Tampilkan postingan dengan label sour sally. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sour sally. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Lezatnya Soto Angsa

Soto merupakan makanan yang banyak disukai oleh masyarakat. Banyak variasi dari soto, seperti soto daging sapi atau soto daging ayam, namun apakan anda pernah mencoba soto daging angsa. Sepertinya soto angsa patut menjadi menu altenatif, pada saat berbuka puasa maupun nanti ketika lebaran. Kreator soto angsa, Chef Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sengaja memilih daging angsa untuk alternatif karena, jarang digunakan sebagai bahan masakan.

“Jika dimasak dan dirasakan dagingnya tidak kalah enak dengan ayam.” ujar Budi yang juga merupakan Chef Kepala di hotel Lor in. Budi menambahkan, untuk membuat soto angsa tersebut diperlukan daging angsa yang beratnya antara 1,5-1,7 kg. ”Dengan usia angsa antara 4-5 bulan,” terangnya saat ditemui Timlo.net di dapur Lor In. Sedangkan untuk bumbunya sendiri sangat mudah didapat, seperti tomat, seledri, daun bawang.

Cara memasak soto angsa tersebut cukup mudah, setelah angsa dibersihkan rebus angsa selama 4-5 jam dengan menggunakan api sedang. Tekstur dagingnya berbeda sehingga memerlukan waktu agak lama. Selama menunggu daging masak, siapkan bahan-bahan pelengkap seperti ketupat, telur asin, berkedel, kerupuk, jeruk nipis, dan sambel hijau.

Budi menambahkan, menu soto angsa tersebut memang disiapkan untuk menyambut lebaran tahun ini. ”Saya sengaja menghidari membuat makanan yang menggunakan santan.” ungkap Budi. Sementara itu, soto tersebut dapat anda cicipi di Sasono Budjono dengan harga Rp 65 ribu per porsi, atau mungkin anda ingin membuat sendiri di rumah dengan menambahkan kreasi yang lain. Silahkan mencoba.

Sumber : Hendra/Timlo.net

Lihat juga:
Dim Sum
Sour Sally

Bentuk Gelas Wine yang Berbeda

Ternyata, setiap jenis Wine atau anggur memiliki bentuk gelas sendiri-sendiri. Wine yang baik dibedakan dari rasa, bau dan penampilan fisiknya ketika di putar di dalam gelas. Semua hal ini tentunya akan didukung dengan pemilihan gelas yang tepat. Bahkan ada beberapa wine yang dapat menampilkan rasa terbaiknya hanya jika mereka disajikan dalam gelas yang tepat.

Gelas wine memiliki tiga komponen utama:
Dasar (base): merupakan pendukung utama kondisi gelas, dan mempertahankan posisi tetap tegak.
Batang (stem): tempat Anda memegang gelas sehingga tidak akan memindahkan panas tubuh Anda kepada Wine dan juga mencegah Anda meninggalkan bekas di permukaan gelas.
Badan (body): tempat yang menampung semua rasa minuman yang disajikan.

Semua gelas wine didesain agar anggur dapat dinikmati dengan cara yang pas. Desain gelas ini tidak dibuat sembarangan. Pada umumnya, ada empat tipe gelas Wine yang sering digunakan, walaupun dalam kasus khusus aturan ini dapat sedikit berubah.

Gelas Wine merah
Bentuk gelas untuk Wine merah lebih bundar dibanding gelas Wine lainnya. Tangkainya juga lebih kecil karena banyak orang yang cenderung memegang bagian badan gelas ketika menikmati minuman ini. Bagian badan gelas juga dibuat lebih lebar sehingga wine akan lebih banyak bersentuhan dengan udara sehingga membuatnya dapat memancarkan aroma dan rasa yang berani. Rasa kompleks dari anggur merah menjadi lebih lembut ketika bersentuhan dengan udara.

Gelas Wine putih
Gelas untuk anggur putih memiliki bentuk yang ramping dengan batang yang panjang. Bentuk badan gelas ini menyerupai huruf U, sehingga aromanya tersalurkan dengan tepat dan Wine yang ada akan tetap dingin untuk waktu yang lama. Bentuknya yang ramping akan menyebabkan orang memegang bagian batang gelas, sehingga anggur putih yang sangat sensitif terhadap suhu tidak akan terganggu oleh panas tubuh peminumnya.

Bentuk bibir gelas Wine putih ini akan menyalurkan Wine ke bagian samping dan depan dari mulut, sehingga rasa manis Wine putih akan benar-benar mengelus lidah peminumnya. Varian dari gelas Wine putih ini banyak, karena tergantung dari rasa Wine yang disajikan. Kerenyahan, usia Wine yang muda atau tua, bahkan kekuatan Wine putih akan mempengaruhi jenis gelas.

Gelas Wine sparkling
Gelas untuk jenis sparkling mirip dengan gelas Wine putih. Bedanya, badannya sedikit lebih panjang. Bentuk seperti ini akan membantu pada saat anggur dituang, dan menahan karbonasi yang ada di dalam Wine agar tetap terjaga sebanyak mungkin. Tangkainya yang panjang berfungsi mengurangi kontak dengan tubuh karena Wine tipe sparkling, seperti sampanye, sangat sensitif terhadap perubahan suhu atau panas tubuh si peminum.

Gelas Wine pencuci mulut
Dikenal juga sebagai gelas aperitif (minuman keras pemicu nafsu makan). Biasa digunakan untuk menyajikan port, sherry, liquers dan berbagai macam tipe aperitif lainnya. Ukuran standar Wine ini adalah 120 ml, tujuannya adalah untuk membentuk badan yang cukup kecil sehingga Wine akan dikirimkan ke bagian belakang rongga mulut, dan rasa manis dari Wine pencuci mulut ini tidak akan mematikan rasa yang ada di dalam mulut peminumnya. Wine tipe ini biasanya memiliki kadar alkohol tinggi, sehingga gelas kecil akan sempurna bagi penyajian Wine pencuci mulut.

