Soto merupakan makanan yang banyak disukai oleh masyarakat. Banyak variasi dari soto, seperti soto daging sapi atau soto daging ayam, namun apakan anda pernah mencoba soto daging angsa. Sepertinya soto angsa patut menjadi menu altenatif, pada saat berbuka puasa maupun nanti ketika lebaran. Kreator soto angsa, Chef Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sengaja memilih daging angsa untuk alternatif karena, jarang digunakan sebagai bahan masakan.
“Jika dimasak dan dirasakan dagingnya tidak kalah enak dengan ayam.” ujar Budi yang juga merupakan Chef Kepala di hotel Lor in. Budi menambahkan, untuk membuat soto angsa tersebut diperlukan daging angsa yang beratnya antara 1,5-1,7 kg. ”Dengan usia angsa antara 4-5 bulan,” terangnya saat ditemui Timlo.net di dapur Lor In. Sedangkan untuk bumbunya sendiri sangat mudah didapat, seperti tomat, seledri, daun bawang.
Cara memasak soto angsa tersebut cukup mudah, setelah angsa dibersihkan rebus angsa selama 4-5 jam dengan menggunakan api sedang. Tekstur dagingnya berbeda sehingga memerlukan waktu agak lama. Selama menunggu daging masak, siapkan bahan-bahan pelengkap seperti ketupat, telur asin, berkedel, kerupuk, jeruk nipis, dan sambel hijau.
Budi menambahkan, menu soto angsa tersebut memang disiapkan untuk menyambut lebaran tahun ini. ”Saya sengaja menghidari membuat makanan yang menggunakan santan.” ungkap Budi. Sementara itu, soto tersebut dapat anda cicipi di Sasono Budjono dengan harga Rp 65 ribu per porsi, atau mungkin anda ingin membuat sendiri di rumah dengan menambahkan kreasi yang lain. Silahkan mencoba.
Sumber : Hendra/Timlo.net
Lihat juga:
Dim Sum
Sour Sally
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Kelezatan Soto Umar
Salah satu yang layak Anda coba adalah Soto Betawi Umar Idris. Tak sulit menemui kedai yang satu ini. Dari perempatan Slipi, kedai ini ada di sebelah kanan, sekitar 100 meter jauhnya dari Hotel Santika.
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Senin, 29 November 2010
Mencari Dim Sum Halal
Salah satu jenis makanan China yang disukai adalah Dim Sum, sejenis hidangan yang penyajian semuanya di kukus , sangat menarik sekali setiap restoran yang menu utamanya menjual Dim Sum di depan kedai atau pun restaurannya di sett menggunakan alat steam ( kukus) yang di tata sangat cantik sekali. Setiap jenis Dim Sum di jual per paket biasanya untuk restaurant sedang di Brunai di jual B$ 10 untuk 5 jenis Dim Sum di Malaysia 25 ringgit dan di China saya pernah makan dengan harga 50 RMB/ yuan, dengan kuantiti sama 5 jenis Dim Sum.
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Berbagai Jenis Dim Sum
Siapa tak kenal Dim Sum? Kalau di Indonesia kita sering mengaitkannya dengan somay. Walaupun sebetulnya, dim sum tidak melulu somay. Dim sum sendiri adalah makanan khas Kanton, RRC. Biasanya dim sum disajikan dalam porsi kecil di dalam pengukus bambu atau di atas piring kecil.
Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.
Dim sum tradisional biasanya terdiri dari berbagai macam bakpao, dumpling (kue bola), ataupun sejenis lumpia. Isian dim sum tradisional bervariasi mulai dari ayam, sapi, daging babi, udang ataupun sayur-sayuran.
Dim sum juga bisa terdiri dari variasi sup dan bubur. Cara memasaknya pun tidak hanya dikukus, tapi juga bisa digoreng, maupun dipanggang.
Macam-macam dim sum:
Gao (Dumpling/kue bola)
Gao dibuat dengan membungkus isian dengan kulit yang dibuat dari tepung beras atau tepung terigu. Kalau di Indonesia semacam kulit pangsit namun lebih tipis lagi. Ada beberapa jenis Gao.
* Har Gao (Shrimp Dumpling) - Dumpling kukus dengan isian udang cincang.
* Fun Gao (Chiu-chao style dumpling) - Dumpling khas prefektur Chaozhou. Isiannya terdiri dari kacang, lokio, bawang putih, daging babi, ebi, dan jamur. Dibungkus dengan kulit dari tepung ketan dan disajikan bersama minyak cabai.
* Jiaozi - Isiannya daging dan kol, dikukus, kemudian digoreng.
* Shaomai - Bahasa Indonesianya Somay. Isiannya biasanya daging babi, atau udang dengan sedikit topping telur kepiting atau jamur.
Bau (Bakpao)
Bakpao bisa dimasak dengan cara dikukus maupun dipanggang. Dibuat dari tepung terigu dengan isian daging, sayur, ataupun pasta kacang.
* Char siu baau - Isiannya barbecue daging babi. Bisa di kukus maupun dipanggang.
* Shanghai Steamed Buns - Bakpao khas Shanghai dengan isian daging atau seafood serta kaldu.
Rice Noodle Roll
Mi lebar yang dibuat dari tepung beras, dikukus, kemudian digulung. Bisa diberi isian bisa juga tidak. Kadang-kadang juga digoreng. Disajikan dengan kecap manis atau saus.
Phoenix Talons
Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap.
Steamed Meatball
Bola daging sapi kukus yang disajikan dengan tofu skin/kembang tahu di bawahnya.
Spare Ribs
Daging iga yang dikukus dengan saus douchi dan potongan cabai.
Lotus Leaf Rice
Nasi ketan yang dibungkus daun lotus. Isiannya kuning telur, scallop, jamur, kastanye, dan daging. Dimasak dengan dikukus.
Congee
Bubur dengan berbagai pilihan isian.
Sumber : resepdunia.blogspot.com
Lihat juga:
Soto
Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.
Dim sum tradisional biasanya terdiri dari berbagai macam bakpao, dumpling (kue bola), ataupun sejenis lumpia. Isian dim sum tradisional bervariasi mulai dari ayam, sapi, daging babi, udang ataupun sayur-sayuran.
Dim sum juga bisa terdiri dari variasi sup dan bubur. Cara memasaknya pun tidak hanya dikukus, tapi juga bisa digoreng, maupun dipanggang.
Macam-macam dim sum:
Gao (Dumpling/kue bola)
Gao dibuat dengan membungkus isian dengan kulit yang dibuat dari tepung beras atau tepung terigu. Kalau di Indonesia semacam kulit pangsit namun lebih tipis lagi. Ada beberapa jenis Gao.
* Har Gao (Shrimp Dumpling) - Dumpling kukus dengan isian udang cincang.
* Fun Gao (Chiu-chao style dumpling) - Dumpling khas prefektur Chaozhou. Isiannya terdiri dari kacang, lokio, bawang putih, daging babi, ebi, dan jamur. Dibungkus dengan kulit dari tepung ketan dan disajikan bersama minyak cabai.
* Jiaozi - Isiannya daging dan kol, dikukus, kemudian digoreng.
* Shaomai - Bahasa Indonesianya Somay. Isiannya biasanya daging babi, atau udang dengan sedikit topping telur kepiting atau jamur.
Bau (Bakpao)
Bakpao bisa dimasak dengan cara dikukus maupun dipanggang. Dibuat dari tepung terigu dengan isian daging, sayur, ataupun pasta kacang.
* Char siu baau - Isiannya barbecue daging babi. Bisa di kukus maupun dipanggang.
* Shanghai Steamed Buns - Bakpao khas Shanghai dengan isian daging atau seafood serta kaldu.
Rice Noodle Roll
Mi lebar yang dibuat dari tepung beras, dikukus, kemudian digulung. Bisa diberi isian bisa juga tidak. Kadang-kadang juga digoreng. Disajikan dengan kecap manis atau saus.
Phoenix Talons
Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap.
Steamed Meatball
Bola daging sapi kukus yang disajikan dengan tofu skin/kembang tahu di bawahnya.
Spare Ribs
Daging iga yang dikukus dengan saus douchi dan potongan cabai.
Lotus Leaf Rice
Nasi ketan yang dibungkus daun lotus. Isiannya kuning telur, scallop, jamur, kastanye, dan daging. Dimasak dengan dikukus.
Congee
Bubur dengan berbagai pilihan isian.
Sumber : resepdunia.blogspot.com
Lihat juga:
Soto
Kamis, 25 November 2010
Yellow Soto from Bogor
Bogor yellow Soto enough fans. In this rainy city, many sellers are peddling soup on the sidewalk. But if you want to feel the most comfortable, go to Jalan Suryakencana (Surken) Bogor precisely Hunchback Mr. Soto and Mr. Joseph. It's right at the intersection jl. Wheels, Gg. Aut, Suryakencana, District Central Bogor, Bogor.
This soup is made from coconut milk laced with turmeric until golden color. The contents of beef and offal is placed on the container which was covered with banana leaves. With a sharpened iron, buyers can pick and stabbed the meat of choice. There is tripe, tongue, meat, tendons, and intestines. Once selected, carpenters soto chop in match size and arranging them in a bowl. Once equipped with sweet soy sauce, chopped celery, and fried onions, beef broth soup was doused hot nan. Very good taste. There is also provided chips or fried chips as an additional jengkol.
