Inilah menu rumahan ala Jepang: semangkuk nasi organik dan lauknya berupa hidangan okazu atau ikan laut semacam makarel, salmon, atau tuna yang dipanggang atau digoreng dengan bumbu saus miso, dashi, atau kecap Jepang.
Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.
Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.
"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.
Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.
"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.
Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.
Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.
Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.
Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.
Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.
Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sushi Vs Sashimi
Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.
Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.
Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Sate
Steak
Tampilkan postingan dengan label sushi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sushi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Dim Sum, small food
Dim Sum is a small food and cooked with fried or boiled. Usually the menus were presented in a round container made from bamboo. There is a wide selection of Dim Sum menu provided in the restaurant Ping, one of which is egado, Dim Sum contains chicken and quail eggs wrapped in leather knows.
Its texture is soft and tender when eaten. Egado will be more delicious if eaten with chilli sauce. In addition there are also hakao egado containing shrimp. Peeled shrimp mixed with corn starch, sesame oil, a little MSG, chicken flour, plus salt, pepper, and sugar.
The mixture was then wrapped in leather made from sago flour dough, tang mien flour, vegetable oil and then steamed. Leather wear sago hakao Hong Kong which is more finely textured than local sago.
"If local sago making Dim Sum dry and harden quickly," said Kardiman, Ping restaurant's head chef. There is also deep-fried dumplings, shrimp dim sum are rambutan. Finely chopped shrimp and then inserted into the skin and fried dumpling until bloom.
If consumers are still curious about the menu-style restaurants Dim Sum Ping, can select the form Dim Sum bapau, namely bapau Tausa content. Bapau small size it contains a red bean-paste and given sugar. Dim Sum is usually associated with the older tradition of yum cha (tea ceremony).
The tradition was originally done by the traders who traveled along the Silk Road. They need a place to rest along the route. Teahouses were established along the roadside.
Not only traders, farmers, exhausted after working hard in the fields also will go to the tea shop to relax in the afternoon. At first, drinking tea should be separate and there should be no other food.
It relates to the Chinese people's confidence, their weight will increase if there is another menu that is consumed in addition to tea. However, upon discovery of tea to help digestion, the teahouse owners began to serve a variety of snacks as dishes that accompany the tea.
Dim Sum which means touching it came from the Canton region, southern China. Dim Sum all that has changed the tradition of yum cha, from activities that are rigid to be relaxed to share stories and experiences. In Hong Kong and most cities in Guangdong Province, China, many restaurants that serve Dim Sum visitors since 05.00.
Not surprisingly, Dim Sum, a tradition for parents on the morning after their exercise. Not infrequently they also enjoy a Dim Sum while reading the morning paper. Most restaurants only serve Dim Sum Dim Sum menus until mid-afternoon.
At night the menu was changed to Cantonese cuisine. In Hong Kong and China, Dim Sum, which was initially only a light meal or snack is now a staple food that is present in the culture of eating. In the Bamboo Curtain country health officials criticized the high amount of saturated fat and sodium that is contained in some Dim Sum dishes.
According to them, with steamed Dim Sum does not mean automatically considered a healthy food. Therefore, China's health officials recommend people to balance the fatty foods with vegetables boiled, without including the sauce.
wan/L-2
Source: newspaper-jakarta.com
See also:
Sushi
Burger King
Its texture is soft and tender when eaten. Egado will be more delicious if eaten with chilli sauce. In addition there are also hakao egado containing shrimp. Peeled shrimp mixed with corn starch, sesame oil, a little MSG, chicken flour, plus salt, pepper, and sugar.
The mixture was then wrapped in leather made from sago flour dough, tang mien flour, vegetable oil and then steamed. Leather wear sago hakao Hong Kong which is more finely textured than local sago.
"If local sago making Dim Sum dry and harden quickly," said Kardiman, Ping restaurant's head chef. There is also deep-fried dumplings, shrimp dim sum are rambutan. Finely chopped shrimp and then inserted into the skin and fried dumpling until bloom.
If consumers are still curious about the menu-style restaurants Dim Sum Ping, can select the form Dim Sum bapau, namely bapau Tausa content. Bapau small size it contains a red bean-paste and given sugar. Dim Sum is usually associated with the older tradition of yum cha (tea ceremony).
The tradition was originally done by the traders who traveled along the Silk Road. They need a place to rest along the route. Teahouses were established along the roadside.
Not only traders, farmers, exhausted after working hard in the fields also will go to the tea shop to relax in the afternoon. At first, drinking tea should be separate and there should be no other food.
It relates to the Chinese people's confidence, their weight will increase if there is another menu that is consumed in addition to tea. However, upon discovery of tea to help digestion, the teahouse owners began to serve a variety of snacks as dishes that accompany the tea.
Dim Sum which means touching it came from the Canton region, southern China. Dim Sum all that has changed the tradition of yum cha, from activities that are rigid to be relaxed to share stories and experiences. In Hong Kong and most cities in Guangdong Province, China, many restaurants that serve Dim Sum visitors since 05.00.
Not surprisingly, Dim Sum, a tradition for parents on the morning after their exercise. Not infrequently they also enjoy a Dim Sum while reading the morning paper. Most restaurants only serve Dim Sum Dim Sum menus until mid-afternoon.
At night the menu was changed to Cantonese cuisine. In Hong Kong and China, Dim Sum, which was initially only a light meal or snack is now a staple food that is present in the culture of eating. In the Bamboo Curtain country health officials criticized the high amount of saturated fat and sodium that is contained in some Dim Sum dishes.
According to them, with steamed Dim Sum does not mean automatically considered a healthy food. Therefore, China's health officials recommend people to balance the fatty foods with vegetables boiled, without including the sauce.
wan/L-2
Source: newspaper-jakarta.com
See also:
Sushi
Burger King
Senin, 29 November 2010
Mencari Dim Sum Halal
Salah satu jenis makanan China yang disukai adalah Dim Sum, sejenis hidangan yang penyajian semuanya di kukus , sangat menarik sekali setiap restoran yang menu utamanya menjual Dim Sum di depan kedai atau pun restaurannya di sett menggunakan alat steam ( kukus) yang di tata sangat cantik sekali. Setiap jenis Dim Sum di jual per paket biasanya untuk restaurant sedang di Brunai di jual B$ 10 untuk 5 jenis Dim Sum di Malaysia 25 ringgit dan di China saya pernah makan dengan harga 50 RMB/ yuan, dengan kuantiti sama 5 jenis Dim Sum.