Sumber : Ade Jayadireja-SendokGarpu.com

Lihat juga:
Burger King
Sour Sally

Selasa, 30 November 2010

5 Ice cream terlezat dan favorit di Amerika

Siapa yang tidak suka penganan yang satu ini? Hampir seluruh orang di dunia menyukai Ice cream. Rasanya yang beraneka ragam, kelembutan teksturnya serta dinginnya yang memikat lidah. Berikut ada beberapa ice cream yang dinyatakan sebagai ice cream terlezat di Amerika, seperti dikutip dari Forbes.

*Graeter's, Cincinnati, Ohio
Oprah Winfrey dan Sarah Jessica Parker memfavoritkan ice cream yang dijual di sini. Ice cream - nya dibuat sebanyak 2 galon dalam sekali proses pendinginan lalu diputar dalam tangki, coklat cair kemudian dituang untuk menghasilkan coklat chip beku raksasa yang akan membuat Anda ketagihan begitu Anda mencobanya.

* Ciao Bella Gelato, New York
Yang menarik di sini adalah Anda bisa memperoleh gelato lezat pada sebuah toko mungil di kota besar seperti New York. Rasa jahe, jeruk sitrun, limau dengan taburan kracker dan hazelnut biscotti. Ciao Bella juga menawarkan sorbet aneka rasa seperti soft chocolate chunk gelato dan pineapple tangerine rum.

* Margie's Candies, Chicago
Setengah berupa toko permen, setengah lagi toko ice cream, Margie's Candies beroperasi sejak 1921. Cicipilah rasa produknya dan Anda akan mengerti mengapa orang memfavoritkannya sejak 80 tahun silam! Selain es dan permen, tempat ini juga menjual milkshakes, rootbeer floats, dan ice cream sundae jumbo.

* Capogiro Gelato, Philadelphia
Kemurnian dan kekuatan rasa yang menjadikan ice cream - nya memiliki daya saing. Tempat ini resmi buka Desember 2002 lalu. Hasil kebun sendiri menjadi pilihan utama sebagai bahan dasar pembuat esnya. Selain rasa klasik, inovasi rasa baru mereka juga tak kalah bersaing seperti Rosemary Honey Goat's Milk, Mascarpone and Fig, dan Honey Cumin Gelato.

* Glacier Ice Cream, Boulder, Colo
Tempat ini selalu memiliki inovasi rasa baru hampir dalam tiap bulannya. Selain ice cream, ada gelato, sorbet, sundae, smoothies dan milkshakes sebagai alternatif di tempat ini. Rasa es yang paling digemari adalah coffee caramel crunch, Death by Chocolate, pralines dengan krim. (forbes/meg)

Sumber : kapanlagi.com


Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally

Senin, 29 November 2010

Ayo kita Makan Ice cream

Sudah pernah makan Ice cream ? Pasti sebagian besar sudah pernah kan ya ? Tetapi tahukah anda asal mula ice cream yang lezat itu ? Ice cream sudah dimulai sejak 3.000 tahun lalu. Para kaisar China adalah orang-orang pertama yang beruntung mencicipi  ice cream salju. Koki mereka mengambil salju dan es dari pegunungan. Mencampurnya dengan buah-buahan, anggur, dan madu. Kemudian menghidangkannya sebagai makanan ringan untuk para kaisar. Ada pula cerita yang mengatakan bahwa bangsa Italia yang menciptakan  ice cream. Tahun 62 Masehi, dikisahkan Kaisar Nero mengirimkan budak-budaknya ke pegunungan untuk membawa salju dan es. Koki-koki Nero juga mencampur es dan salju tersebut dengan buah-buahan dan madu.

Untuk resep  ice cream, ada juga beberapa kisah yang mewakilinya :

1. Tahun 1295, Marco Polo, kembali dari China. Dia membawa resep baru tentang cara membuat  ice cream salju. Dalam resepnya tertulis cara mencampur susu yak ke dalam salju. Sejak saat itu orang-orang kaya di Italia mulai menikmati susu beku.

2. Tahun 1533, Catherine de Medici dari Florence, Italia menjadi Ratu Perancis. Salah satu yang dibawanya ke Perancis adalah resep membuat susu beku. Tidak lama kemudian, semua koki di Perancis membuat makanan ringan itu. Salah satu koki Perancis membuka toko untuk menjualnya. Dia koki pertama yang menambahkan berbagai rasa seperti coklat dan stroberi ke dalam susu beku.

3. Ketika Charles I dari Inggris mengunjungi Perancis tahun 1600 an, dia disuguhi susu beku. Saking sukanya, Charles I meminta koki Perancis menjual resep susu beku padanya. Sejak resep ada di tangan raja Inggris, semua orang-orang kaya di situ pun mulai menikmati hidangan penutup yang enak itu.

4. Tahun 1700, Gubernur Bladen dari Maryland, asal Inggris, menghidangkan  ice cream  kepada para tamunya. Tujuh puluh enam tahun kemudian, toko  ice cream pertama di Amerika Serikat dibuka. Lokasinya di Kota New York.

Wow, menarik juga petualangan ice cream sampai menjadi lebih lezat dan terkenal ya. Saya bukan penggemar berat  ice cream, tetapi saya cukup menikmati  ice cream yang memiliki rasa coklat dan kepingan – kepingan coklat di dalamnya, itulah  ice cream favorit saya. Bagaimana dengan anda ?

Sumber : www.kidnesia.com - Joanna-citrawanita.com

Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally

Minggu, 28 November 2010

Alat Ice cream

Suka makan Ice cream? Sudah pernah mencoba membuat sendiri di rumah? Jika ingin membuatnya sendiri, alat ini bisa jadi alat yang Anda cari. Tidak hanya bisa membuat Ice cream secara cepat dan praktis tapi juga bisa digunakan untuk membuat fro-yo. Penasaran?