But to be able to enjoy the pleasures of this Hunchback Pak yellow soup, visitors should arrive at 7 am, because at 10 it is definitely gone. Moreover, when Saturdays, Sundays, and holidays, must scramble. No wonder that Mr. Soto Hunchback could spend jerohan 6 kg of meat and cattle a day.
A similar Soto also enjoyed the afternoon at another merchant. It lies still on Jl. Suryakencana, across from the Bank CIC. The seller is Mr. Blue. The price is the same as Mr. Hunchback that is between Rp 1,500 - Rp. 3,000 or USD 1,000 for rice added.
Same with Mr. Soto and Mr. Joseph Hunchback, in Soto Pak Iwan, buyers also must be willing to stand in line when Saturday night arrives. Because the bench that provided very limited. It could if we came at 19:00, sotonya already exhausted. Though Iwan, began to open a new merchandise at 17.00. Soto most delicious yellow chips accompanied jengkol. Do not be afraid of the smell, because with such processing, taste and smell jengkol almost disappeared. (* / Unt)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Burger King
Sour Sally
This soup is made from coconut milk laced with turmeric until golden color. The contents of beef and offal is placed on the container which was covered with banana leaves. With a sharpened iron, buyers can pick and stabbed the meat of choice. There is tripe, tongue, meat, tendons, and intestines. Once selected, carpenters soto chop in match size and arranging them in a bowl. Once equipped with sweet soy sauce, chopped celery, and fried onions, beef broth soup was doused hot nan. Very good taste. There is also provided chips or fried chips as an additional jengkol.
But to be able to enjoy the pleasures of this Hunchback Pak yellow soup, visitors should arrive at 7 am, because at 10 it is definitely gone. Moreover, when Saturdays, Sundays, and holidays, must scramble. No wonder that Mr. Soto Hunchback could spend jerohan 6 kg of meat and cattle a day.
A similar Soto also enjoyed the afternoon at another merchant. It lies still on Jl. Suryakencana, across from the Bank CIC. The seller is Mr. Blue. The price is the same as Mr. Hunchback that is between Rp 1,500 - Rp. 3,000 or USD 1,000 for rice added.
Same with Mr. Soto and Mr. Joseph Hunchback, in Soto Pak Iwan, buyers also must be willing to stand in line when Saturday night arrives. Because the bench that provided very limited. It could if we came at 19:00, sotonya already exhausted. Though Iwan, began to open a new merchandise at 17.00. Soto most delicious yellow chips accompanied jengkol. Do not be afraid of the smell, because with such processing, taste and smell jengkol almost disappeared. (* / Unt)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Burger King
Sour Sally
Rabu, 24 November 2010
Ice cream makes Marissa happy
Presenter Marissa Nasution (24), really like Ice cream. Start small to adult tastes now it has not changed. "I really like Ice cream," he said when met at the Dragon Fly, Gatot Subroto, yesterday (11/11).
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Senin, 22 November 2010
Soto Ayam Sambal Hijau
Berbagai macam jenis makanan yang bisa diolah dengan bahan dasar ayam, salah satunya adalah Soto. Berikut adalah resep cara pembuatan Soto Ayam dengan Sambal Hijau.
Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis
Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit
Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.
Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com
Lihat juga :
Sate
Burger King
Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis
Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit
Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.
Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com
Lihat juga :
Sate
Burger King
Minggu, 21 November 2010
Soto Meatball Pak Saeton from Banyuwangi
Various types of Soto may have been common in parts of the archipelago, as one dish berkuah with a variety of menu choices like chicken soup, meat, and tripe.
Unlike the case with the presentation type of soup is served at the stall Pak Saeton Barong located at Jalan 156, Bakungan Village, District Glagah, Banyuwangi.
This soup is served with a mix of meatballs, Banyuwangi people used to call it meatball soup. Form of presentation is the same with soup and meatballs in general, with complementary and vermicelli noodles, a little fried onions and celery are then mixed gravy meatball soup.
The picture looks outstanding in preparing this meal is a yellow soup, so that when viewed as kind of soup in general.
The new person can tell the difference, if it is felt these dishes. It was, no less delicious with chicken soup, meat, or tripe.
First time to enjoy the meatball soup broth was outstanding, it feels so wonderful as eating meatballs mixed with soup. Merger sauce and meatball soup was so attached dilidah, thus creating a delicacy for the audience.
Enjoyment was added to the bulb dish of meat, chicken claw, head of chicken, beef and mixed balungan innards.
For connoisseurs do not have to select all menu complement meatball soup because these foods will make the extra belly full, but regular purchaser menu mix according to taste.
Usually they mix the meatball soup between the bulb plus the claw meat and chicken heads, there are also buyers who just want to enjoy balungan mixed cow innards.
This meatball soup can be eaten with rice or rice cake.
Meatball soup secret pleasure is derived from the gravy, soup seasoning mix them consist of sere, turmeric, laos, ginger, garlic, onion, pepper, broth mixed with meatballs that come from immersion balungan and beef.
Every day the shop owner always prepare 10 pounds of chicken heads and chicken claw 10 kg, meat to make the bulb 14 kg, and balungan cows up to 20 kg.
As a result, almost every day shop open Pak Saeton that began at 11:00 to 17:00 am always filled with visitors, even every day can usually spend up to 700 bowls.
For the price of soup meatballs per serving according to the number of the selected menu. For the regular menu, mixed bulb and head of a chicken claw, buyer just pay Rp 5 thousand.
Shape the success of Mr. Saeton combines two flavors of meatballs and meatball soup into soup originally had a doubt, what future products can be accepted in society. Moreover, society generally Banyuwangi tongue is so sensitive to every dish.
"People Banyuwangi was always choose and fussy with food, cooking apabaila unpleasant, yes daganganya not sell," said the man born 68 years ago this.
According to Mr. Saeton when that idea came because he wanted to create a different menu, good for the hobby to sit and eat meatballs and soup. So people can feel both these foods, as well as meatball soup.
At first it was so weird to hear meatballs mixed soup, as currently in Banyuwangi is only known salad soup, but because they want to be different, Mr. Saeton try mencapur both desperate to make a breakthrough.
First opened business in 1971, a meatball soup stall has not been known and known to the public "Blambangan Earth." But gradually it began to stall many buyers visited.
"First open stalls deserted, shops began to busy buyers because spread by word of mouth from people who've tried it," he explained.
Now the struggle to create different menus combine soup and meatballs which began 39 years ago by Mr. Saeton not in vain, even not only known by the people of Banyuwangi, but the people outside, such as from Jakarta, Malang, Surabaya, is also often stopped by to enjoy a meatball soup Pak Saeton.
Riot buyers who stop by the kiosk to make the results of its sales turnover per day can make a profit reached Rp 3, 5 million.
Source: Fachrur Rozi - antarajatim.com
See also:
Sate
Hanamasa
Unlike the case with the presentation type of soup is served at the stall Pak Saeton Barong located at Jalan 156, Bakungan Village, District Glagah, Banyuwangi.
This soup is served with a mix of meatballs, Banyuwangi people used to call it meatball soup. Form of presentation is the same with soup and meatballs in general, with complementary and vermicelli noodles, a little fried onions and celery are then mixed gravy meatball soup.
The picture looks outstanding in preparing this meal is a yellow soup, so that when viewed as kind of soup in general.
The new person can tell the difference, if it is felt these dishes. It was, no less delicious with chicken soup, meat, or tripe.
First time to enjoy the meatball soup broth was outstanding, it feels so wonderful as eating meatballs mixed with soup. Merger sauce and meatball soup was so attached dilidah, thus creating a delicacy for the audience.
Enjoyment was added to the bulb dish of meat, chicken claw, head of chicken, beef and mixed balungan innards.
For connoisseurs do not have to select all menu complement meatball soup because these foods will make the extra belly full, but regular purchaser menu mix according to taste.
Usually they mix the meatball soup between the bulb plus the claw meat and chicken heads, there are also buyers who just want to enjoy balungan mixed cow innards.
This meatball soup can be eaten with rice or rice cake.
Meatball soup secret pleasure is derived from the gravy, soup seasoning mix them consist of sere, turmeric, laos, ginger, garlic, onion, pepper, broth mixed with meatballs that come from immersion balungan and beef.
Every day the shop owner always prepare 10 pounds of chicken heads and chicken claw 10 kg, meat to make the bulb 14 kg, and balungan cows up to 20 kg.
As a result, almost every day shop open Pak Saeton that began at 11:00 to 17:00 am always filled with visitors, even every day can usually spend up to 700 bowls.
For the price of soup meatballs per serving according to the number of the selected menu. For the regular menu, mixed bulb and head of a chicken claw, buyer just pay Rp 5 thousand.
Shape the success of Mr. Saeton combines two flavors of meatballs and meatball soup into soup originally had a doubt, what future products can be accepted in society. Moreover, society generally Banyuwangi tongue is so sensitive to every dish.
"People Banyuwangi was always choose and fussy with food, cooking apabaila unpleasant, yes daganganya not sell," said the man born 68 years ago this.
According to Mr. Saeton when that idea came because he wanted to create a different menu, good for the hobby to sit and eat meatballs and soup. So people can feel both these foods, as well as meatball soup.
At first it was so weird to hear meatballs mixed soup, as currently in Banyuwangi is only known salad soup, but because they want to be different, Mr. Saeton try mencapur both desperate to make a breakthrough.