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Minggu, 28 November 2010
Kombinasi Wine dengan Makanan
Bagaimana cara mengkombinasikan berbagai jenis Wine dengan makanan sehingga meningkatkan cita rasa dan kenikmatan hidangan? Ada beberapa hal pokok dalam mengkombinasikan makanan dan berbagai varian minuman beralkohol ini.
Hindari beberapa jenis makanan yang merusak rasa wine seperti rempah-rempah, bawang putih, cuka (yang bisa digantikan white wine), serta buah- buahan segar.
Anda juga harus menghindari kombinasi antara daging merah dengan wine manis (sweet wine).. Hindari paduan antara menu makanan berupa ikan, sayuran segar dan keju dari kambing dengan red wine yang akan membuat rasa wine hilang kelezatannya. Agar tidak mematikan rasa, ganti wine dengan Gamay dingin atau fruity Pinot.
Hal lain yang harus dihindari adalah kombinasi antara makanan penutup, Foie Gras, dan keju yang dengan aroma kuat (Munster, keju biru), dengan wine Loire Cabernet, pink wine, atau crisp white (seperti Loire, sampanye, atau Vinho Verde).
Kombinasi Makanan dan Wine
Wine yang tepat akan meningkatkan cita rasa makanan. Hampir semua jenis makanan dapat dipadukan dengan berbagai wine. Orang memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kombinasi perpaduan makanan dan minuman.
Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan keju dengan jenis white wine. Keju bisa disantap bersama Chardonnay dan keju ringan dengan Sauvignon Blanc.
Agar memperoleh pengalaman padu-padan yang menarik, ada beberapa anjuran yang harus diikuti yakni:
- Gunakan hiasan untuk mempercantik tampilan wine
- Wine yan berusia tua sangat cocok untuk disajikan dan dipadankan dengan makanan. Gunakan gelas yang tepat dalam penyajiannya
Makanan manis atau sedikit pahit makanan makin menguatkan rasa asam dan samak dari wine. Sebaiknya hindari menggunakan wine beraroma kuat dengan makanan manis. Sebaliknya, makanan asin atau asam cocok dihidangkan bersama wine dengan rasa manis yang memberikan rasa segar.
Masih banyak referensi lainnya dalam padu-padan wine dan makanan. Sebaiknya Anda menikmatinya proses dan pengalamannya. Kombinasi makanan dan minuman akan semakin mudah apabila jenis wine yang Anda miliki makin beragam dan seimbang.
Sumber : Petti Lubis, Anda Nurlaila- VivaNews
Lihat juga:
Dim Sum
Sushi
Hindari beberapa jenis makanan yang merusak rasa wine seperti rempah-rempah, bawang putih, cuka (yang bisa digantikan white wine), serta buah- buahan segar.
Anda juga harus menghindari kombinasi antara daging merah dengan wine manis (sweet wine).. Hindari paduan antara menu makanan berupa ikan, sayuran segar dan keju dari kambing dengan red wine yang akan membuat rasa wine hilang kelezatannya. Agar tidak mematikan rasa, ganti wine dengan Gamay dingin atau fruity Pinot.
Hal lain yang harus dihindari adalah kombinasi antara makanan penutup, Foie Gras, dan keju yang dengan aroma kuat (Munster, keju biru), dengan wine Loire Cabernet, pink wine, atau crisp white (seperti Loire, sampanye, atau Vinho Verde).
Kombinasi Makanan dan Wine
Wine yang tepat akan meningkatkan cita rasa makanan. Hampir semua jenis makanan dapat dipadukan dengan berbagai wine. Orang memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kombinasi perpaduan makanan dan minuman.
Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan keju dengan jenis white wine. Keju bisa disantap bersama Chardonnay dan keju ringan dengan Sauvignon Blanc.
Agar memperoleh pengalaman padu-padan yang menarik, ada beberapa anjuran yang harus diikuti yakni:
- Gunakan hiasan untuk mempercantik tampilan wine
- Wine yan berusia tua sangat cocok untuk disajikan dan dipadankan dengan makanan. Gunakan gelas yang tepat dalam penyajiannya
Makanan manis atau sedikit pahit makanan makin menguatkan rasa asam dan samak dari wine. Sebaiknya hindari menggunakan wine beraroma kuat dengan makanan manis. Sebaliknya, makanan asin atau asam cocok dihidangkan bersama wine dengan rasa manis yang memberikan rasa segar.
Masih banyak referensi lainnya dalam padu-padan wine dan makanan. Sebaiknya Anda menikmatinya proses dan pengalamannya. Kombinasi makanan dan minuman akan semakin mudah apabila jenis wine yang Anda miliki makin beragam dan seimbang.
Sumber : Petti Lubis, Anda Nurlaila- VivaNews
Lihat juga:
Dim Sum
Sushi
Kamis, 25 November 2010
Fried Ice cream from Bogor
Delicious fried Ice cream - known as the city of Bogor city culinary tour. No wonder that many restaurants are popping up to offer a different menu with an evocative sense of taste. One of them is on the road Shop Nu Teteh Pandavas Raya no.1 A, North Bogor District.
Restaurant that stood on 20 February 2005 offers another mainstay of the menu, fried ice cream. The price is quite affordable Rp8.000 per serving. "Ice cream is most interested visitors. Usually the meal is always ordered fried Ice cream, "said owner Nu Teteh Cafes, Rina Agustina.
According to him, can spend one week in five gallons of Ice cream per week, or 80 pieces in one day. Interested in the ice because Ice cream is still rare and cooking can be said is the only place in Bogor that sells unique menu. "Yes, besides that, also because it's unique and different," he said.
According to Rina, fried Ice cream is very interested visitors, especially young people, such as middle and high school students that every day can be found at the diner. Visitors also come from the employees around as well as consumers from Greater Jakarta.
Mom who likes to read the book also adds, if he deliberately offers a menu of fried Ice cream because Rina look for areas of Bogor in particular there is no menu. "Yes, quite a large community anemo turned towards this food," added Rice. (FDY)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Hanamasa
Sushi
Restaurant that stood on 20 February 2005 offers another mainstay of the menu, fried ice cream. The price is quite affordable Rp8.000 per serving. "Ice cream is most interested visitors. Usually the meal is always ordered fried Ice cream, "said owner Nu Teteh Cafes, Rina Agustina.
According to him, can spend one week in five gallons of Ice cream per week, or 80 pieces in one day. Interested in the ice because Ice cream is still rare and cooking can be said is the only place in Bogor that sells unique menu. "Yes, besides that, also because it's unique and different," he said.