Siapa yang tidak suka dengan Ice cream? Dessert dingin dengan tekstur yang lembut dengan rasa yang manis selalu saja jadi favorit semua orang. Begitu juga dengan frozen yoghurt atau yang lebih populer dengan istilah fro-yo. Berbagai macam gerai Ice cream dan juga fro-yo bermunculan di Jakarta.

Jika Anda ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, kenapa tidak? Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice cream Maker akan membantu Anda membuat Ice cream dan juga fro-yo yang enak untuk keluarga di rumah. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice cream Maker adalah alat yang terdiri dari compressor-freezer. Sehingga Ice cream bisa langsung dikonsumsi setelah diproses.

Tidak perlu menunggu Ice cream hingga jadi di dalam freezer, karena Ice cream sudah bisa langsung dihidangkan. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice Cream Maker tidak hanya bisa digunakan untuk membuat Ice cream saja. Tapi juga bisa digunakan untuk membuat frozen yoghurt atau fro-yo, sorbet, smoothies, dan juga minuman dingin lainnya.

Jika ingin menambahkan rasa yang segar, bisa Anda padukan dengan potongan buah-buahan sehingga mendapatkan hasil yang sluurrp, yummy! Cara menggunakan alat ini pun cukup mudah. Cukup dengan memasukkan semua bahan ke dalam alat ini kemudian nyalakan alat ini, dan cukup dengan waktu singkat Ice cream pun siap untuk dihidangkan. Cukup mudah bukan?

Alat ini didesain dengan sangat cantik dan elegan, cocok untuk mempercantik dapur Anda. Cuisinart® Supreme™ Commercial Quality Ice Cream Maker bisa di peroleh dengan harga Rp 5.650.000,- di departement store di Jakarta atau langsung ke Kitchenart Showroom, Central Park Mall lantai 2, #208-209. Jl. S.Parman, Jakarta Barat.

Nah, tunggu apalagi? Jika Anda memang penggila Ice cream, alat ini bisa jadi teman yang asyik saat santai ataupun saat ada acara keluarga di rumah. (eka/Odi)

Sumber : Eka Septia Wulan - detikFood

Lihat juga:
Hanamasa
Sour Sally

Kamis, 25 November 2010

Yellow Soto from Bogor

Bogor yellow Soto enough fans. In this rainy city, many sellers are peddling soup on the sidewalk. But if you want to feel the most comfortable, go to Jalan Suryakencana (Surken) Bogor precisely Hunchback Mr. Soto and Mr. Joseph. It's right at the intersection jl. Wheels, Gg. Aut, Suryakencana, District Central Bogor, Bogor.

This soup is made from coconut milk laced with turmeric until golden color. The contents of beef and offal is placed on the container which was covered with banana leaves. With a sharpened iron, buyers can pick and stabbed the meat of choice. There is tripe, tongue, meat, tendons, and intestines. Once selected, carpenters soto chop in match size and arranging them in a bowl. Once equipped with sweet soy sauce, chopped celery, and fried onions, beef broth soup was doused hot nan. Very good taste. There is also provided chips or fried chips as an additional jengkol.

But to be able to enjoy the pleasures of this Hunchback Pak yellow soup, visitors should arrive at 7 am, because at 10 it is definitely gone. Moreover, when Saturdays, Sundays, and holidays, must scramble. No wonder that Mr. Soto Hunchback could spend jerohan 6 kg of meat and cattle a day.

A similar Soto also enjoyed the afternoon at another merchant. It lies still on Jl. Suryakencana, across from the Bank CIC. The seller is Mr. Blue. The price is the same as Mr. Hunchback that is between Rp 1,500 - Rp. 3,000 or USD 1,000 for rice added.

Same with Mr. Soto and Mr. Joseph Hunchback, in Soto Pak Iwan, buyers also must be willing to stand in line when Saturday night arrives. Because the bench that provided very limited. It could if we came at 19:00, sotonya already exhausted. Though Iwan, began to open a new merchandise at 17.00. Soto most delicious yellow chips accompanied jengkol. Do not be afraid of the smell, because with such processing, taste and smell jengkol almost disappeared. (* / Unt)

Source: radar-bogor.co.id

See also:
Burger King
Sour Sally

Rabu, 24 November 2010

Lezatnya Sate Mak Sukur

Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.


Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?

Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.

Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.

Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.

Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.

Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:

* Pasaraya Manggarai
* Pasaraya Blok M
* Jl. Pengambiran No 37, Rawamangun Jaktim Telp 021- 93274702
* Mall Kelapa Gading

Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.

Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.

Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.

Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!

Sumber : dania - indonesi.com

Lihat juga:
Sour Sally
Burger King

Senin, 22 November 2010

Jenis Ice cream untuk Anjing

Ice cream ternyata tak hanya menjadi makanan favorit manusia. Di Inggris, Ice cream juga bisa menjadi santapan anjing. Bahkan, di London ada kendaraan khusus yang digunakan untuk menjual Ice cream khusus anjing.

Ice cream khusus anjing dijual oleh Gerai K-99. Di tempat ini, ada dua jenis Ice cream yang ditawarkan. Pertama dog eat hog world atau Ice cream dengan campuran ikan dan daging ayam. Di atasnya, ada hiasan biskuit tulang. Sedangkan yang kedua disebut canine cookie crunch. Isinya campuran Ice cream berbagai rasa dengan pemanis biksuit tulang. Jadi, menu Ice cream yang dijual memang tak sembarangan.

Sang pemilik mengaku, menu tersebut sengaja dikembangkan ahli gizi untuk pertumbuhan anjing. Kedua Ice cream dijual sekitar Rp 13.500. Nantinya, hasil penjualan Ice cream akan disumbangkan ke yayasan amal yang mempekerjakan anjing.

Sumber : ULF - Liputan 6.com

Lihat juga :
Sour Sally
Hanamasa

Minggu, 21 November 2010

kinds of Ice cream in Bandung

Although the afternoon and evening rain Bandung often, so the spirit of the sun shining on the city of Bandung in the morning and afternoon. Hot, hot, dry and hot. Upon hearing these words must direct our thoughts turned to something cool, fresh and relieve thirst. Ice cream! One name that will hint and would fit satisfying taste.