First opened business in 1971, a meatball soup stall has not been known and known to the public "Blambangan Earth." But gradually it began to stall many buyers visited.
"First open stalls deserted, shops began to busy buyers because spread by word of mouth from people who've tried it," he explained.
Now the struggle to create different menus combine soup and meatballs which began 39 years ago by Mr. Saeton not in vain, even not only known by the people of Banyuwangi, but the people outside, such as from Jakarta, Malang, Surabaya, is also often stopped by to enjoy a meatball soup Pak Saeton.
Riot buyers who stop by the kiosk to make the results of its sales turnover per day can make a profit reached Rp 3, 5 million.
Source: Fachrur Rozi - antarajatim.com
See also:
Sate
Hanamasa
Senin, 15 November 2010
Steak Cowboys di Praha
Cowboys Steak & Koktail adalah salah satu steakhouses utama Praha, yang menyajikan hidangan dan anggur yang sangat baik baik di Kota Kecil bersejarah (Mala Strana) wilayah kota.
Cowboys terletak di ruang bawah tanah luas abad ke-17. pencahayaan Pintar dan cermin besar mengeluarkan kontur dalam terkena batu bata, sedangkan kulit dan kulit sapi pelapis menyediakan tempat duduk yang nyaman di lingkungan, rencana modern terbuka.
Cowboys fitur menu halus potongan daging didatangkan dari Uruguay, Brasil dan Amerika Serikat.
Starter termasuk udang windu, gurita panggang dan strip ayam renyah. Di antara makanan penutup yang cheesecake buatan sendiri baik Amerika dan fondants coklat.
Daftar anggur yang luas, dan mencakup sejumlah anggur internasional yang mahal. Meskipun, ada beberapa anggur Ceko lezat di ujung bawah juga. Apa pun yang Anda memesan harus baik - Cowboys memiliki pembeli anggur tersendiri.
Suasana di Cowboys adalah santai. Lagu-lagu latar belakang tetap rendah untuk memungkinkan percakapan. Ada juga sebuah bar cocktail di rumah, yang akan hidup di akhir pekan. Ini sangat ideal untuk minum sebelum atau setelah makan malam, dengan berbagai koktail dan tembakan untuk memilih dari.
Dari April sampai September tamu dapat bersantap di teras atap dipanaskan, yang menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari Praha. Hal ini membuat Cowboys berhenti baik untuk makan siang setelah kunjungan ke Prague Castle, atau untuk makan malam untuk mengagumi keindahan Praha sebagai gulungan senja dan lampu-lampu kota up. Untuk malam dingin, teras memiliki luas konservatori dipanaskan.
Cowboys merupakan restoran yang baik dan layak dikunjungi bahkan untuk mereka yang tidak tinggal di daerah Kota Kecil. Ini adalah sepuluh menit berjalan kaki dari Charles Bridge Facebook jalan Nerudova, ke arah Prague Castle.
Cowboys lebih dari Steakhouse. Menu ini bervariasi dan menarik bagi kelompok semua selera dan usia, untuk liburan dan untuk bisnis. Dalam bulan-bulan hangat teras atap menambahkan dimensi lain. Ini adalah tempat yang bagus untuk kelompok mendapatkan-bersama. Advance pemesanan sangat penting. (Pragueexperience.com)
Lihat juga:
Hanamasa
Soto
Cowboys terletak di ruang bawah tanah luas abad ke-17. pencahayaan Pintar dan cermin besar mengeluarkan kontur dalam terkena batu bata, sedangkan kulit dan kulit sapi pelapis menyediakan tempat duduk yang nyaman di lingkungan, rencana modern terbuka.
Cowboys fitur menu halus potongan daging didatangkan dari Uruguay, Brasil dan Amerika Serikat.
Starter termasuk udang windu, gurita panggang dan strip ayam renyah. Di antara makanan penutup yang cheesecake buatan sendiri baik Amerika dan fondants coklat.
Daftar anggur yang luas, dan mencakup sejumlah anggur internasional yang mahal. Meskipun, ada beberapa anggur Ceko lezat di ujung bawah juga. Apa pun yang Anda memesan harus baik - Cowboys memiliki pembeli anggur tersendiri.
Suasana di Cowboys adalah santai. Lagu-lagu latar belakang tetap rendah untuk memungkinkan percakapan. Ada juga sebuah bar cocktail di rumah, yang akan hidup di akhir pekan. Ini sangat ideal untuk minum sebelum atau setelah makan malam, dengan berbagai koktail dan tembakan untuk memilih dari.
Dari April sampai September tamu dapat bersantap di teras atap dipanaskan, yang menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari Praha. Hal ini membuat Cowboys berhenti baik untuk makan siang setelah kunjungan ke Prague Castle, atau untuk makan malam untuk mengagumi keindahan Praha sebagai gulungan senja dan lampu-lampu kota up. Untuk malam dingin, teras memiliki luas konservatori dipanaskan.
Cowboys merupakan restoran yang baik dan layak dikunjungi bahkan untuk mereka yang tidak tinggal di daerah Kota Kecil. Ini adalah sepuluh menit berjalan kaki dari Charles Bridge Facebook jalan Nerudova, ke arah Prague Castle.
Cowboys lebih dari Steakhouse. Menu ini bervariasi dan menarik bagi kelompok semua selera dan usia, untuk liburan dan untuk bisnis. Dalam bulan-bulan hangat teras atap menambahkan dimensi lain. Ini adalah tempat yang bagus untuk kelompok mendapatkan-bersama. Advance pemesanan sangat penting. (Pragueexperience.com)
Lihat juga:
Hanamasa
Soto
Minggu, 14 November 2010
Soto Kaki Sapi H. Sarnadi
Jangan mengaku penggila Soto kalau belum mencicipi soto yang satu ini. Kuah yang berwarna kuning kecokelatan sedikit kental dengan isian dengkul dan kaki sapi yang empuk gurih kenyil-kenyil. Taburan emping, kerupuk aci, irisan daun bawang dan bawang goreng membuat rasanya makin dahsyat! Bersiap-siaplah mengusap butiran keringat yang berlelehan!
Mendung yang menggelayuti Jakarta sejak pagi semakin menguatkan niat saya untuk 'nyoto' siang ini. Hmm..bayangan Soto kaki sapi yang sudah terkenal di daerah Paseban pun terlintas di benak saya. Dengan segera saya meluncur ke kawasan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Setibanya di sana ternyata warung sederhana milik H. Sarnadi ini sudah disesaki pengunjung. Untung saja masih tersisa satu tempat lagi untuk saya. Warung Soto Mencos H. Sarnadi ini memang sudah terkenal sejak lama, kurang lebih sudah 40 tahun. Tak heran jika warung ini tak pernah sepi pengunjung meskipun buka hingga pukul 8 malam.
Tumpukan dengkul dan urat kaki sapi yang sudah direbus dan dipotong-potong berada di sebuah lemari kaca. Warnanya kekuningan karena pada saat merebus sudah dicampur dengan bumbu rempah selama kurang lebih 6 jam. Sehingga bumbu sudah meresap dengan baik kedalam dagingnya.
Umumnya Soto Betawi memakai daging dan jeroan sapi (babat, paru, iso dan limpa) tetapi Soto yang satu ini justru mengandalkan dengkul, urat kaki sapi sebagai isiannya. Tentu saja bagian yang kenyil-kinyil, alot dan tak ada daging sama sekali ini perlu perlakuan khusus saat mengolahnya. Warung soto Mencos ini membuktikan bahwa yang sepelepun bisa jadi sedap tak terkira!
Soto disajikan dalam mangkuk sedang bersama dengan sepiring nasi putih hangat bertabur bawang goreng yang royal membuat saya semakin tak sabar untuk segera menyantapnya, sluurrp! Sambal cabai rawit dan acar mentimun wortel dalam stoples kaca plus irisan jeruk limau disediakan sebagai condiment yang bebas diambil sepuasnya.
Warna kuning kecokelatan sangat mendominasi warna kuah Soto-nya. Selain kaki sapi yang banyak, irisan daun bawang, tomat, emping dan kerupuk aci yang ditaburi diatasnya menambah rasa gurih Soto mencos ini. Saat kuahnya sampai di lidah, hmm.. rasa gurih dan rasa daging yang kuat langsung menyergap tenggorokan.
Apalagi setelah diaduk dengan sedikit kucuran jeruk limau dan sambal rawit merah, hmm.. rasa sedikit asam dan pedas plus aroma jeruk limau membuat rasanya makin hebat! Kuah santannya yang berwarna kuning kecokelatan ini agak sedikit kental. Rasa gurih pun cukup meresap ke dalam daging kaki sapinya. Teksturnya empuk kenyil-kenyil sama sekali tidak ada perlawanan saat dikunyah. Tambah enak saat disantap dengan nasi putih hangat dan juga acar mentimun dan bawang merah, sungguh nikmat!
Dugaan saya rasa gurihnya kuah Soto-nya juga berasal dari santan. Meskipun menggunakan santan tak lantas membuat saya jadi eneg. Soto mencos ini juga masih teramasuk dalam salah satu jenis Soto Betawi. Kalau biasanya Soto Betawi berwarna putih karena menggunakan susu atau santan, Soto betawi yang ini menggunakan santan kental serta bumbu yang mengandung kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning kecoklatan. Tapi ada juga Soto Betawi yang warnanya sedikit kemerahan karena memakai tambahan cabai merah.