According to Rina, fried Ice cream is very interested visitors, especially young people, such as middle and high school students that every day can be found at the diner. Visitors also come from the employees around as well as consumers from Greater Jakarta.
Mom who likes to read the book also adds, if he deliberately offers a menu of fried Ice cream because Rina look for areas of Bogor in particular there is no menu. "Yes, quite a large community anemo turned towards this food," added Rice. (FDY)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Hanamasa
Sushi
Rabu, 24 November 2010
Dim Sum, Chinese Food Yummy
Better think twice before refusing serving Dim Sum while waiting for the main dish is prepared. Once tried delicious, many people find it difficult to stop. In fact, the dose eating Dimsum sometimes able to defeat the portion of the main menu.
Which provides Chinese food restaurant around Bandung such as King Duck in PVJ and Platinum Mall in Cihampelas Walk (Ciwalk) usually offers Dim Sum as appetizers. At least five variants think Dim Sum is served with spicy chili sauce cocolan and mayonnaise.
"Dim Sum delicious eaten while hot.'s Why chopsticks are provided for clamping tool. But if I personally, directly be dirty like this," said Rachman (30) visitors Platinum while mencocolkan Dim Sum contents of shrimp into the cup mayonnaise content.
Dim Sum was first known in Canton, South China. Since the 10th century in China has been known for 2,000 more types of Dim Sum. Large restaurants, now serves only about 100 kinds of Dim Sum. While in Indonesia is estimated at only tens of kinds of Dim Sum that can be enjoyed.
Apart from the field, variations in taste Dimsum obtained from the diversity of ways to process. Dim Sum steamed like hakau, dumplings, shrimp dumplings, buns, and xiao long bao, soft, savory, and warm on the tongue. Type of Dim Sum that is fried egg rolls, rice rolls. There is also functional zau, that is spiced chicken claw herb.
Dim Sum is very diverse fields. Among other fish meat, crab, shrimp, shellfish, meat minced meat (chicken and beef), various vegetables, and others. But in China there are certain types of Dim Sum which is made from meat or substance that should not be consumed by Muslims.
"I would not ever refuse offered Dim Sum. But I must ask again to the restaurant owner or employee of halal restaurants Dim Sum. Alhamdulillah been many places around Bandung that offers Dim Sum kosher," said Kiara (27) an employee of a publishing company.
It's just a veiled woman is more fun to enjoy the Dim Sum for breakfast or snacks, along with some other friends. "Incidentally wrote my dining portions not too big. Eat Dim Sum aja had enough," said Kiara, smiling.
Source: tribunjabar.co.id
See also:
Sushi
Hanamasa
Which provides Chinese food restaurant around Bandung such as King Duck in PVJ and Platinum Mall in Cihampelas Walk (Ciwalk) usually offers Dim Sum as appetizers. At least five variants think Dim Sum is served with spicy chili sauce cocolan and mayonnaise.
"Dim Sum delicious eaten while hot.'s Why chopsticks are provided for clamping tool. But if I personally, directly be dirty like this," said Rachman (30) visitors Platinum while mencocolkan Dim Sum contents of shrimp into the cup mayonnaise content.
Dim Sum was first known in Canton, South China. Since the 10th century in China has been known for 2,000 more types of Dim Sum. Large restaurants, now serves only about 100 kinds of Dim Sum. While in Indonesia is estimated at only tens of kinds of Dim Sum that can be enjoyed.
Apart from the field, variations in taste Dimsum obtained from the diversity of ways to process. Dim Sum steamed like hakau, dumplings, shrimp dumplings, buns, and xiao long bao, soft, savory, and warm on the tongue. Type of Dim Sum that is fried egg rolls, rice rolls. There is also functional zau, that is spiced chicken claw herb.
Dim Sum is very diverse fields. Among other fish meat, crab, shrimp, shellfish, meat minced meat (chicken and beef), various vegetables, and others. But in China there are certain types of Dim Sum which is made from meat or substance that should not be consumed by Muslims.
"I would not ever refuse offered Dim Sum. But I must ask again to the restaurant owner or employee of halal restaurants Dim Sum. Alhamdulillah been many places around Bandung that offers Dim Sum kosher," said Kiara (27) an employee of a publishing company.
It's just a veiled woman is more fun to enjoy the Dim Sum for breakfast or snacks, along with some other friends. "Incidentally wrote my dining portions not too big. Eat Dim Sum aja had enough," said Kiara, smiling.
Source: tribunjabar.co.id
See also:
Sushi
Hanamasa
Selasa, 23 November 2010
Sushi for Beginners
Japanese cuisine is becoming a trend, which we can easily see from the tent hawker stalls to five-star hotel restaurant. Rival hot dog or hamburger that has long been popular. And for the people of Indonesia who are familiar with the cuisine of the all steamed and digodog, Sushi is very different. Menu sushi is usually served raw department. Food fish, shrimp or vegetables are often served raw, so that sometimes feels fishy and cold. For fans the beginner, this is often a barrier to try it first.
Surely not all the sushi menu is served raw. Menus are usually presented for all-raw vegetarian sushi menu, for example, which contains cucumber (Japanese, kappa maki) or avocado. There are two types of sushi, the Nigiri and Maki. Nigiri is usually served all kind of raw.
To avoid the fishy smell of fish or shrimp, for beginners should eat sushi type Maki. On the sushi menu Maki, usually 'hide' fish or shrimp in rice and nori rolls, and sauces such as mayonnaise seringkai given that eliminate fishy odor. And selection of sushi rolls that contain tuna or salmon fish species. Shrimp is usually a bit stubborn smell decaying stench, but with mayonnaise sauce, the smell will be slightly neutralized.
Complementary while eating sushi is usually also provided Japanese Shoyu or soy sauce, but it usually also have gari, aka pink candied ginger, which can reduce the fishy taste of fish and neutralize our sense of taste among the different flavors of raw fish, which is for beginners, sometimes feel awkward and could make a throw.
Today sushi is also not entirely a monopoly of Japanese food. There have been many fast food-style sushi United States. This is because in the United States, sushi has grown rapidly as a popular cuisine. The beginner can start to try sushi, eating sushi with this American style.
Variations in American-style sushi, dubbed the new sushi fusion, in fact often more popular than traditional sushi. Among fushion popular sushi and familiar in our tongue, among others, Philly Roll, which sushi containing smoked salmon, cream cheese, avocado, and scallions. Then the California roll, sushi containing surimi (imitation crab meat), avocado, cucumber and sometimes sprinkled with tobiko on the outside (fish eggs). There is another Hawaian Roll, which contains unagi sushi, avocado, and nuts. Meanwhile, Boston Roll, which contains shrimp, avocado, cucumber and sprinkled with Tobiko.