As a culinary paradise, Bandung also has places that sell ice cream is excellent and should be sampled. Let's find out a little review of some places that sell ice cream below.

1. Ice cream past
Nostalgia, classic and nuanced "old school" aka the past. These things are the main attraction of Ice cream shops this. Most people come because of the sensation of nostalgia seemed to be a time machine that brings us to travel into the past. Ice cream flavor - it was classic, made from original recipes taste and mainland European ancestors have handed down, make these places famous. Visit PT. Pain in Tamblong Road, Source Cuisine and Braga Permai in Jalan Braga, Milan Cafe located at Jalan Student Warriors, and I Scream For Ice Cream at Jl. Hariangbanga (near Jl. Taman Sari). Invite also papa-mama-oma and opa for reunited to the heyday here first. Vintage style was fine so additional attributes Ice cream culinary tour of this old school.

2. Ice cream breakthrough
In contrast to the previous ice-cream, Ice cream that was served was an innovation with creative ideas that have never thought about before. One of the places that serve ice cream strange and unique that can only be found at Flower City is Sub7ero Frozen, which is located on Jl. Middle Saturn, complex Margahayu Permai Bandung. The unusual flavors, like cheddar cheese is salty and spicy black pepper, a mainstay of successful ice cream business spread by word of mouth is. One other unique creations is the fried ice cream. It sounds strange because his name is so contradictory. However, these snacks are actually a presentation Ice cream clamped between fried bread. Crispy and refreshes, plus a sprinkling of nuts and chocolate sauce that makes it more kick. Visit Tomato Cafe on Jl. Ir. H. Djuanda near Terminal Dago to mengulik special flavor of this fried ice cream.

3. Traditional Ice Cream
Ice Cream Indonesian special, and rather typical of Bandung. One example of this traditional ice cream is ice lolly (or there is also a call for making ice shake rocked in the wagon). Candles are popular ice can be purchased at Jl. Cimandiri and Jl. Lengkong Large. No less delicious flavor with a modern ice cream, along with cheap prices and the memories embedded will encourage fans to hunt down every corner of the city of Bandung.

Source: bandungreview.com

See also:
Sour Sally
Burger King

Senin, 15 November 2010

3Dim Sum

Yore Dim Sum is served only for tea in the morning until noon. Even the presentation is limited until around 15.00. But in its development, dim sum can be enjoyed anytime.

This reality also makes Lea Naomi Naomi Risamasu or often greeted Molukas ventured to make dim sum shops with names 3 Dim Sum. Store is made with a colleague Anga Kusuma Wijaya at Mid-point region, Senayan, Jakarta Selatan.Persiapan uncuk open his place of business is indeed quite short. Only within a month he prepares everything. Moreover, the selection of the place began when he used to hang out in the region. At that time he saw the place was always a lot of people who come just to chat and drink

"Finally I saw there was one empty counter and I make a food business whose goal as a friend to chat they are hanging out," ucapnya.Untuk all ingredients dim sum. according Naomi, his cooperation with the supplier. He took all the material that has become to sell. Supplier partners are taken as coming from the region of Jakarta Kedoya Barat.Naomi added, this effort was simply an additional course. But it is possible with time he hopes his business will flourish and have cabang.Setidaknya there are 16 menu offered at her bar which is still relatively simple. Although simple Naomi believes strongly in this place a lot of people ogled.

Moreover, the target of people who come just hanging out or meeting in the place. "If the meeting or hanging out usually does not require a heavy meal. So I offer a snack or a delicious light menu," ungkapnya.Kedai 3Dim Sum does not provide much seating . Nevertheless six employees have professional skills in presenting and serve dim sum. Proven although not open no more than two weeks. customers who come already fairly decent. Every day the store is able to sell no less than 20 servings? existing items.

Upon the success of this effort is not just simply a very strategic factor. But it's also relatively affordable price offered. For all the servings on offer priced at Rpl2.000. All these can be said halal menu and it was very tasty. Store itself began to open from 13.00 until 24.00.Selain serve direct buyers who directly enjoy the place. Store 3Dim Sum also serve the order among the forms of catering. (Bataviase.co.id)

See also:
Burger King
Sour Sally

Minggu, 14 November 2010

FroYo yang bikin ketagihan

Tahu dan kenal dengan rasa yogurt ? Katanya sih, produk olahan dari susu ini memang dikenal sangat bermanfaat untuk pencernaan, memperkuat gigi dan tulang.

Sudah menjadi trend baru, jika pada saat ini mengkonsumsi yogurt adalah bagian dari cara hidup sehat. Frozen Yogurt Boutique pun menjadi pilihan utama buat hang out dan mengubah kebiasaan nongkrong yang biasanya dilakukan di coffe shop.

"Desain dan interior Sour Sally Fro-Yo memang menggunakan konsep boutique. Dibangun untuk menciptakan atmosfir yang cozy dan modern dengan detail yang keren dan unik," kata Donny Pramono, pemilik Sour Sally Fro-Yo kepada rileks.com.

Dengan tampilan ikon yang lucu, butik yogurt ini menawarkan kesegaran yogurt rasa plain original dan green tea, dengan pilihan 20 jenis topping yang segar, ringan, lezat dan sehat, mulai dari aneka buah sampai cereal. Selain yogurt, tersedia juga Smoothies dan Shaved Ice.

"Kami ngebebasin setiap orang untuk memilih, mencampur dan memenuhi selera masing-masing atau menyesuaikan mood saat itu. Mau yang bikin adem di saat hari panas atau bikin semangat di saat bete," ungkap Donny.

Yang pasti, racikan yogurt yang tersedia di Sour Sally memang tidak cuma hanya buah-buahan yang umumnya sering digunakan seperti strawberry dan kiwi.

Tapi, juga diracik dengan olahan buah khas Indonesia lainnya seperti mangga, nangka dan lainnya.

Sereal yang biasa dimakan sebagai sarapan pagi seperti corn flakes dan chocolate chips juga jadi bagian racikan yogurt yang lezat.