Segelas teh tawar hangat pun segera menyapu jejak Soto di tenggorokan. O ya, di warung Soto mencos milik H. Sarnadi ini jangan membayangkan berbagai jenis minuman bisa dipesan sebagai pelepas dahaga. Di tempat ini setiap pengunjung diberikan teh tawar hangat secara cuma-cuma. Pilihan lainnya hanya es jeruk dan juga beberapa jenis minuman ringan. Cukup sederhana bukan?
Soal harga, warung Soto yang terletak di Jl. Percetakan Negara No.2D, Jakarta Pusat ini memasang tarif yang cukup ramah di kantong. Seporsi Soto mencos di hargai Rp 15.000,00 harga yang relatif terjangkau bukan? Nah, kalau bingung ingin makan apa siang ini, Soto mencos H. Sarnadi mungkin bisa jadi pilihan. Dijamin kemringet merasakan sensasi sedapnya! (Eka Septia / Odi - detikfood)
Lihat juga :
Wine
Ice cream
Mendung yang menggelayuti Jakarta sejak pagi semakin menguatkan niat saya untuk 'nyoto' siang ini. Hmm..bayangan Soto kaki sapi yang sudah terkenal di daerah Paseban pun terlintas di benak saya. Dengan segera saya meluncur ke kawasan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Setibanya di sana ternyata warung sederhana milik H. Sarnadi ini sudah disesaki pengunjung. Untung saja masih tersisa satu tempat lagi untuk saya. Warung Soto Mencos H. Sarnadi ini memang sudah terkenal sejak lama, kurang lebih sudah 40 tahun. Tak heran jika warung ini tak pernah sepi pengunjung meskipun buka hingga pukul 8 malam.
Tumpukan dengkul dan urat kaki sapi yang sudah direbus dan dipotong-potong berada di sebuah lemari kaca. Warnanya kekuningan karena pada saat merebus sudah dicampur dengan bumbu rempah selama kurang lebih 6 jam. Sehingga bumbu sudah meresap dengan baik kedalam dagingnya.
Umumnya Soto Betawi memakai daging dan jeroan sapi (babat, paru, iso dan limpa) tetapi Soto yang satu ini justru mengandalkan dengkul, urat kaki sapi sebagai isiannya. Tentu saja bagian yang kenyil-kinyil, alot dan tak ada daging sama sekali ini perlu perlakuan khusus saat mengolahnya. Warung soto Mencos ini membuktikan bahwa yang sepelepun bisa jadi sedap tak terkira!
Soto disajikan dalam mangkuk sedang bersama dengan sepiring nasi putih hangat bertabur bawang goreng yang royal membuat saya semakin tak sabar untuk segera menyantapnya, sluurrp! Sambal cabai rawit dan acar mentimun wortel dalam stoples kaca plus irisan jeruk limau disediakan sebagai condiment yang bebas diambil sepuasnya.
Warna kuning kecokelatan sangat mendominasi warna kuah Soto-nya. Selain kaki sapi yang banyak, irisan daun bawang, tomat, emping dan kerupuk aci yang ditaburi diatasnya menambah rasa gurih Soto mencos ini. Saat kuahnya sampai di lidah, hmm.. rasa gurih dan rasa daging yang kuat langsung menyergap tenggorokan.
Apalagi setelah diaduk dengan sedikit kucuran jeruk limau dan sambal rawit merah, hmm.. rasa sedikit asam dan pedas plus aroma jeruk limau membuat rasanya makin hebat! Kuah santannya yang berwarna kuning kecokelatan ini agak sedikit kental. Rasa gurih pun cukup meresap ke dalam daging kaki sapinya. Teksturnya empuk kenyil-kenyil sama sekali tidak ada perlawanan saat dikunyah. Tambah enak saat disantap dengan nasi putih hangat dan juga acar mentimun dan bawang merah, sungguh nikmat!
Dugaan saya rasa gurihnya kuah Soto-nya juga berasal dari santan. Meskipun menggunakan santan tak lantas membuat saya jadi eneg. Soto mencos ini juga masih teramasuk dalam salah satu jenis Soto Betawi. Kalau biasanya Soto Betawi berwarna putih karena menggunakan susu atau santan, Soto betawi yang ini menggunakan santan kental serta bumbu yang mengandung kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning kecoklatan. Tapi ada juga Soto Betawi yang warnanya sedikit kemerahan karena memakai tambahan cabai merah.
Segelas teh tawar hangat pun segera menyapu jejak Soto di tenggorokan. O ya, di warung Soto mencos milik H. Sarnadi ini jangan membayangkan berbagai jenis minuman bisa dipesan sebagai pelepas dahaga. Di tempat ini setiap pengunjung diberikan teh tawar hangat secara cuma-cuma. Pilihan lainnya hanya es jeruk dan juga beberapa jenis minuman ringan. Cukup sederhana bukan?
Soal harga, warung Soto yang terletak di Jl. Percetakan Negara No.2D, Jakarta Pusat ini memasang tarif yang cukup ramah di kantong. Seporsi Soto mencos di hargai Rp 15.000,00 harga yang relatif terjangkau bukan? Nah, kalau bingung ingin makan apa siang ini, Soto mencos H. Sarnadi mungkin bisa jadi pilihan. Dijamin kemringet merasakan sensasi sedapnya! (Eka Septia / Odi - detikfood)
Lihat juga :
Wine
Ice cream
Jumat, 12 November 2010
Membuat Soto Daging di Rumah
Resep membuat Soto Daging
Bahan:
1. 250 gram daging sapi, dipotong dadu.
2. 3500 ml air.
3. 100 gram babat, direbus, dipotong dadu.
4. 100 gram usus, direbus, dipotong dadu.
5. 100 gram paru, direbus, dipotong dadu.
6. 3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan.
7. 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnnya.
8. 1 sdm garam.
9. 2 sdt gula pasir.
10. 2 batang daun bawang, dipotong 1 cm.
11. 3 sdm minyak goreng untuk menumis.
12. 2 sdm bawang merah goreng untuk taburan.
Bumbu Halus.
1. 8 siung bawang merah.
2. 4 siung bawang putih.
3. 4 cm kunyit dibakar.
4. 4 butir kemiri, disangrai.
5. 2 cm jahe.
6. 1 sdt merica butiran, disangrai.
7. 2 sdt ketumbar.
Cara Membuat:
1. Rebus daging dalam air sampai matang, saring kaldu nya, didihkan lagi. Masukkan daging, babat, usus dan paru, masak sampai mendidih.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk sampai harum, tuang ke rebusan daging.
3. Masukkan garam, gula pasir, masak sampai matang. Tambahkan daun bawang, aduk rata.
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng. (nusa cooking)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Bahan:
1. 250 gram daging sapi, dipotong dadu.
2. 3500 ml air.
3. 100 gram babat, direbus, dipotong dadu.
4. 100 gram usus, direbus, dipotong dadu.
5. 100 gram paru, direbus, dipotong dadu.
6. 3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan.
7. 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnnya.
8. 1 sdm garam.
9. 2 sdt gula pasir.
10. 2 batang daun bawang, dipotong 1 cm.
11. 3 sdm minyak goreng untuk menumis.
12. 2 sdm bawang merah goreng untuk taburan.
Bumbu Halus.
1. 8 siung bawang merah.
2. 4 siung bawang putih.
3. 4 cm kunyit dibakar.
4. 4 butir kemiri, disangrai.
5. 2 cm jahe.
6. 1 sdt merica butiran, disangrai.
7. 2 sdt ketumbar.
Cara Membuat:
1. Rebus daging dalam air sampai matang, saring kaldu nya, didihkan lagi. Masukkan daging, babat, usus dan paru, masak sampai mendidih.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk sampai harum, tuang ke rebusan daging.
3. Masukkan garam, gula pasir, masak sampai matang. Tambahkan daun bawang, aduk rata.
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng. (nusa cooking)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Rabu, 10 November 2010
Soto Banjar Rasa Istimewa
Sepiring Soto banjar dengan rasa istimewa, yang tentu menggoyang lidah, bisa Anda nikmati di warung makan Soto Banjar Pos di Jalan WR Supratman, Makassar. Apa yang beda dengan Soto banjar lain. Sajian dan rasanya, yang tentu dipengaruhi campuran bumbu-bumbunya.
Lazimnya Soto apa pun, seperti Soto ayam atau Soto banjar, hanya ditambahkan sepotong atau satu buah telur rebus. Tapi di Soto Banjar Pos, satu porsi Sotonya ada dua buah telur. Yang satunya telur rebus, dan satunya lagi telur ceplok setengah matang.
Selain itu, rasa gurih kuahnya beda karena tidak ditambahkan dengan rempah kapulaga. Padahal kapulaga ini adalah campuran bumbu pada Soto yang aslinya dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapulaga juga adalah campuran bumbu untuk membuat jamu.
Kuahnya hanya ditambahkan bawang putih, bawang merah, jahe, merica, serai dan pala yang dihaluskan. Kata Ardiansyah, pemilik warung, rasa dan variasi menu Soto banjar di warungnya ini memang disesuaikan dengan lidah orang Makassar. “Rasanya kalau dicampur kapulaga banyak orang sini yang kurang suka. Lalu kami juga terima masukan Soto lebih enak jika ditambahkan telur setengah matang,” ujarnya.