Sushi of this type, can be tried for the beginner, or even mothers who are pregnant young, which usually will vomit when smelling fishy odor.
Source: Rev. - tempointeraktif.com
See also:
Hanamasa
Dim Sum
Surely not all the sushi menu is served raw. Menus are usually presented for all-raw vegetarian sushi menu, for example, which contains cucumber (Japanese, kappa maki) or avocado. There are two types of sushi, the Nigiri and Maki. Nigiri is usually served all kind of raw.
To avoid the fishy smell of fish or shrimp, for beginners should eat sushi type Maki. On the sushi menu Maki, usually 'hide' fish or shrimp in rice and nori rolls, and sauces such as mayonnaise seringkai given that eliminate fishy odor. And selection of sushi rolls that contain tuna or salmon fish species. Shrimp is usually a bit stubborn smell decaying stench, but with mayonnaise sauce, the smell will be slightly neutralized.
Complementary while eating sushi is usually also provided Japanese Shoyu or soy sauce, but it usually also have gari, aka pink candied ginger, which can reduce the fishy taste of fish and neutralize our sense of taste among the different flavors of raw fish, which is for beginners, sometimes feel awkward and could make a throw.
Today sushi is also not entirely a monopoly of Japanese food. There have been many fast food-style sushi United States. This is because in the United States, sushi has grown rapidly as a popular cuisine. The beginner can start to try sushi, eating sushi with this American style.
Variations in American-style sushi, dubbed the new sushi fusion, in fact often more popular than traditional sushi. Among fushion popular sushi and familiar in our tongue, among others, Philly Roll, which sushi containing smoked salmon, cream cheese, avocado, and scallions. Then the California roll, sushi containing surimi (imitation crab meat), avocado, cucumber and sometimes sprinkled with tobiko on the outside (fish eggs). There is another Hawaian Roll, which contains unagi sushi, avocado, and nuts. Meanwhile, Boston Roll, which contains shrimp, avocado, cucumber and sprinkled with Tobiko.
Sushi of this type, can be tried for the beginner, or even mothers who are pregnant young, which usually will vomit when smelling fishy odor.
Source: Rev. - tempointeraktif.com
See also:
Hanamasa
Dim Sum
Senin, 22 November 2010
Jenis-jenis Kematangan Steak
Ketika menunjukkan teknik untuk memasak Steak, koki-koki di Le Cordon Bleu ragu untuk memberikan siswa waktu memasak yang tepat karena ada begitu banyak variabel yang perlu dipertimbangkan. Jelas ketebalan steak dan sejauh mana itu harus dimasak (sangat jarang, jarang, sedang, atau baik dilakukan) akan memiliki pengaruh yang besar terhadap waktu. Suhu daging sebelum memasak (jika anda suka steak anda langka atau sedang langka itu harus pada suhu kamar sebelum dimasak), kehadiran tulang, metode memasak (menumis, memanggang atau memanggang), dan panas kompor, grill, atau batubara juga akan mempengaruhi waktu memasak.
Cara terbaik untuk menguji apakah daging dimasak adalah dengan sentuhan dan penglihatan serta berdasarkan jam: sebagai juru masak steak, daging menjadi lebih kencang dan mencerahkan warna interior dari ungu tua-merah ke merah muda. Dengan pengalaman Anda akan dapat menentukan kapan semua daging, unggas, dan bahkan ikan dilakukan, hanya dengan sentuhan.
Berikut adalah panduan untuk memasak steak dengan derajat yang diinginkan: kali perkiraan diberikan untuk 2-2,5 cm (3/4-1 inci) steak tebal.
Very Rare (bleu disebut dalam bahasa Perancis)
Menghanguskan kedua belah pihak hanya sampai kecoklatan (sekitar 1 menit setiap sisi) dalam minyak yang sangat panas dan mentega. steak akan merasa sangat lembut bila disentuh, warna interior tidak akan berubah dari warna ungu-merah daging mentah.
Rare (Saignant)
Menghanguskan fot 2 menit setiap sisinya dan 1 menit di tepi dalam minyak yang sangat panas dan mentega. steak masih akan terasa lembut bila disentuh, warna interior akan merah.
Medium (Ã point)
Menghanguskan selama 3 menit setiap sisinya dan 1 menit di tepi dalam minyak yang sangat panas dan mentega. steak akan memberikan perlawanan bila disentuh, warna interior akan merah muda, dan jus pink akan manik-manik pada permukaan sisi menyengat dari steak ketika dinyalakan.
Well Done (cuit bien)
Menghanguskan kedua nafsu sisi sampai kecoklatan (sekitar 1 menit setiap sisi) dan kemudian masak selama sekitar 15 menit dalam 170 C (325 F) tanda 3 oven. steak akan sangat tegas bila disentuh, warna interior tidak akan lagi sama sekali pink.
Sumber: ibiblio.org
Lihat juga:
Wine
Sushi
Cara terbaik untuk menguji apakah daging dimasak adalah dengan sentuhan dan penglihatan serta berdasarkan jam: sebagai juru masak steak, daging menjadi lebih kencang dan mencerahkan warna interior dari ungu tua-merah ke merah muda. Dengan pengalaman Anda akan dapat menentukan kapan semua daging, unggas, dan bahkan ikan dilakukan, hanya dengan sentuhan.
Berikut adalah panduan untuk memasak steak dengan derajat yang diinginkan: kali perkiraan diberikan untuk 2-2,5 cm (3/4-1 inci) steak tebal.
Very Rare (bleu disebut dalam bahasa Perancis)
Menghanguskan kedua belah pihak hanya sampai kecoklatan (sekitar 1 menit setiap sisi) dalam minyak yang sangat panas dan mentega. steak akan merasa sangat lembut bila disentuh, warna interior tidak akan berubah dari warna ungu-merah daging mentah.
Rare (Saignant)
Menghanguskan fot 2 menit setiap sisinya dan 1 menit di tepi dalam minyak yang sangat panas dan mentega. steak masih akan terasa lembut bila disentuh, warna interior akan merah.
Medium (Ã point)
Menghanguskan selama 3 menit setiap sisinya dan 1 menit di tepi dalam minyak yang sangat panas dan mentega. steak akan memberikan perlawanan bila disentuh, warna interior akan merah muda, dan jus pink akan manik-manik pada permukaan sisi menyengat dari steak ketika dinyalakan.