"Kalau topping-topping ini ditabur di atas yogurt, terus scoopnya di suap ke dalam mulut, kamu bakal ngerasain perpaduan rasa manis dan kecut dengan sensasi rasa yang hmmmh.... istimewa banget !.

Pokoknya enak, segar, ringan, nggak bikin eneg dan bikin ketagihan," cetus Alyssa Soebandono, artis sinetron yang memang fanatik dengan Sour Sally.

Sour Sally Fro-Yo sendiri merupakan asli brand Indonesia kendati bahan-bahan yang digunakan masih diimport dari Amerika.

Untuk menjaga kesegarannya, sangat disarankan untuk langsung mengkonsumsi yogurt di tempat dan tidak menyimpan yogurt dalam lemari es.

Hadir di Senayan City, Jakarta, Sour Sally Fro-Yo Boutique bisa didapat dengan harga terjangkau, yakni berkisar antara Rp 17.500 - Rp 49.500. Hingga akhir tahun nanti, Sour Sally berencana akan membuka beberapa outlet di tanah air. (ly - rileks.com)

Lihat juga :
Dim Sum
Hanamasa

Jumat, 12 November 2010

Membuat Soto Daging di Rumah

Resep membuat Soto Daging
Bahan:
1. 250 gram daging sapi, dipotong dadu.
2. 3500 ml air.
3. 100 gram babat, direbus, dipotong dadu.
4. 100 gram usus, direbus, dipotong dadu.
5. 100 gram paru, direbus, dipotong dadu.
6. 3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan.
7. 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnnya.
8. 1 sdm garam.
9. 2 sdt gula pasir.
10. 2 batang daun bawang, dipotong 1 cm.
11. 3 sdm minyak goreng untuk menumis.
12. 2 sdm bawang merah goreng untuk taburan.

Bumbu Halus.
1. 8 siung bawang merah.
2. 4 siung bawang putih.
3. 4 cm kunyit dibakar.
4. 4 butir kemiri, disangrai.
5. 2 cm jahe.
6. 1 sdt merica butiran, disangrai.
7. 2 sdt ketumbar.

Cara Membuat:
1. Rebus daging dalam air sampai matang, saring kaldu nya, didihkan lagi. Masukkan daging, babat, usus dan paru, masak sampai mendidih.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk sampai harum, tuang ke rebusan daging.
3. Masukkan garam, gula pasir, masak sampai matang. Tambahkan daun bawang, aduk rata.
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng. (nusa cooking)

Lihat juga :
Sour Sally
Burger King

Rabu, 10 November 2010

Soto Banjar Rasa Istimewa

Sepiring Soto banjar dengan rasa istimewa, yang tentu menggoyang lidah, bisa Anda nikmati di warung makan Soto Banjar Pos di Jalan WR Supratman, Makassar. Apa yang beda dengan Soto banjar lain. Sajian dan rasanya, yang tentu dipengaruhi campuran bumbu-bumbunya.

Lazimnya Soto apa pun, seperti Soto ayam atau Soto banjar, hanya ditambahkan sepotong atau satu buah telur rebus. Tapi di Soto Banjar Pos, satu porsi Sotonya ada dua buah telur. Yang satunya telur rebus, dan satunya lagi telur ceplok setengah matang.

Selain itu, rasa gurih kuahnya beda karena tidak ditambahkan dengan rempah kapulaga. Padahal kapulaga ini adalah campuran bumbu pada Soto yang aslinya dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapulaga juga adalah campuran bumbu untuk membuat jamu.

Kuahnya hanya ditambahkan bawang putih, bawang merah, jahe, merica, serai dan pala yang dihaluskan. Kata Ardiansyah, pemilik warung, rasa dan variasi menu Soto banjar di warungnya ini memang disesuaikan dengan lidah orang Makassar. “Rasanya kalau dicampur kapulaga banyak orang sini yang kurang suka. Lalu kami juga terima masukan Soto lebih enak jika ditambahkan telur setengah matang,” ujarnya.

Tak hanya itu, ayam yang dicampur ke dalam Soto juga sesuai dengan selera warga kota Anging Mammiri, yaitu ayam kampung yang rasa dagingnya lebih padat. Telurnya juga telur ayam kampung. Selain variasi tadi, campuran lainnya ada kentang goreng yang bentuknya dipotong-potong bulat agak besar sehingga rasanya lebuh berisi. Lalu ada lontong dan soun. Soto tak lupa ditaburi bawang goreng dan daun sup.

Rasa kuah yang gurih semakin mantap dengan tambahan sedikit garam, kecap, sambal tumis, dan sepotong jeruk nipis. Pas untuk menu makan siang.

Warung Makan Soto Banjar Pos ini memang sudah sangat popular di kota ini. “Ke mana-mana kalau orang nyari Soto Banjar pasti ke sini,” ujar Ardiansyah.

Tak heran, Selasa (21/9) siang itu, warung yang muat untuk sekitar 40 orang itu terlihat penuh. Bahkan, salah seorang ibu memesan tujuh porsi Soto banjar. Pengunjung lainnya, Syamsul Marlin, yang baru mencicipi rasa Soto banjar di sini merasa sangat puas dengan rasanya. “Enak. Rasanya unik. Karena ada telur setengah matang di dalamnya,” ujar dia.

Warung Soto Banjar Pos telah ada sejak tahun 1969. Ini adalah usaha turun-temurun dari kakek Ardiansyah yang bernama Syahran Bai, yang saat itu datang ke Makassar untuk merantau. Awalnya, Soto yang dibuat dengan rasa asli Banjar. Tapi lama-kelamaan ia menyesuaikan dengan selera warga Makassar. Warung ini memang telah menjadi langganan setiap kalangan. Bahkan, kata Ardiansyah berbagai pejabat juga sering makan di tempatnya, seperti Pak Gubernur, Wali Kota, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Makassar.