Tak hanya itu, ayam yang dicampur ke dalam Soto juga sesuai dengan selera warga kota Anging Mammiri, yaitu ayam kampung yang rasa dagingnya lebih padat. Telurnya juga telur ayam kampung. Selain variasi tadi, campuran lainnya ada kentang goreng yang bentuknya dipotong-potong bulat agak besar sehingga rasanya lebuh berisi. Lalu ada lontong dan soun. Soto tak lupa ditaburi bawang goreng dan daun sup.
Rasa kuah yang gurih semakin mantap dengan tambahan sedikit garam, kecap, sambal tumis, dan sepotong jeruk nipis. Pas untuk menu makan siang.
Warung Makan Soto Banjar Pos ini memang sudah sangat popular di kota ini. “Ke mana-mana kalau orang nyari Soto Banjar pasti ke sini,” ujar Ardiansyah.
Tak heran, Selasa (21/9) siang itu, warung yang muat untuk sekitar 40 orang itu terlihat penuh. Bahkan, salah seorang ibu memesan tujuh porsi Soto banjar. Pengunjung lainnya, Syamsul Marlin, yang baru mencicipi rasa Soto banjar di sini merasa sangat puas dengan rasanya. “Enak. Rasanya unik. Karena ada telur setengah matang di dalamnya,” ujar dia.
Warung Soto Banjar Pos telah ada sejak tahun 1969. Ini adalah usaha turun-temurun dari kakek Ardiansyah yang bernama Syahran Bai, yang saat itu datang ke Makassar untuk merantau. Awalnya, Soto yang dibuat dengan rasa asli Banjar. Tapi lama-kelamaan ia menyesuaikan dengan selera warga Makassar. Warung ini memang telah menjadi langganan setiap kalangan. Bahkan, kata Ardiansyah berbagai pejabat juga sering makan di tempatnya, seperti Pak Gubernur, Wali Kota, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Makassar.
Rasa uniknya sangat kental dengan telur ceplok yang sangat nikmat disantap saat menyatu dengan kuahnya. Kata Ardiansyah, banyak juga pelanggannya yang memesan porsi istimewa, yaitu dengan tambahan telur ceplok dua hingga empat buah, termasuk para pejabat-pejabat ini. “Sepertinya mereka merasa segar habis makan porsi dengan banyak telur setengah matang. Karena itu kan berkhasiat menambah tenaga. Makanya pas dimakan saat lagi capek,” ujar Ardiansyah.
Menimati Soto banjar dengan rasa Makassar ini tak rugi dengan harga yang disajikan. Karena seporsi benar-benar akan membuat Anda kenyang. Untuk satu porsi dengan dua buah telur, harganya Rp 22 ribu. Tapi jika ditambah telur lagi, harganya ditambah Rp 2.500 untuk setiap buah telurnya. (SUKMAWATI - Tempo Interaktif)
Lihat juga :
Sour Sally
Steak
Lazimnya Soto apa pun, seperti Soto ayam atau Soto banjar, hanya ditambahkan sepotong atau satu buah telur rebus. Tapi di Soto Banjar Pos, satu porsi Sotonya ada dua buah telur. Yang satunya telur rebus, dan satunya lagi telur ceplok setengah matang.
Selain itu, rasa gurih kuahnya beda karena tidak ditambahkan dengan rempah kapulaga. Padahal kapulaga ini adalah campuran bumbu pada Soto yang aslinya dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapulaga juga adalah campuran bumbu untuk membuat jamu.
Kuahnya hanya ditambahkan bawang putih, bawang merah, jahe, merica, serai dan pala yang dihaluskan. Kata Ardiansyah, pemilik warung, rasa dan variasi menu Soto banjar di warungnya ini memang disesuaikan dengan lidah orang Makassar. “Rasanya kalau dicampur kapulaga banyak orang sini yang kurang suka. Lalu kami juga terima masukan Soto lebih enak jika ditambahkan telur setengah matang,” ujarnya.
Tak hanya itu, ayam yang dicampur ke dalam Soto juga sesuai dengan selera warga kota Anging Mammiri, yaitu ayam kampung yang rasa dagingnya lebih padat. Telurnya juga telur ayam kampung. Selain variasi tadi, campuran lainnya ada kentang goreng yang bentuknya dipotong-potong bulat agak besar sehingga rasanya lebuh berisi. Lalu ada lontong dan soun. Soto tak lupa ditaburi bawang goreng dan daun sup.
Rasa kuah yang gurih semakin mantap dengan tambahan sedikit garam, kecap, sambal tumis, dan sepotong jeruk nipis. Pas untuk menu makan siang.
Warung Makan Soto Banjar Pos ini memang sudah sangat popular di kota ini. “Ke mana-mana kalau orang nyari Soto Banjar pasti ke sini,” ujar Ardiansyah.
Tak heran, Selasa (21/9) siang itu, warung yang muat untuk sekitar 40 orang itu terlihat penuh. Bahkan, salah seorang ibu memesan tujuh porsi Soto banjar. Pengunjung lainnya, Syamsul Marlin, yang baru mencicipi rasa Soto banjar di sini merasa sangat puas dengan rasanya. “Enak. Rasanya unik. Karena ada telur setengah matang di dalamnya,” ujar dia.
Warung Soto Banjar Pos telah ada sejak tahun 1969. Ini adalah usaha turun-temurun dari kakek Ardiansyah yang bernama Syahran Bai, yang saat itu datang ke Makassar untuk merantau. Awalnya, Soto yang dibuat dengan rasa asli Banjar. Tapi lama-kelamaan ia menyesuaikan dengan selera warga Makassar. Warung ini memang telah menjadi langganan setiap kalangan. Bahkan, kata Ardiansyah berbagai pejabat juga sering makan di tempatnya, seperti Pak Gubernur, Wali Kota, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Makassar.
Rasa uniknya sangat kental dengan telur ceplok yang sangat nikmat disantap saat menyatu dengan kuahnya. Kata Ardiansyah, banyak juga pelanggannya yang memesan porsi istimewa, yaitu dengan tambahan telur ceplok dua hingga empat buah, termasuk para pejabat-pejabat ini. “Sepertinya mereka merasa segar habis makan porsi dengan banyak telur setengah matang. Karena itu kan berkhasiat menambah tenaga. Makanya pas dimakan saat lagi capek,” ujar Ardiansyah.
Menimati Soto banjar dengan rasa Makassar ini tak rugi dengan harga yang disajikan. Karena seporsi benar-benar akan membuat Anda kenyang. Untuk satu porsi dengan dua buah telur, harganya Rp 22 ribu. Tapi jika ditambah telur lagi, harganya ditambah Rp 2.500 untuk setiap buah telurnya. (SUKMAWATI - Tempo Interaktif)
Lihat juga :
Sour Sally
Steak
Selasa, 09 November 2010
Steak Hump Cow in Garden Food Court & Cafe
Steak of beef may have been common. However Steak of beef cow hump ala Bambino Cafe in Garden Food Court & Cafe, in the area of Chester Road, Palembang Square, is different. Tenderness of beef fat is inserted between the meat adds delicacy.
Chef Wigo Adha Sukarno from Bambino Cafe, serving in the Farm Steak and Bisteca marinara. Two menus were a mainstay for steak lovers in the city of Palembang. In addition, various spaghetti like Spaghetti Bolognese and other species are also presented in these cafes.
According Wigo, meat from cows hump is the most tender meat from the animal. It is part of the body parts of cattle are rarely used for work. "So the meat tender and tasty," said Wigo, accompanied by General Manager of the Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Delicacy of the Farm Steak mixed with mash potatos or potatoes which made soft. In addition, mixed with mushrooms and sauce berbekyu. This is coupled with the pleasure of a thick barbecue sauce that flush on Steak.
While Bisteca marinara, can be felt a combination of cow's Steak deging plus squid and shrimp. Marinara more or less can be interpreted as seafood. Indeed Bisteca marinara combines beef with squid and shrimp. Feels a sense of seafood on the sidelines of the tender beef.
If you want to add a spicy taste for spicy food lovers, there's no harm in adding sauce. Wigo assured it would not reduce the delicious steak for lovers of spicy cuisine. Serving Farm Steak with a price of USD 40 thousand per serving, Bisteca marinara worth USD 45 thousand per serving as well as other menu at Cafe Bambino, can be enjoyed around 15:00 until 22:00. The reason the food is not the main meal, but the food consumed outside mealtimes. (Soegeng - Sriwijaya Post)
See also:
Sushi
Soto
Chef Wigo Adha Sukarno from Bambino Cafe, serving in the Farm Steak and Bisteca marinara. Two menus were a mainstay for steak lovers in the city of Palembang. In addition, various spaghetti like Spaghetti Bolognese and other species are also presented in these cafes.
According Wigo, meat from cows hump is the most tender meat from the animal. It is part of the body parts of cattle are rarely used for work. "So the meat tender and tasty," said Wigo, accompanied by General Manager of the Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Delicacy of the Farm Steak mixed with mash potatos or potatoes which made soft. In addition, mixed with mushrooms and sauce berbekyu. This is coupled with the pleasure of a thick barbecue sauce that flush on Steak.
While Bisteca marinara, can be felt a combination of cow's Steak deging plus squid and shrimp. Marinara more or less can be interpreted as seafood. Indeed Bisteca marinara combines beef with squid and shrimp. Feels a sense of seafood on the sidelines of the tender beef.