Well Done (cuit bien)
Menghanguskan kedua nafsu sisi sampai kecoklatan (sekitar 1 menit setiap sisi) dan kemudian masak selama sekitar 15 menit dalam 170 C (325 F) tanda 3 oven. steak akan sangat tegas bila disentuh, warna interior tidak akan lagi sama sekali pink.
Sumber: ibiblio.org
Lihat juga:
Wine
Sushi
Minggu, 21 November 2010
Abuba Steak Cipete
Abuba Steak adalah salah satu tempat makan steak yang nge-top dan ramai dikunjungi di Jakarta. Outlet pertamanya adalah yang terletak di Jalan Cipete Raya, kemudian disusul dengan outlet-outlet berikutnya di daerah Kelapa Gading, Pluit Indah Raya dan Wahid Hasyim Jakarta dan segera akan menyusul di Bandung yang menurut kabarnya akan dibuka tanggal 1 Mei 2008. Alamatnya di Jalan Prabudi Muntur No 12 (Dago Area), Bandung.
Yang saya ingin ceritakan adalah perubahan tampilan outlet yang terletak di Jalan Cipete Raya. Abuba yang sekarang sudah pindah lokasi, dari tempat yang penuh dengan asap (kata orang-orang) dan parkiran yang susah tapi tetap saja ramai (kata orang-orang lagi) ke tempat yang lebih nyaman dan interior masa kini (ini bukan kata orang, tapi kata saya). Lokasinya masih di Jalan Cipete Raya. Soal parkiran gak usah kuatir, apalagi soal tempat duduk (buanyak banget). Mau yang saling tatap-tatapan ada, mau yang lagi 'musuhan' dan duduk berdampingan saja dengan pembatas meja juga ada.
Menu yang disajikan masih sama. Mulai dari steak daging lokal hingga steak daging impor, ada juga steak ayam, steak salmon, steak kakap, grill sosis, grill beef burger dan steak daging goreng. Bagi yang gak doyan makan kentang jangan kuatir tersedia juga nasi putih. Harga steak berkisar dari Rp 32,000.- sampai Rp 80,000.- Ada juga menu yang sekarang lagi nge-trend yaitu daging Wagyu Australia yang dijual sekitar Rp 135,000.-
Minuman mulai dari air mineral, soft drink, hingga milo dan lemonade. Teh hangat juga gak ketinggalan. Harga minuman dari Rp 1,000.- sampai Rp 7,000.- Semua harga di atas belum termasuk Ppn 10 %.
Sumber : Meidy - wikimu.com
Lihat juga:
Dim Sum
Sushi
Yang saya ingin ceritakan adalah perubahan tampilan outlet yang terletak di Jalan Cipete Raya. Abuba yang sekarang sudah pindah lokasi, dari tempat yang penuh dengan asap (kata orang-orang) dan parkiran yang susah tapi tetap saja ramai (kata orang-orang lagi) ke tempat yang lebih nyaman dan interior masa kini (ini bukan kata orang, tapi kata saya). Lokasinya masih di Jalan Cipete Raya. Soal parkiran gak usah kuatir, apalagi soal tempat duduk (buanyak banget). Mau yang saling tatap-tatapan ada, mau yang lagi 'musuhan' dan duduk berdampingan saja dengan pembatas meja juga ada.
Menu yang disajikan masih sama. Mulai dari steak daging lokal hingga steak daging impor, ada juga steak ayam, steak salmon, steak kakap, grill sosis, grill beef burger dan steak daging goreng. Bagi yang gak doyan makan kentang jangan kuatir tersedia juga nasi putih. Harga steak berkisar dari Rp 32,000.- sampai Rp 80,000.- Ada juga menu yang sekarang lagi nge-trend yaitu daging Wagyu Australia yang dijual sekitar Rp 135,000.-
Minuman mulai dari air mineral, soft drink, hingga milo dan lemonade. Teh hangat juga gak ketinggalan. Harga minuman dari Rp 1,000.- sampai Rp 7,000.- Semua harga di atas belum termasuk Ppn 10 %.
Sumber : Meidy - wikimu.com
Lihat juga:
Dim Sum
Sushi
Senin, 15 November 2010
Bikin Cake isi Ice cream yuk
Gak sengaja nemuin resep unik ini, Cake isi Ice cream hemmm... kayaknya enak nih. Abisnya saya suka banget ma Ice cream. Yawda saya ambil aja resepnya dari kompas buat referensi, kali aja besok-besok mo bikin. Dari tampilannya sih uenak banget tuh, apalagi makannya pas siang-siang gini. Mo tau cara bikinnya??
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Minggu, 14 November 2010
Blowfish Sushi is to die for!
Blowfish Sushi is to die for! And I quite literally mean that. You don’t want to be chomping down on a piece of this stuff before you have all the facts. Just remember, if your Sushi chef slips in its preparation, its game over.
The blowfish, or “fugu” as it is known in Japanese contains a nasty poison called tetrodotoxin. An amount the size of a pin head is enough to kill one person and the fish itself contains enough poision to kill 30 people!
So what happens if you eat ill-prepared blowfish Sushi? The poison will paralyze your muscles while you remain fully conscious. Death by suffocation occurs within a few hours. Scary stuff!
Some of the symptoms of eating poisonous blowfish Sushi include a numb tongue, lips and face; dizziness and vomiting.
Only a specially trained and licensed chef can prepare Sushi that uses blowfish. Training is stringent. An apprentice must train for three years before taking an official test.
Most folks think that eating any kind of Sushi is being adventurous. And although I’ve been known to shout that “Sushi is to die for!” I draw the line when it could actually kill me. This seems perfectly rational doesn’t it?
Does this mean that folks who eat fugu are nuts? No. Although many people find the fish tasteless, I’d argue that most connoisseurs are lured by the danger much like race car drivers are lured by the danger of high speed.
Amongst fugu connoisseurs, fugu sashimi is the most popular way to serve blowfish. The meat is sliced paper-thin and placed on a pretty plate.
Fugu can be also be eaten deep-fried. In Japanese this dish is called Fugu Kara-age. Another dish known as Fugu-chiri, consists of fugu simmered with vegetables.
Fugu sashimi can range anywhere from $50 to $200. That’s a pretty hefty fee for something that taste bland and has the potential to kill ya!
