tepanyaki, yang terdiri dari ragam pilihan seafood, daging atau ayam serta sayuran. Menu ini dimasak langsung di depan pengunjung begitu dipesan, sehingga bisa menjadi hiburan tersendiri.
Untuk makanan penutup, lidah Anda akan dimanjakan dengan beragam pilihan puding yang disajikan dengan cantik, cake, ice cream, hingga buah-buahan segar. Minuman pun tersaji lengkap, mulai dari jus buah, wine, bir, teh, kopi hingga minuman dingin lainnya.
Sumber : VIVAnews
Tampilkan postingan dengan label japanese food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label japanese food. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Oktober 2010
Minggu, 10 Oktober 2010
Sushi
Ada berbagai macam makanan dan minuman yang tersedia di Indonesia yang sekarang sedang di gandrungi, salah satunya adalah makanan jepang.
Masakan Jepang (日本料理 nihon ryōri, nippon ryōri?) adalah makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Dalam bahasa Jepang, makanan Jepang disebut nihonshoku atau washoku.
Sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki adalah makanan Jepang yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia.
Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.[1] Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.[1] Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Sebagaimana yang sempat menjadi bahan perbincangan para naturalis dan moderenis (baca: metropolis) tentang konsep kembali ke alam untuk menciptakan sebuah peradaban yang lebih 'modern'. Di Jepang sendiri, pemikiran untuk kembali ke alam merupakan pemikiran baru yang dianggap sebagi solusi atas masalah-masalah kesehatan dan bahkan psikologi sesesorang. Istilah ini muncul sebagai antitesa dari berubahnya makanan orang Jepang menjadi makanan-makanan kemasan instan cepat saji. Disini terlihat bahwa Sushi dan makanan Jepang lain di Amerika merupakan perpaduan tepat tentang dua konsep yang seringkali didikotomikan. Antara alami dan status sebagai masyarakat moderen.
Dari pertimbangan di atas, Sushi telah berubah pemaknaannya oleh orang Amerika. Dari sekedar pengganjal perut menjadi sebuah simbol yang menjelaskan banyak hal. Dari kacamata globalisasi, perubahan 'fungsi' ini dapat kita katakan sebagai keberhasilan sebuah budaya bertahan dan menyebarluaskan pengaruhnya. Titik fokus juga kita tujukan pada bagaimana nilai kembali ke alam yang bermula dan berkembang di Jepang mengalami pengglobalan hingga terepresenasikan dalam wujud makanan, yaitu Sushi. Saat ini, Sushi bukan hanya sekedar makanan tetapi juga lifestyle.
Untuk para penikmat kuliner makanan yang berasal dari negeri sakura tersebut, ada beberapa referensi restaurant japanesse food yang ada di Jakarta. Jadi silakan bergegas kesana dan rasakan kenikmatan masakan jepang tersebut, bukan hanya sebagai makanan tapi juga sebagai lifestyle.
Sumber : Wikipedia
Masakan Jepang (日本料理 nihon ryōri, nippon ryōri?) adalah makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Dalam bahasa Jepang, makanan Jepang disebut nihonshoku atau washoku.
Sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki adalah makanan Jepang yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia.
Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.[1] Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.[1] Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Sebagaimana yang sempat menjadi bahan perbincangan para naturalis dan moderenis (baca: metropolis) tentang konsep kembali ke alam untuk menciptakan sebuah peradaban yang lebih 'modern'. Di Jepang sendiri, pemikiran untuk kembali ke alam merupakan pemikiran baru yang dianggap sebagi solusi atas masalah-masalah kesehatan dan bahkan psikologi sesesorang. Istilah ini muncul sebagai antitesa dari berubahnya makanan orang Jepang menjadi makanan-makanan kemasan instan cepat saji. Disini terlihat bahwa Sushi dan makanan Jepang lain di Amerika merupakan perpaduan tepat tentang dua konsep yang seringkali didikotomikan. Antara alami dan status sebagai masyarakat moderen.
Dari pertimbangan di atas, Sushi telah berubah pemaknaannya oleh orang Amerika. Dari sekedar pengganjal perut menjadi sebuah simbol yang menjelaskan banyak hal. Dari kacamata globalisasi, perubahan 'fungsi' ini dapat kita katakan sebagai keberhasilan sebuah budaya bertahan dan menyebarluaskan pengaruhnya. Titik fokus juga kita tujukan pada bagaimana nilai kembali ke alam yang bermula dan berkembang di Jepang mengalami pengglobalan hingga terepresenasikan dalam wujud makanan, yaitu Sushi. Saat ini, Sushi bukan hanya sekedar makanan tetapi juga lifestyle.
Untuk para penikmat kuliner makanan yang berasal dari negeri sakura tersebut, ada beberapa referensi restaurant japanesse food yang ada di Jakarta. Jadi silakan bergegas kesana dan rasakan kenikmatan masakan jepang tersebut, bukan hanya sebagai makanan tapi juga sebagai lifestyle.
Sumber : Wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)