Rasa uniknya sangat kental dengan telur ceplok yang sangat nikmat disantap saat menyatu dengan kuahnya. Kata Ardiansyah, banyak juga pelanggannya yang memesan porsi istimewa, yaitu dengan tambahan telur ceplok dua hingga empat buah, termasuk para pejabat-pejabat ini. “Sepertinya mereka merasa segar habis makan porsi dengan banyak telur setengah matang. Karena itu kan berkhasiat menambah tenaga. Makanya pas dimakan saat lagi capek,” ujar Ardiansyah.

Menimati Soto banjar dengan rasa Makassar ini tak rugi dengan harga yang disajikan. Karena seporsi benar-benar akan membuat Anda kenyang. Untuk satu porsi dengan dua buah telur, harganya Rp 22 ribu. Tapi jika ditambah telur lagi, harganya ditambah Rp 2.500 untuk setiap buah telurnya. (SUKMAWATI - Tempo Interaktif)

Lihat juga :
Sour Sally
Steak

Selasa, 09 November 2010

Ice cream in Europe

"Ice cream is reputed to have been made in China as long ago as 3000 BC, but it did not arrive in Europe (via Italy) until the thirteenth century, and Britain had to wait until the late seventeenth century to enjoy it (hitherto, iced desserts had been only of the sorbet variety)... by the time Hannah Glasse and Elizabeth Raffald were giving recipes for it in the mid-eighteenth century, it was evidently well established. At first, Ice cream was simply as its name suggests: cream, perhaps sweetened, set in a pot nestling in ice to cool it down. But before long recipes became more sophisticated, and the technique of periodic stirring to prevent the formation of ice crystals was introduced, and ice cream was set on a career of unbroken popularity. As early as 1821 we find mention of "Ice cream gardens' in New York....Since introducing Ice cream to Europe in the Middle Ages, Italy has never relinquished its lead in theis field, and over the centuries the manufacture of Ice cream has in many countries been the province of Italian emigres."
---An A to Z of Food and Drink, John Ayto [Oxford Univeristy Press:Oxford] 2002 (p. 167)

"Italians were the undisputed master in developing methods of chilling a freezing drinks...The creation of sorbet resulted from experiments in chilling drinks, and it too became a matter of myth. Supposedly, sorbet was also brought to France by Catherine de'Medici...There is no documentary evidence to support this hypothesis, however and we cannot prove that the art of sorbet making was already practiced in Italy in the middle of the sixteenth century...Latini's... Treatise on Various Kinds of Sorbets, or Water Ices...composed between 1692 and 1694...contains the first written recipes on how to mix sugar, salt, snow, and lemon juice, strawberrries, sour cherries, and other fruit, as well as chocolate, cinnamon water, and different flavorings. There is also a description of a "milk sorbet that is first cooked," which we could regard as the birth certificate of Ice cream. De'sorbetti, the first book entirely dedicated to the art of making frozen confections, was published in Naples in 1775. Its author, Filippo Baldini, discusses different types of sorbets...A separate chapter deals with "milky sorbets," meaning Ice cream, whose medical properties are vigorouly proclaimed."
---Italian Cuisine: A Cultural History, Alberto Capatti & Massimo Montanari [Columbia University Press:New York] 1999 (p. 110-1)

"The first Ice creams, in the sense of an iced and flavoured confection made from full milk or cream, are thought to have been made in Italy and then in France in the 17th century, and to have been diffused from the French court to other European countries...The first recorded English use of the term Ice cream (also given as iced cream) was by Ashmore (1672), recording among dishes served at the Feast of St. George at Windsor in May 1671 One Plate of Ice cream'. The first published English recipe was by Mrs. Mary Eales (1718)...Mrs. Eales was a pioneer with few followers; Ice cream recipes remained something of a rarity in English-language cookery books...As for America, Stallings observes that Ice cream is recorded to have been served as early as 1744 (by the lady of Governor Blandon of Maryland, nee Barbara Jannsen, daughter of Lord Baltimore), but it does not appear to have been generally adopted until much later in the century. Although its adoption then owed much to French contacts in the period following the American Revolution, Americans shared 18th century England's tastes and the English preference for Ice creams over water ices, and proceeded enthusiastically to make Ice cream a national dish."
---Oxford Companion to Food, Alan Davidson [Oxford University Press:Oxford] 1999 (p. 392-3)

"The first substantial piece of writing on Ice cream was an anonymous 84-page manuscript entitled L'Art de faire des Glaces which, through watermarks in the paper, has been dated "circa 1700." It is a "how to" work of some sophistication, giving detailed instructions for the preparation of such delights as apricot, voilet, rose, chocolate, and a caramel Ice creams and water ices. A number of British cookbooks of the eighteenth century contain Ice cream formulas. One such work is Mrs. Hannah Glasse's The Art of Cookery Made Easy (1747)--considered by scholars to be the first major cookbook written by a woman in what was until then an almost exclusively male domain. In 1768 there appeared in Paris what is undoubtedly the most outlandish treatise on the subject ever to be published. Called The Art of Making Frozen Desserts, it is a 240-page offering by one M. Emy, who not only gives formulas for "food fit for the gods," but offers theological and philosophical explanations for such phenomena as the freezing of water. The tone of the book is set by its frontispiece, which depicts a brace of angels delivering Ice cream to earth from heaven. Although frozen desserts were becoming common in regal circles, not until 1670 when the Cafe Procope opened in Paris did "Ice cream" and sherbets pread to the masses."
---The Great American Ice cream Book, Paul Dickson [Atheneum:New York] 1972 (p. 18-19) (foodtimeline)


See also :
Hanamasa
Sour Sally

Senin, 08 November 2010

Burger King New Opens at Emporium

Departing from the many loyal customers, making Burger King wanted to move closer to its customers. This was evidenced by the opening of a new outlet located at Ground Floor Emporium Mall Pluit, North Jakarta.

Burger King Opens in Emporium Pluit MallMenempati land area of 340m2, these stores operate daily from 10 am till 10 pm. But for Friday and Saturday, the restaurant is open until at 01.00 am, because there is an outdoor area that allows access.