Even if you’re still tempted to try fugu sashimi, it won’t be easy to track it down. Outside of Japan and South Korea, there are very few restaurants in the United States licenced to sell blowfish Sushi. And if you live in the European Union, you’re out of luck! Its banned! (diy-sushi-recipes - Sushi Guy)
See also:
Burger King
Steak
The blowfish, or “fugu” as it is known in Japanese contains a nasty poison called tetrodotoxin. An amount the size of a pin head is enough to kill one person and the fish itself contains enough poision to kill 30 people!
So what happens if you eat ill-prepared blowfish Sushi? The poison will paralyze your muscles while you remain fully conscious. Death by suffocation occurs within a few hours. Scary stuff!
Some of the symptoms of eating poisonous blowfish Sushi include a numb tongue, lips and face; dizziness and vomiting.
Only a specially trained and licensed chef can prepare Sushi that uses blowfish. Training is stringent. An apprentice must train for three years before taking an official test.
Most folks think that eating any kind of Sushi is being adventurous. And although I’ve been known to shout that “Sushi is to die for!” I draw the line when it could actually kill me. This seems perfectly rational doesn’t it?
Does this mean that folks who eat fugu are nuts? No. Although many people find the fish tasteless, I’d argue that most connoisseurs are lured by the danger much like race car drivers are lured by the danger of high speed.
Amongst fugu connoisseurs, fugu sashimi is the most popular way to serve blowfish. The meat is sliced paper-thin and placed on a pretty plate.
Fugu can be also be eaten deep-fried. In Japanese this dish is called Fugu Kara-age. Another dish known as Fugu-chiri, consists of fugu simmered with vegetables.
Fugu sashimi can range anywhere from $50 to $200. That’s a pretty hefty fee for something that taste bland and has the potential to kill ya!
Even if you’re still tempted to try fugu sashimi, it won’t be easy to track it down. Outside of Japan and South Korea, there are very few restaurants in the United States licenced to sell blowfish Sushi. And if you live in the European Union, you’re out of luck! Its banned! (diy-sushi-recipes - Sushi Guy)
See also:
Burger King
Steak
Kamis, 11 November 2010
Steak Lezat Menggoyang Lidah
Irisan daging Steak yang empuk dengan siraman saus jamur atau black papper yang lezat, mungkin bisa jadi alternatif santap siang yang menggiurkan kali ini. Buat penggila daging bisa mencoba sirloin Steak dan ribs eye yang lezat menggoyang lidah. Berikut daftar tempat makan Steak dari yang murah hingga mahal!
Steak, makanan bule ini kini sudah tak asing lagi di lidah kita. Kini hidangan berbahan dasar daging ini tak lagi dijual di restoran besar saja melainkan hingga kelas warung tenda. Tak heran kalau kini para penikmat Steak kini tak hanya dari kalangan berduit saja.
Daging sapi untuk Steak ada yang dari Australia, New Zealand dan Amerika. Yg dari Amerika biasanya harganya lebih mahal. Namun yang sekarang populer adalah daging sapi wagyu yang diimpor dari Australia, dengan bibit sapi dari Jepang. Soal kualitas jangan ditanya, dagingnya empuk sepadan dengan harganya yang memang selangit.
Membuat steak memang terlihat mudah, tetapi cara mematangkan daging agar mendapatkan daging Steak yang empuk, masih berair, dan rasanya enak tidaklah gampang. Oleh karena itu sang penjual perlu memahami teknik-teknik mengiris dan memanggang daging yang benar. Saus merupakan bagian terpenting dalam menghidangkan Steak. Jenis-jenis saus Steak pun bermacam-macam, namun yang sering kita kenal adalah mushroom sauce dan blackpapper sauce.
Di Jakarta penjual steak tak sulit dijumpai, mulai dari yang kelas tenda atau rumah makan hingga yang berkelas restoran besar. Buat yang sekelas restoran sebut saja The Steak House yang khusus menghidangkan makanan bermenu Steak. Pengunjung tak hanya dimanjakan oleh kelezatan daging berkualitas sekelas wagyu, namun aneka pilihan wine sebagai pendamping Steak. Untuk kelas warung tenda ada Joni Steak dan Abuba Steak yang bisa dinikmati dengan harga yang dijamin tak membuat kantong bolong. (Devita Sari - detikFood)
Lihat juga:
Sushi
Hanamasa
Steak, makanan bule ini kini sudah tak asing lagi di lidah kita. Kini hidangan berbahan dasar daging ini tak lagi dijual di restoran besar saja melainkan hingga kelas warung tenda. Tak heran kalau kini para penikmat Steak kini tak hanya dari kalangan berduit saja.
Daging sapi untuk Steak ada yang dari Australia, New Zealand dan Amerika. Yg dari Amerika biasanya harganya lebih mahal. Namun yang sekarang populer adalah daging sapi wagyu yang diimpor dari Australia, dengan bibit sapi dari Jepang. Soal kualitas jangan ditanya, dagingnya empuk sepadan dengan harganya yang memang selangit.
Membuat steak memang terlihat mudah, tetapi cara mematangkan daging agar mendapatkan daging Steak yang empuk, masih berair, dan rasanya enak tidaklah gampang. Oleh karena itu sang penjual perlu memahami teknik-teknik mengiris dan memanggang daging yang benar. Saus merupakan bagian terpenting dalam menghidangkan Steak. Jenis-jenis saus Steak pun bermacam-macam, namun yang sering kita kenal adalah mushroom sauce dan blackpapper sauce.
Di Jakarta penjual steak tak sulit dijumpai, mulai dari yang kelas tenda atau rumah makan hingga yang berkelas restoran besar. Buat yang sekelas restoran sebut saja The Steak House yang khusus menghidangkan makanan bermenu Steak. Pengunjung tak hanya dimanjakan oleh kelezatan daging berkualitas sekelas wagyu, namun aneka pilihan wine sebagai pendamping Steak. Untuk kelas warung tenda ada Joni Steak dan Abuba Steak yang bisa dinikmati dengan harga yang dijamin tak membuat kantong bolong. (Devita Sari - detikFood)
Lihat juga:
Sushi
Hanamasa
Rabu, 10 November 2010
Pembatalan Kontrak Burger King dan Sinar Mas
Restoran hamburger raksasa Burger King membatalkan kontrak dengan Sinar Mas, tak lama setelah lembaga auditor internasional BSI menyatakan Sinar Mas melanggar hukum dalam menjalankan aktivitasnya.
Indonesia Country Representative Greenpeace Asia Tenggara, Nur Hidayat, mengatakan Sinar Mas merupakan perusahaan yang telah melakukan pelanggaran hukum dengan membuka lahan gambut dan hutan tanpa izin. Hal ini juga dipertegas dengan keluarnya hasil audit dari BSI tersebut. "Kami sangat menyambut baik berita dari Burger King ini," jelas Nur Hidayat, Sabtu (4/9).