If you want to add a spicy taste for spicy food lovers, there's no harm in adding sauce. Wigo assured it would not reduce the delicious steak for lovers of spicy cuisine. Serving Farm Steak with a price of USD 40 thousand per serving, Bisteca marinara worth USD 45 thousand per serving as well as other menu at Cafe Bambino, can be enjoyed around 15:00 until 22:00. The reason the food is not the main meal, but the food consumed outside mealtimes. (Soegeng - Sriwijaya Post)
See also:
Sushi
Soto
Senin, 08 November 2010
Yam Cha Semerbak dan Dim Sum lezat ala Canton
Ingin menghabiskan waktu santai bersama keluarga atau teman-teman di Minggu pagi? Rasanya Yam Cha alias 'minum teh' ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tak hanya sekedar minum teh, aneka varian Dim Sum dan hidangan oriental lainnya bakal membuat lidah bergoyang.
Di hari Minggu kemarin akhirnya tibalah waktunya untuk memenuhi janji menikmati Yam Cha bersama teman-teman. Kebetulan di salah satu restoran hotel berbintang yang terletak di kawasan Mega Kuningan kini menggelar ritual Yam Cha setiap hari Minggu pagi. Beruntunglah hari libur membuat mobil yang saya tumpangi melesat mulus langsung menuju kawasan Mega Kuningan yang biasanya padat.
Tak seperti biasanya, ada yang berbeda saat saya melangkah memasuki Pearl Chinese Restaurant. Restoran Chinese yang terletak di lantai 1, Hotel JW Marriott ini tampil berbeda dari hari biasanya. Beberapa meja diset di luar restoran dan saat melangkah masuk berbagai stations makanan bagai menyambut para pengunjung yang datang.
Berbagai pernak-pernik seperti lampion dan sangkar burung bernuansa merah cerah menghiasi langit-langit. Banner besar bertuliskan Gong Xi Fat Choi ikut menambah kental suasana oriental untuk menyambut datangnya Imlek. Saat asyik mengedarkan pandangan, tiba-tiba dari kejauhan seseorang melambaikan tangan. Rupanya teman-teman saya sudah duduk manis melingkari sebuah meja bundar. Sengaja mereka menunggu saya tiba sebelum memulai Yam Cha bersama-sama.
Mungkin bagi masyarakat keturunan Tionghoa sudah tak asing lagi dengan seremonial bernama Yam Cha ini. Yam Cha dapat diartikan sebagai 'minum teh' di pagi hari. Kebiasaan minum teh ini berasal dari Kanton bagian selatan Cina, dimana Yam Cha biasanya dinikmati pagi hari di kedai-kedai teh di pinggir jalan. Sambil mengobrol santai bersama teman-teman sebelum memulai aktivitas, minum teh ini juga seringkali diiringi dengan makanan pendamping seperti Dim Sum.
Menurut kebiasaan, untuk menikmati Yam Cha haruslah dengan perut kosong. Itulah yang saya lakukan pagi ini. Layaknya sebuah restoran Chinese pada umumnya setiap meja dilengkapi dengan piring, sumpit, dan cangkir teh khas Cina yang berupa cangkir mungil dari keramik dan mangkuk kecil.
Pertama-tama Oolong Tea diracik didalam teko tanah liat dituang ke gelas keramik putih oleh seorang pelayan wanita berpakaian cheongsam (baju tradisional Cina dengan leher tinggi dan belahan di sisi roknya yang panjang hingga ke mata kaki). Menurut kebiasaan teh dituang ke cangkir untuk dihirup aromanya terlebih dahulu. Hmm... setelah meresapi wangi aromanya barulah cangkir ditutup dengan mangkuk kecil dan dituangkan terbalik sehingga teh berpindah ke mangkuk. Setelah itu teh dihirup langsung dari mangkuk slurppp... hmm selain wangi rasanya ringan dan tidak pahit.
Saat teh cangkir pertama habis, kami pun mulai bergerak menuju jejeran stations makanan. Sekitar kurang lebih 7 stations makanan digelar, diantaranya Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, dan Drunken Shrimp yang merupakan favorit pengujung. Wah wah... banyaknya aneka pilihan membuat saya jadi kebingungan ingin memulai dari mana?
Menikmati Yam Cha tak lengkap rasanya tanpa kehadiran Dim Sum. Untuk menikmati Dim Sum yang digoreng dan di pan fried, dapat diambil sepuasnya di buffet. Sedangkan untuk menikmati Dim Sum kukus seperti hakau, siomay, atau xiao long bao harus dilakukan by order. Tentunya ini sudah termasuk harga paket Rp 138.000,00 ++ yang harus kami bayar untuk menikmati Yam Cha ini.
Dim Sum disajikan dalam wadah-wadah bambu dengan porsi cukup besar dengan isi hakau dan siomay. Siomaynya lembut dengan campuran dua buah udang yang gendut-gendut di dalamnya. Sedangkan shirmp hakau berisi udang besar dengan rasa lembut, gurih dan tidak liat. Saat dimakan terasa kesegaran udang yang dimasak tanpa over cooked. Hmm.. nyam nyam! Sesekali kami pun menghirup teh untuk melarutkan lemak yang menempel langit-langit mulut.
Setelah kenyang menyantap Dim Sum, saya memutuskan menuju counter 'Congee Station' alias counter bubur nasi. Lebih dari 10 condiment yang ditaruh dalam mangkuk-mangkuk keramik Cina disamping seorang chef yang sedang meracik bubur. Pertama-tama bubur diambil dari dalam wadah keramik Cina dan dituangkan pada panci untuk dihangatkan diatas kompor listrik, lalu diracik beserta topping pilihan pengunjung. Hmm... bau harum bubur yang menguar dari panci sungguh menggoda!
Suapan pertama hampir membuat lidah saya terbakar, buburnya terasa panas mengigit lidah. Teksturnya tidak terlalu kental, cenderung encer dan gurih mendominasi rasa bubur ini. Irisan ayam dan udang sungguh empuk, berpadu serasi dengan telur phi tan. Hmm... sedap Dim Sum ini dimakan panas-panas! Akhirnya creepes yang diisi dengan berbagai macam buah-buahan dengan siraman saus cokelat dan strawberry menjadi penutup manis Yam Cha kami.
Mengingat bukan saja hidangannya yang memuaskan, namun juga kebersamaan yang diciptakan Yam Cha. Rasanya minggu depan saya akan kembali lagi, kali ini untuk menikmati Yam Cha bersama keluarga tercinta! (detik food)
Lihat juga :
Sate
Soto
Di hari Minggu kemarin akhirnya tibalah waktunya untuk memenuhi janji menikmati Yam Cha bersama teman-teman. Kebetulan di salah satu restoran hotel berbintang yang terletak di kawasan Mega Kuningan kini menggelar ritual Yam Cha setiap hari Minggu pagi. Beruntunglah hari libur membuat mobil yang saya tumpangi melesat mulus langsung menuju kawasan Mega Kuningan yang biasanya padat.
Tak seperti biasanya, ada yang berbeda saat saya melangkah memasuki Pearl Chinese Restaurant. Restoran Chinese yang terletak di lantai 1, Hotel JW Marriott ini tampil berbeda dari hari biasanya. Beberapa meja diset di luar restoran dan saat melangkah masuk berbagai stations makanan bagai menyambut para pengunjung yang datang.
Berbagai pernak-pernik seperti lampion dan sangkar burung bernuansa merah cerah menghiasi langit-langit. Banner besar bertuliskan Gong Xi Fat Choi ikut menambah kental suasana oriental untuk menyambut datangnya Imlek. Saat asyik mengedarkan pandangan, tiba-tiba dari kejauhan seseorang melambaikan tangan. Rupanya teman-teman saya sudah duduk manis melingkari sebuah meja bundar. Sengaja mereka menunggu saya tiba sebelum memulai Yam Cha bersama-sama.
Mungkin bagi masyarakat keturunan Tionghoa sudah tak asing lagi dengan seremonial bernama Yam Cha ini. Yam Cha dapat diartikan sebagai 'minum teh' di pagi hari. Kebiasaan minum teh ini berasal dari Kanton bagian selatan Cina, dimana Yam Cha biasanya dinikmati pagi hari di kedai-kedai teh di pinggir jalan. Sambil mengobrol santai bersama teman-teman sebelum memulai aktivitas, minum teh ini juga seringkali diiringi dengan makanan pendamping seperti Dim Sum.
Menurut kebiasaan, untuk menikmati Yam Cha haruslah dengan perut kosong. Itulah yang saya lakukan pagi ini. Layaknya sebuah restoran Chinese pada umumnya setiap meja dilengkapi dengan piring, sumpit, dan cangkir teh khas Cina yang berupa cangkir mungil dari keramik dan mangkuk kecil.
Pertama-tama Oolong Tea diracik didalam teko tanah liat dituang ke gelas keramik putih oleh seorang pelayan wanita berpakaian cheongsam (baju tradisional Cina dengan leher tinggi dan belahan di sisi roknya yang panjang hingga ke mata kaki). Menurut kebiasaan teh dituang ke cangkir untuk dihirup aromanya terlebih dahulu. Hmm... setelah meresapi wangi aromanya barulah cangkir ditutup dengan mangkuk kecil dan dituangkan terbalik sehingga teh berpindah ke mangkuk. Setelah itu teh dihirup langsung dari mangkuk slurppp... hmm selain wangi rasanya ringan dan tidak pahit.