"When the Emporium closed, we still have access to the Burger King from the outside. So that the consumer can still hangout without confusing the access to exit," said Vikram Noronha, Burger King General Manager Marketing Indonesia.

Burger King restaurant in the Emporium Mall Pluit it still offers a Whopper, the products 'ikok' is very famous. Stick to the concept of 'Have It your Way', local menus have been adapted to suit local taste.

Burger King Indonesia offers 'Black Pepper Whopper', who is now a favorite menu. However, many menus are tailored to the local flavor, including 'BK Singles Black Pepper' and 'BK Chick' n Crips'. Some products are available in double size, which is a burger with two layers of meat in it.

In addition, the fans 'BK Mushroom Swiss' can now be satisfied because BK Singles and Doubles BK Mushroom Swiss already exists in the entire restora-Burger King restaurant.

"Indonesian people like Burger King, so we go to nine outlets. After all burgers are made after ordered, not a burger that is so. Only in three minutes, consumers can enjoy them. That's why we also can meet the demands of a sense of appropriate after because we make it after subscribed, "Vikram lid. (Astaga.com)

See also:
Hanamasa
Sour Sally

Minggu, 07 November 2010

Origin of Wine

Wine is a nutritious beverage, and many health benefits. These drinks can lower blood cholesterol, reduce weight, able to ward off cancer, and create a healthy heart.

For the people of Indonesia, Wine identical as upper class drinks. Actually, Wine is a beverage that is very beneficial for health. Wine including alcoholic beverages produced from fermented fruits. The most common fruit used as raw material for making Wine is a fruit Wine. Other fruits, such as plum, elderberry, and black currants can also be used.

The grapes are naturally can produce Wines with the best quality, even without the addition of sugars, acids, enzymes, and other nutrients. Types of Wine used as raw material for European Wine is grape, Vitis vinifera. Also, Wine can also be made from the species Vitis labrusca, Vitis aestivalis, Vitis muscadinia, Vitis rupestris, Vitis rotundifolia, Vitis riparia and thriving in North America.

Wine made from fruit other than grapes known as fruit wine or country Wine. Wine can also be made of starch such as barley Wine, rice Wine, and sake (Japanese special drink). There is also a Wine made from the distillation of the so-called brandy.

Wine Type

Wine word comes from old English, that is a win, which means "victorious". In ancient times, the drink is used as a drink for the king's honor. Until now the wine is often used to celebrate a momentum or success, or the new year.

Wine origins are thought to originate from Europe and popular all over the world due to exploration. This drink is also often referred to as beverage Missionary because Wine is also used in the celebration of the eucharist embraces Catholicism.

Largest wine producer in the world is France, followed by Italy, Spain and the United States. China is also one of the top ten wine producing countries of the world.

There are many kinds of Wine. However, the most popular are the red Wine (red Wine) and white Wine (white Wine). Red wine made from red grapes are fermented with the skin. Red Wine is usually served with red meat or spaghetti. Meanwhile, white Wine can be made from any color grapes because the skins are separated wine during the fermentation process.

White Wines are usually sweeter taste and served with white meats, seafood, and poultry. Rose Wine also one of the famous types of Wine. The color is pink like a rose.

Sparkling Wine, like champagne, is a type of Wine that contains carbon dioxide. To produce this sparkling Wine, grapes must be fermented twice. This drink is most often served during a formal dinner party or wedding. Sparkling Wine can be a red Wine, white Wine or rose Wine.

Some traditional Wine in Europe including sparkling Wine such as sekt or schaumwein (Germany), cava (Spanish), spumante or prosecco (Italy). Additionally, also known as a fortified Wine with sugar for a sweeter, one of brandy.

In addition, there is still a relatively Wine Wine table light. In Europe, table Wine alcohol limit from 8.5 to 14 percent. Dessert Wine Wine is one that is also quite popular in Asia because it tastes sweet. Wine Wine is classified as a port dessert wine, sweet sherry, tokaji (Tokay), sauternes, and muscatel. Aperitif Wine is also quite popular and are usually consumed before eating meat to strengthen the flavor. (Gaya Hidup Sehat - Kompas)

See also:
Dim Sum
Sour Sally

Kamis, 04 November 2010

Sour Sally, Susu Fermentasi Beku

Sour Sally Frozen Yoghurt diolah dari susu fermentasi dengan kualitas terbaik dari Amerika Serikat. Tersedia dalam tiga buah rasa yoghurt yaitu plain, original dan pinklicious. Semua orang bisa memilih topping favoritnya yang tersedia dalam 20 jenis buah-buahan cereals. Buah-buahan yang digunakan sebagai topping memanfaatkan buah segar tanpa sedikitpun bahan pengawet semisal kuweni, anggur, apel, jeruk dan lain sebagainya.

Rasanya yang luar biasa serta unik dengan perpaduan asam-manis yang pas, segar, ringan dan thrilling ini, membuat seseorang yang mencobanya menjadi ingin coba lagi dan lagi.

Terlebih lagi Sour Sally Frozen Yoghurt ini tidak meninggalkan aftertaste yang membuat eneg atau rasa tidak enak di tenggorokan.
Sour Sally Frozen Yoghurt dijamin tidak menimbulkan rasa bersalah dan bisa dinikmati tanpa harus jaim karena takut badan jadi melar atau tidak sehat. Pasalnya Sour Sally Frozen Yoghurt dibuat dari baham-bahan kualitas terbaik.

Frozen yoghurt (juga dikenal sebagai yoghurt beku atau oleh Froyo nama dagang dan Frogurt) adalah sebuah makanan beku dibuat dari, atau yoghurt mengandung atau produk susu lainnya. Hal ini sedikit lebih tart dari es krim, serta rendah lemak (karena penggunaan susu bukan krim). Ini berbeda dari susu es (es krim baru-baru ini disebut rendah lemak atau cahaya), yang tidak termasuk yoghurt sebagai bahan. (harian sumut pos)


Lihat juga :
Burger King
Steak

Rabu, 03 November 2010

Kansai and Edo's Sushi

Japan is a country consisting of several islands surrounded by seas rich in plankton because of a meeting between hot and cold currents flow. Japanese waters rich in marine products. The topography is a mountain that has been established for agricultural land. Japan always take food from agricultural and marine. The art of cooking emphasizing what nature provides. Sushi, which is a combination of raw fish and seasoned rice, a food is exotic to foreigners, is the daily food Japanese population.