Greenpeace menilai, Sinar Mas selalu berkomitmen untuk melindungi hutan alam. Perusahaan ini juga berjanji menjalankan program perlindungan hutan. Namun, semuanya itu tidak pernah terbukti sampai saat ini. "Ini merupakan pukulan buat Sinar Mas," kata Nur Hidayati.
Audit dari BSI menunjukan 8 dari 11 konsesi Sinar Mas yang diaudit melakukan operasi tanpa analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Sedangkan menurut aturan yang berlaku di Indonesia, AMDAL merupakan syarat wajib bagi perusahaan, untuk memastikan aktivititas perusahaan tidak akan merusak lingkungan. Jika tanpa AMDAL, perusahaan tersebut bisa dikategorikan ilegal.
Melalui situs jejaring sosial facebook (http://www.facebook.com/notes/burger-king/sinar-mas-decision/148811488472433), Burger King menilai laporan tersebut valid. Aktivitas yang dijalankan Sinar Mas, dianggap tidak sejalan dengan komitmen dan tanggung jawab salah satu restoran hamburger terbesar di dunia tersebut. Atas dasar itulah, Burger King memutuskan untuk tidak akan membeli minyak sawit dari Sinar Mas dan anak perusahaannya.
Sebelumnya, berdasarkan data Greenpeace, Nestle, Kraft dan Unilever yang juga memutus hubungan bisnis dengan Sinar Mas. Greenpeace menghimbau perusahaan lain seperti Cargil, Pizza Hut, dan Dunkin Donut mengikuti langkah yang sama. Pemerintah dihimbau untuk segera menghentikan aktivitas Sinar Mas.
"Sinar Mas menghancurkan hutan dan memperparah perubahan iklim dengan memastikan moratorium termasuk konsesi yang sudah diberikan, serta memastikan adanya perlindungan segera terhadap lahan gambut," kata Nur Hidayati. (E3 -vhrmedia)
Lihat juga:
Hanamasa
Sushi
Indonesia Country Representative Greenpeace Asia Tenggara, Nur Hidayat, mengatakan Sinar Mas merupakan perusahaan yang telah melakukan pelanggaran hukum dengan membuka lahan gambut dan hutan tanpa izin. Hal ini juga dipertegas dengan keluarnya hasil audit dari BSI tersebut. "Kami sangat menyambut baik berita dari Burger King ini," jelas Nur Hidayat, Sabtu (4/9).
Greenpeace menilai, Sinar Mas selalu berkomitmen untuk melindungi hutan alam. Perusahaan ini juga berjanji menjalankan program perlindungan hutan. Namun, semuanya itu tidak pernah terbukti sampai saat ini. "Ini merupakan pukulan buat Sinar Mas," kata Nur Hidayati.
Audit dari BSI menunjukan 8 dari 11 konsesi Sinar Mas yang diaudit melakukan operasi tanpa analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Sedangkan menurut aturan yang berlaku di Indonesia, AMDAL merupakan syarat wajib bagi perusahaan, untuk memastikan aktivititas perusahaan tidak akan merusak lingkungan. Jika tanpa AMDAL, perusahaan tersebut bisa dikategorikan ilegal.
Melalui situs jejaring sosial facebook (http://www.facebook.com/notes/burger-king/sinar-mas-decision/148811488472433), Burger King menilai laporan tersebut valid. Aktivitas yang dijalankan Sinar Mas, dianggap tidak sejalan dengan komitmen dan tanggung jawab salah satu restoran hamburger terbesar di dunia tersebut. Atas dasar itulah, Burger King memutuskan untuk tidak akan membeli minyak sawit dari Sinar Mas dan anak perusahaannya.
Sebelumnya, berdasarkan data Greenpeace, Nestle, Kraft dan Unilever yang juga memutus hubungan bisnis dengan Sinar Mas. Greenpeace menghimbau perusahaan lain seperti Cargil, Pizza Hut, dan Dunkin Donut mengikuti langkah yang sama. Pemerintah dihimbau untuk segera menghentikan aktivitas Sinar Mas.
"Sinar Mas menghancurkan hutan dan memperparah perubahan iklim dengan memastikan moratorium termasuk konsesi yang sudah diberikan, serta memastikan adanya perlindungan segera terhadap lahan gambut," kata Nur Hidayati. (E3 -vhrmedia)
Lihat juga:
Hanamasa
Sushi
Selasa, 09 November 2010
Steak Hump Cow in Garden Food Court & Cafe
Steak of beef may have been common. However Steak of beef cow hump ala Bambino Cafe in Garden Food Court & Cafe, in the area of Chester Road, Palembang Square, is different. Tenderness of beef fat is inserted between the meat adds delicacy.
Chef Wigo Adha Sukarno from Bambino Cafe, serving in the Farm Steak and Bisteca marinara. Two menus were a mainstay for steak lovers in the city of Palembang. In addition, various spaghetti like Spaghetti Bolognese and other species are also presented in these cafes.
According Wigo, meat from cows hump is the most tender meat from the animal. It is part of the body parts of cattle are rarely used for work. "So the meat tender and tasty," said Wigo, accompanied by General Manager of the Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Delicacy of the Farm Steak mixed with mash potatos or potatoes which made soft. In addition, mixed with mushrooms and sauce berbekyu. This is coupled with the pleasure of a thick barbecue sauce that flush on Steak.
While Bisteca marinara, can be felt a combination of cow's Steak deging plus squid and shrimp. Marinara more or less can be interpreted as seafood. Indeed Bisteca marinara combines beef with squid and shrimp. Feels a sense of seafood on the sidelines of the tender beef.
If you want to add a spicy taste for spicy food lovers, there's no harm in adding sauce. Wigo assured it would not reduce the delicious steak for lovers of spicy cuisine. Serving Farm Steak with a price of USD 40 thousand per serving, Bisteca marinara worth USD 45 thousand per serving as well as other menu at Cafe Bambino, can be enjoyed around 15:00 until 22:00. The reason the food is not the main meal, but the food consumed outside mealtimes. (Soegeng - Sriwijaya Post)
See also:
Sushi
Soto
Chef Wigo Adha Sukarno from Bambino Cafe, serving in the Farm Steak and Bisteca marinara. Two menus were a mainstay for steak lovers in the city of Palembang. In addition, various spaghetti like Spaghetti Bolognese and other species are also presented in these cafes.