Saat teh cangkir pertama habis, kami pun mulai bergerak menuju jejeran stations makanan. Sekitar kurang lebih 7 stations makanan digelar, diantaranya Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, dan Drunken Shrimp yang merupakan favorit pengujung. Wah wah... banyaknya aneka pilihan membuat saya jadi kebingungan ingin memulai dari mana?
Menikmati Yam Cha tak lengkap rasanya tanpa kehadiran Dim Sum. Untuk menikmati Dim Sum yang digoreng dan di pan fried, dapat diambil sepuasnya di buffet. Sedangkan untuk menikmati Dim Sum kukus seperti hakau, siomay, atau xiao long bao harus dilakukan by order. Tentunya ini sudah termasuk harga paket Rp 138.000,00 ++ yang harus kami bayar untuk menikmati Yam Cha ini.
Dim Sum disajikan dalam wadah-wadah bambu dengan porsi cukup besar dengan isi hakau dan siomay. Siomaynya lembut dengan campuran dua buah udang yang gendut-gendut di dalamnya. Sedangkan shirmp hakau berisi udang besar dengan rasa lembut, gurih dan tidak liat. Saat dimakan terasa kesegaran udang yang dimasak tanpa over cooked. Hmm.. nyam nyam! Sesekali kami pun menghirup teh untuk melarutkan lemak yang menempel langit-langit mulut.
Setelah kenyang menyantap Dim Sum, saya memutuskan menuju counter 'Congee Station' alias counter bubur nasi. Lebih dari 10 condiment yang ditaruh dalam mangkuk-mangkuk keramik Cina disamping seorang chef yang sedang meracik bubur. Pertama-tama bubur diambil dari dalam wadah keramik Cina dan dituangkan pada panci untuk dihangatkan diatas kompor listrik, lalu diracik beserta topping pilihan pengunjung. Hmm... bau harum bubur yang menguar dari panci sungguh menggoda!
Suapan pertama hampir membuat lidah saya terbakar, buburnya terasa panas mengigit lidah. Teksturnya tidak terlalu kental, cenderung encer dan gurih mendominasi rasa bubur ini. Irisan ayam dan udang sungguh empuk, berpadu serasi dengan telur phi tan. Hmm... sedap Dim Sum ini dimakan panas-panas! Akhirnya creepes yang diisi dengan berbagai macam buah-buahan dengan siraman saus cokelat dan strawberry menjadi penutup manis Yam Cha kami.
Mengingat bukan saja hidangannya yang memuaskan, namun juga kebersamaan yang diciptakan Yam Cha. Rasanya minggu depan saya akan kembali lagi, kali ini untuk menikmati Yam Cha bersama keluarga tercinta! (detik food)
Lihat juga :
Sate
Soto
Dim Sum, Hidangan Mungil
Dim Sum, hidangan dari selatan Cina ini memang cocok dinikmati kapan saja. Bentuknya yang mungil, lezat, dan mengenyangkan membuatnya populer dan sangat digemari. Mulai dari hakau yang berisi udang, siomay, hingga bakpao yang lembut menggoyang lidah. Mau? Hidangan mungil asal Canton, Cina bagian selatan ini ternyata banyak sekali penggemarnya. Jenisnya pun beragam, mulai dari yang dikukus, digoreng hingga yang dimatangkan dengan sedikit minyak alias pan fried. Beberapa jenis Dim Sum yang cukup populer adalah siomay, hakau, lumpia, bakpao, dan lain-lain. Soal rasa juga ada yang asin gurih atau manis.
Jika dulu Dim Sum biasa disantap sebagai sarapan pagi, dalam perkembangannya Dim Sum juga dinikmati sebagai bagian dari makan siang. Biasanya Dim Sum ditawarkan oleh resto khusus, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran besar dengan harga dan jenis yang sangat bervariasi tentunya. Di Indonesia mengingat penikmatnya tak cuma dari kalangan masyarakat Tionghoa, maka banyak pula penjual dim sum halal.
Dim Sum yang berkualitas biasanya langsung dibuat saat dipesan. Sebagai pendamping untuk menikmatinya adalah Oolong tea yang disajikan dalam cangkir mungil. Teh ini tak hanya sekedar pendamping, karena juga berfungsi untuk melarutkan lemak setelah mengkonsumsi Dim Sum.
Dim Sum yang dikenal dengan makanan yang berasal dari Cina ini menjadi salah satu kegemaran orang-orang dimana pun mereka berada.
Lihat juga:
Soto
Jika dulu Dim Sum biasa disantap sebagai sarapan pagi, dalam perkembangannya Dim Sum juga dinikmati sebagai bagian dari makan siang. Biasanya Dim Sum ditawarkan oleh resto khusus, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran besar dengan harga dan jenis yang sangat bervariasi tentunya. Di Indonesia mengingat penikmatnya tak cuma dari kalangan masyarakat Tionghoa, maka banyak pula penjual dim sum halal.
Dim Sum yang berkualitas biasanya langsung dibuat saat dipesan. Sebagai pendamping untuk menikmatinya adalah Oolong tea yang disajikan dalam cangkir mungil. Teh ini tak hanya sekedar pendamping, karena juga berfungsi untuk melarutkan lemak setelah mengkonsumsi Dim Sum.
Dim Sum yang dikenal dengan makanan yang berasal dari Cina ini menjadi salah satu kegemaran orang-orang dimana pun mereka berada.
Lihat juga:
Soto
Jumat, 05 November 2010
Eat Sate Coconut
Ever eat Sate Coconut? Enjoyment eat Sate will increasingly spread peanut sauce with a tasty and not too spicy. Asih said Sate seasoning is not spicy was deliberately formulated at the request of many consumers. "Chili we include on the edge of spice, but if there are customers who like the taste spicy, we make a spicy chili pol with an additional 25, even more," he said.
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Kamis, 04 November 2010
Let's eat at Dim Sum Festival Kemang
Maybe you have too frequently visited places of this culinary in Kemang area, Dim Sum Festival Kemang name. Located at Jalan Kemang Raya No. 27 / 1, in addition to serving a delicious Dim Sum, the price is quite affordable, it's natural arrival of this culinary festival many people interested.
The place is cozy with a number of plants as a tavern patron of the density of the road. Plus another 3 Aquarium and the many lights that decorate the coolness at night.
Store Dim Sum menu itself is quite varied. In addition to Dim Sum, Hakao (shrimp flour skin), Shrimp Siomay Kucai, Ceker Chicken to Seafood Lumpia. If you are less appetizing, chicken porridge Pitan Black Mushroom and Fried Thai noodles are ready to warm yourself at once.
As the release thirst, enjoy the fresh Dim Sum Punch, in addition to juice drinks are available. No need to worry much less hesitant to taste it, Dim Sum Festival Kemang is open 24 hours and perporsinya price is only around Rp. 30.000, - to Rp. 100.000, -. It is appropriate for you who used to live in Jakarta.
For you fans of Dim Sum, then you have come to this place. Because this place is reserved for you, the audience of this tiny food. (tamasya / RMB - media indonesia)
See also:
Wine
Soto
Minggu, 31 Oktober 2010
Carbenet Sauvignon si bintang red wine
Carbenet Sauvignon
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.
Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.
Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).
Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.
Sumber: seleramagazine
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.
Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.
Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).
Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.
Sumber: seleramagazine
Simak
Baca secara fonetik
Kamis, 28 Oktober 2010
What is Soto?
Soto, sroto, or coto is typical Indonesian food made from meat and vegetable broth. The most common meat used is beef and chicken, but also pigs and goats. Various regions in Indonesia has its own type of soup, with different content, such as Kediri Soto soto Madura, soto Betawi, Soto Padang, soto Bandung, Sokaraja soto, soto Banjar, soto Medan, coto Makassar. Soto was also named after its contents, such as chicken soup, tripe soup, goat soup. Soto has many similarities with the soup.
Because there are several kinds of soup in Indonesia, each has a way of presenting different. Soto could be served with various toppings, such as crackers, meatball, melinjo chips, chili sauce, peanut sauce, and others. And also it is with other additives such as satay pindang eggs, satay shells, lime, Koya (mixed stack of chips with garlic), etc.. As we know that the Indonesian staple food is rice, so the soup is usually served with rice as the main menu. However, there are differences in terms of rice is the main menu. Most soup with rice served separately, such as Soto Betawi, Soto Padang, and others. However, there is also served with rice or soup mixed with rice, for example Holy Soto. In addition, there are also soup served with rice cake or rice are cooked wrapped in banana leaves, for example Coto Makassar. Then, there is also the use of noodles, not rice as the main menu, for example Soto Mie Bogor. (wikipedia)
See also : wine
sushi
Because there are several kinds of soup in Indonesia, each has a way of presenting different. Soto could be served with various toppings, such as crackers, meatball, melinjo chips, chili sauce, peanut sauce, and others. And also it is with other additives such as satay pindang eggs, satay shells, lime, Koya (mixed stack of chips with garlic), etc.. As we know that the Indonesian staple food is rice, so the soup is usually served with rice as the main menu. However, there are differences in terms of rice is the main menu. Most soup with rice served separately, such as Soto Betawi, Soto Padang, and others. However, there is also served with rice or soup mixed with rice, for example Holy Soto. In addition, there are also soup served with rice cake or rice are cooked wrapped in banana leaves, for example Coto Makassar. Then, there is also the use of noodles, not rice as the main menu, for example Soto Mie Bogor. (wikipedia)
See also : wine
sushi
Rabu, 27 Oktober 2010
Keunikan dan Rahasia Bumbu Soto
Soto bisa disebut makanan khas rakyat Indonesia. Di banyak penjuru negeri, bisa ditemukan berbagai macam soto sesuai dengan asalnya. Namanya berbeda-beda, tampilannya bermacam-macam, rasanya pun beragam.