Sushi began centuries ago as a method of preserving fish. It is estimated that sushi originated from Southeast Asian countries. Raw fish that has been cleaned on-press between layers of salt that the overlap with the stone. After several weeks and through the fermentation process, fish and rice can be eaten.

In the 18th century, chef named Yoke popularizing rice seasoned with vinegar, salt, and sugar, then menghidangkannya with other mixtures such as sliced raw fish.

There are two types of sushi that developed at that time based on the shape, Kansai and Edo (now the Osaka and Tokyo). Kansai region of sushi is sushi rice and other ingredients in the form of a decorative forms, while the Edo style is raw fish placed on top of sushi rice which is also known as nigiri sushi. (Sinar Harapan - Toar Christopher)

See also:
Burger King
Sour Sally

Selasa, 02 November 2010

History about Ice Cream

History of Ice cream - History does seem to support the fact that the Chinese, during the T'ang Dynasty, made desserts of snow or crushed ice with milk and rice added. It was said to be a favorite of the emperor who employed no less than 94 men to continually find snow or make crushed ice so he could have his dessert whenever he wished.
However, slushy-type desserts are fairly common to the histories of many cultures in the world, especially those of colder climes. Eskimos (or Esquimaux, if you want to get picky) in Alaska and Inuit Indians in Northern Canada routinely added whale grease and blueberries to make a type of snow slushy. According to an article in the Toronto Times (Canada) the first real ice cream was actually invented by a Spanish doctor who used a bowl within a bowl, one which was filled with the cream mixture and placed in a larger bowl containing ice and Salt Petre. I am not sure where they got that as I haven't come across it in my research, but I will take their word for it. With a grain of rock salt, that is. But then they also claim that the Arabic word "sharab" is believed to be the root word of "Sorbetto" in Italian and Sorbet in English. True enough, the Arabs invaded Sicily where Mt. Etna provided a little ice and the sorbetto was quite popular. (See our article Sicilian food and cooking.)

With some foods there are definite records and dates available, but ice cream seems to be the logical step from flavored snow or ices so that today we have creamy concoctions of all flavors. Unfortunately, many commercial concoctions that call themselves ice cream are not really ice cream at all. First, let's get it straight about the name. It was originally called "Iced Cream" because that's exactly what it was. Flavored cream was chilled to heavy viscosity by agitation in a bed of salted ice. Over the years, the "d" was dropped from "iced" and it became ice cream.

From my research, it seems that the two cultures who did the most to develop the creamy concoction so many of us love today were the Italian and the French. While there are records of the Chinese (they who develop everything) having flavored ice and snow, there are no early records of them having ice cream as we know it. Considering the absence of dairy products in Chinese cuisine, and the fact that many Chinese are lactose-intolerant, it is doubtful that they went beyond snow.

However, in the 1700s the French hit upon the idea of freezing custards and recipes for ice cream began to appear in French cookbooks. Somewhere around this same time, the Italians were making ice cream in pretty much the same way we make it today.(inmamaskitchen)


See also :
Sour Sally
Burger King

Minggu, 31 Oktober 2010

Sour Sally, bisnis utama froyo

Muda dan sukses adalah bagaimana seseorang akan menjelaskan Donny Pramono, yang telah berhasil dalam mengubah Sour Sally menjadi bisnis utama dalam industri yogurt beku.

Hanya dalam satu tahun, Donny telah membuka 11 gerai Sour Sally di Jakarta, yang terletak di Senayan City, La Piazza Kelapa Gading, La Codefin Kemang, Mall Taman Anggrek, FX Lifestyle, Pacific Place, Mall Puri Indah, Mall Emporium Pluit, Plaza Indonesia, Grand Indonesia dan Supermall Karawaci.

Ia berencana untuk memperluas usahanya lebih lanjut dalam waktu dekat dengan membuka outlet di Surabaya dan Bandung.

"Selanjutnya ke Jakarta, kami akan membuka cabang di beberapa kota besar di negeri ini seperti yang kita menyadari bahwa ada permintaan untuk yogurt beku tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lainnya," kata Donny, yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 Desember 1981.

Donny memang sangat senang dengan bisnis yang sukses, yang agak berhubungan dengan hari-harinya belajar di Amerika Serikat. Donny, yang tunggal, mengatakan bahwa Sour Sally lahir dari disukainya yogurt beku. Ketika ia lulus ia kembali ke Indonesia dan mulai yogurt beku usahanya, yang tidak umum di Indonesia pada saat itu.

Dengan dukungan penuh keluarganya, Donny melakukan penelitian dan sejumlah tes berbagai yogurt beku untuk menciptakan rasa yang sempurna. Topping segar yang ia ciptakan telah membuat lebih lezat.

Yogurt tidak hanya lezat, Donny mengatakan, juga bermanfaat untuk kesehatan dan dapat membantu mengurangi kolesterol. Orang-orang di Timur Tengah telah dikonsumsi yogurt selama ribuan tahun dan menggunakannya dalam memasak mereka.

Donny mengatakan yogurt adalah mendapatkan popularitas di sini dan jumlah orang yang mengkonsumsinya terus meningkat, seperti outlet-nya. Beberapa kafe bahkan termasuk yogurt dalam menu mereka. "Ada banyak jenis yogurt, yang telah menjadi trendi kehadiran Sour Sally pada tahun terakhir ini. Juga secara aktif memberikan kontribusi terhadap fenomena ini. Fenomena yoghurt, yaitu," katanya.

Sumber: Faisyal Chaniago - thejakartapost

Lihat juga : Wine, Sate