ADA soto yang kuahnya bening, ada pula yang agak keruh. Ada yang menggunakan mi soun atau bihun, ada yang diisi kentang, ada yang dicampur taogc. Bahkan ada juga soto yang hanya kuah saja dan kuah itu diguyurkan ke iga bakar atau orang lebih mengenalnya dengan soto iga bakar.Toh, tetap ada kesamaan karena memang sama-sama soto. Mau soto padang, soto makassar, soto lamongan, soto madura, soto ambengan, atau soto kudus, ciri rasa bumbu yang kental tetap mirip.
"Memang dari sekian cita rasa soto yang ada di Indonesia, rata-rata memiliki kemiripan rasa. Begitu pun dengan bumbu, yang utama sering digunakan adalah kunyit dan laos. Karena, secara umum soto yang bening maupun dengan kuah santan warnanya akan tetap kuning, meski ada yang kuningnya kental ada yang biasa saja," kata Naniek, pedagang soto asal Solo, Jawa Tengah.Banyaknya pilihan soto terlihat jelas di acara Festival Soto Nusantara yang diselenggarakan Warta Kota, pekan lalu, di pelataran Museum Fatahilah, Jakarta Barat.
Setidaknya ada 25 macam soto dari berbagai daerah. Dalam festival itu dapat dirasakan bagaimana detail keunikan rasa soto yang disajikan.Sebagai makanan khas Nusantara, keanekaragaman soto yang dimiliki setiap daerah merupakan gambaran tentang kekayaan kuliner di negeri ini. Meski ada kemiripan rasa, namun dari segi isi dan detail rasa yang terkecap di lidah, soto adalah masakan yang patut untuk dijelajahi kenikmatan rasanya.
"Meski ada yang sama dari bumbu dan rasa secara umum, coba saja bagaimana lekat rasa dan pedas kuah soto makassar, gurihnya soto madura dengan daging ayam kampungnya, kentalnya dan rasa bumbu yang menyedak dari soto padang yang bercampur santan, semua itu cita rasa. Dan, bagi penyuka makanan khas nusantara tentu ini sebuah sensasi yang beda," ujar Rajat, pemilik laos soto Pekalongan.
Jika dilihat dari segi isi soto, hasil racikan soto dari berbagai daerah memang memiliki kekhasan. Mulai dari sekadar daging ayam kampung dan telur, ada juga soto yang diisi sumsum kala sapi, ditambah susu, ada yang menggunakan iga, babat, paru, lalal, sampai urat daging sapi.Keragaman soto makin kentara ketika melihat bagaimana menyajikannya. Yang jelas, soto selalu dikenal sebagai masakan berkuah dan segar.
Bumbu rahasia
Meski soto sudah jadi makanan yang umum, namun sejumlah penjual soto mengungkapkan bahwa soto yang khas biasanya memiliki bumbu rahasia yang turun temurun. Salah satu contoh seperti yang diceritakan oleh Naniek. Di awal tahun 1990-an, ibu empat anak ini pernah menjual soto Madura. Namun, temyata soto buatannya itu tidak seenak soto Madura yang dijual oleh penjual soto di dekat rumahnya.
Menurut Naniek, hal itu dikarenakan adanya resep bumbu rahasia yang sudah turun temurun, yang dimiliki oleh penjual soto. "Rasa soto yang saya buat hanya mirip-mirip saja rasanya. Namun tidak begitu enak karena masih kurang terasa gurih dan segar. Saat diberi perasan Jeruk malah Jadi asem," kata Naniek.Menyoal bumbu rahasia turun menurun ini memang belum pernah ada yang bisa memberikan kepastian kisahnya.
Hal itu hanya selalu diungkapkan oleh penjual soto ketika ada orang yang bertanya tentang bumbu soto apa yang digunakan supaya rasanya gurih dan segar.jika ada pertanyaan soal bumbu, jawaban yang biasa diberikan adalah kuah menggunakan kari dari rendaman tulang, kulit, dan ceker kulit ayam. Ada Juga yang menyebut kunyit dan laos tidak banyak, tetapi menggunakan kari dari tulang dan sumsum sapi."Masalahnya ya itu mas, rahasia. Kami ya biasa menggunakan dan Itu sudah dari dulu orangtua yang bikin soto. Makanya sulit juga diceritakan. Tapi, ya secara umum pasti kuah dlpakeln kari dari rendaman tulang ayam atau sapi," kata Husein, penjual soto Madura (bataviase)
Lihat juga : sushi
dim sum
ADA soto yang kuahnya bening, ada pula yang agak keruh. Ada yang menggunakan mi soun atau bihun, ada yang diisi kentang, ada yang dicampur taogc. Bahkan ada juga soto yang hanya kuah saja dan kuah itu diguyurkan ke iga bakar atau orang lebih mengenalnya dengan soto iga bakar.Toh, tetap ada kesamaan karena memang sama-sama soto. Mau soto padang, soto makassar, soto lamongan, soto madura, soto ambengan, atau soto kudus, ciri rasa bumbu yang kental tetap mirip.
"Memang dari sekian cita rasa soto yang ada di Indonesia, rata-rata memiliki kemiripan rasa. Begitu pun dengan bumbu, yang utama sering digunakan adalah kunyit dan laos. Karena, secara umum soto yang bening maupun dengan kuah santan warnanya akan tetap kuning, meski ada yang kuningnya kental ada yang biasa saja," kata Naniek, pedagang soto asal Solo, Jawa Tengah.Banyaknya pilihan soto terlihat jelas di acara Festival Soto Nusantara yang diselenggarakan Warta Kota, pekan lalu, di pelataran Museum Fatahilah, Jakarta Barat.
Setidaknya ada 25 macam soto dari berbagai daerah. Dalam festival itu dapat dirasakan bagaimana detail keunikan rasa soto yang disajikan.Sebagai makanan khas Nusantara, keanekaragaman soto yang dimiliki setiap daerah merupakan gambaran tentang kekayaan kuliner di negeri ini. Meski ada kemiripan rasa, namun dari segi isi dan detail rasa yang terkecap di lidah, soto adalah masakan yang patut untuk dijelajahi kenikmatan rasanya.
"Meski ada yang sama dari bumbu dan rasa secara umum, coba saja bagaimana lekat rasa dan pedas kuah soto makassar, gurihnya soto madura dengan daging ayam kampungnya, kentalnya dan rasa bumbu yang menyedak dari soto padang yang bercampur santan, semua itu cita rasa. Dan, bagi penyuka makanan khas nusantara tentu ini sebuah sensasi yang beda," ujar Rajat, pemilik laos soto Pekalongan.
Jika dilihat dari segi isi soto, hasil racikan soto dari berbagai daerah memang memiliki kekhasan. Mulai dari sekadar daging ayam kampung dan telur, ada juga soto yang diisi sumsum kala sapi, ditambah susu, ada yang menggunakan iga, babat, paru, lalal, sampai urat daging sapi.Keragaman soto makin kentara ketika melihat bagaimana menyajikannya. Yang jelas, soto selalu dikenal sebagai masakan berkuah dan segar.
Bumbu rahasia
Meski soto sudah jadi makanan yang umum, namun sejumlah penjual soto mengungkapkan bahwa soto yang khas biasanya memiliki bumbu rahasia yang turun temurun. Salah satu contoh seperti yang diceritakan oleh Naniek. Di awal tahun 1990-an, ibu empat anak ini pernah menjual soto Madura. Namun, temyata soto buatannya itu tidak seenak soto Madura yang dijual oleh penjual soto di dekat rumahnya.
Menurut Naniek, hal itu dikarenakan adanya resep bumbu rahasia yang sudah turun temurun, yang dimiliki oleh penjual soto. "Rasa soto yang saya buat hanya mirip-mirip saja rasanya. Namun tidak begitu enak karena masih kurang terasa gurih dan segar. Saat diberi perasan Jeruk malah Jadi asem," kata Naniek.Menyoal bumbu rahasia turun menurun ini memang belum pernah ada yang bisa memberikan kepastian kisahnya.
Hal itu hanya selalu diungkapkan oleh penjual soto ketika ada orang yang bertanya tentang bumbu soto apa yang digunakan supaya rasanya gurih dan segar.jika ada pertanyaan soal bumbu, jawaban yang biasa diberikan adalah kuah menggunakan kari dari rendaman tulang, kulit, dan ceker kulit ayam. Ada Juga yang menyebut kunyit dan laos tidak banyak, tetapi menggunakan kari dari tulang dan sumsum sapi."Masalahnya ya itu mas, rahasia. Kami ya biasa menggunakan dan Itu sudah dari dulu orangtua yang bikin soto. Makanya sulit juga diceritakan. Tapi, ya secara umum pasti kuah dlpakeln kari dari rendaman tulang ayam atau sapi," kata Husein, penjual soto Madura (bataviase)
Lihat juga : sushi
dim sum
Langganan:
Postingan (Atom)