According Wigo, meat from cows hump is the most tender meat from the animal. It is part of the body parts of cattle are rarely used for work. "So the meat tender and tasty," said Wigo, accompanied by General Manager of the Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Delicacy of the Farm Steak mixed with mash potatos or potatoes which made soft. In addition, mixed with mushrooms and sauce berbekyu. This is coupled with the pleasure of a thick barbecue sauce that flush on Steak.
While Bisteca marinara, can be felt a combination of cow's Steak deging plus squid and shrimp. Marinara more or less can be interpreted as seafood. Indeed Bisteca marinara combines beef with squid and shrimp. Feels a sense of seafood on the sidelines of the tender beef.
If you want to add a spicy taste for spicy food lovers, there's no harm in adding sauce. Wigo assured it would not reduce the delicious steak for lovers of spicy cuisine. Serving Farm Steak with a price of USD 40 thousand per serving, Bisteca marinara worth USD 45 thousand per serving as well as other menu at Cafe Bambino, can be enjoyed around 15:00 until 22:00. The reason the food is not the main meal, but the food consumed outside mealtimes. (Soegeng - Sriwijaya Post)
See also:
Sushi
Soto
Let's Make Inari Sushi
One of the cheaper and more popular types of Sushi in the market nowadays is the Inari Sushi. It is made by stuffing Sushi rice, and even some vegetables into small pouches of deep fried bean curd or tofu, also more popularly known in its Japanese term as aburage. Instead of the usual Nori seaweed or soybean paper, aburage is used in this Sushi. Aburage can either be sold in packets or packaged in cans, and is widely distributed throughout most Japanese specialty stores or supermarkets. This type of Sushi is also called by some famous nicknames, like pocket-Sushi and brown-bag Sushi. But whatever the monikers may be, this type of Sushi is easy to make, less expensive, and tastes really good!
Following the simple procedures below can have you making your own Inari Sushi in no time.
Inari Sushi Rice Recipes
Ingredients:
4 deep fried tofu pieces, cut into half
2 cups prepared Sushi rice
3 tablespoons sugar
4 tablespoons soy sauce
3 tablespoons Mirin or sweet Japanese cooking Wine
1 and ¼ cup Dashi or fish stock
Salt
¼ cup shredded carrots (par-boiled)
1 teaspoon sesame seeds (toasted) optional
Pickled ginger (for garnish)
Steps :
1. Since the tofu is deep-fried, it is necessary to get rid of the excess oils. Do this by soaking them in boiling water. Cool for a while, and then cut them into half. This makes 8 tofu pouches in all.
2. Combine soy sauce, sugar, dashi and mirin in a small pan. Bring to a boil over slow to medium heat. Add the tofu pockets to the boiling sauce. Let it simmer for about 15-20 minutes, over slow heat, and completely covered. After 20 minutes, turn off heat, and drain the tofu. Squeeze them dry and set aside.
3. Combine Sushi rice, carrots, and the toasted sesame seeds.
4. Stuff the rice mixture into the cut tofu, carefully folding over the ends to secure it.
5. Arrange in a plate and garnish with the pickled ginger.
This recipe yields 8 servings of Inari Sushi
Some useful tips:
• Some canned tofu are seasoned and already cut into serving pouches. Therefore, you can do away with the simmering in soy-sauce and mirin mixture. However, boiling the tofu in the sauce is most ideal, as it will ensure more flavor.
• Mirin is a kind of Japanese cooking wine, sort of a sweeter version of the usual sake. The mixture in making this Wine usually consists of steamed mochigome rice, shochu (Japanese liquor), and komekoji (rice yeast). These are then fermented to make mirin. There are actually two types of mirin available in the market. Hon mirin contains 14 percent alcohol. Shin mirin has less than 1 percent alcohol, and is therefore more ideal for cooking. Shin Mirin is often bottled and has a yellow gold color. Mirin is also used to prepare seasoning for Sushi rice.
• Aburage is often confused with Atsuage. While both are soybean products, and are deep fried, aburage is of the thinner variety. Atsuage is also triangular in shape, thick, and ideal for simmered soups, added in stir fries, or served with soy sauce. Aburage is often shaped into squares and rectangles. This makes the aburage perfect when stuffed with Sushi rice and made into Inari Sushi.
• Dashi or fish stock is relatively easy to make. A cup of Katsuobushi or dried fish flakes can be combined with 2-3 cups of water, and then boiled over low heat. Then the fish flakes can be strained to retain the fish stock. (Greg Rush - Articlebase)
See also :
Wine
Steak
Following the simple procedures below can have you making your own Inari Sushi in no time.
Inari Sushi Rice Recipes
Ingredients:
4 deep fried tofu pieces, cut into half
2 cups prepared Sushi rice
3 tablespoons sugar
4 tablespoons soy sauce
3 tablespoons Mirin or sweet Japanese cooking Wine
1 and ¼ cup Dashi or fish stock
Salt
¼ cup shredded carrots (par-boiled)
1 teaspoon sesame seeds (toasted) optional
Pickled ginger (for garnish)
Steps :
1. Since the tofu is deep-fried, it is necessary to get rid of the excess oils. Do this by soaking them in boiling water. Cool for a while, and then cut them into half. This makes 8 tofu pouches in all.
2. Combine soy sauce, sugar, dashi and mirin in a small pan. Bring to a boil over slow to medium heat. Add the tofu pockets to the boiling sauce. Let it simmer for about 15-20 minutes, over slow heat, and completely covered. After 20 minutes, turn off heat, and drain the tofu. Squeeze them dry and set aside.
3. Combine Sushi rice, carrots, and the toasted sesame seeds.
4. Stuff the rice mixture into the cut tofu, carefully folding over the ends to secure it.
5. Arrange in a plate and garnish with the pickled ginger.
This recipe yields 8 servings of Inari Sushi
Some useful tips:
• Some canned tofu are seasoned and already cut into serving pouches. Therefore, you can do away with the simmering in soy-sauce and mirin mixture. However, boiling the tofu in the sauce is most ideal, as it will ensure more flavor.
• Mirin is a kind of Japanese cooking wine, sort of a sweeter version of the usual sake. The mixture in making this Wine usually consists of steamed mochigome rice, shochu (Japanese liquor), and komekoji (rice yeast). These are then fermented to make mirin. There are actually two types of mirin available in the market. Hon mirin contains 14 percent alcohol. Shin mirin has less than 1 percent alcohol, and is therefore more ideal for cooking. Shin Mirin is often bottled and has a yellow gold color. Mirin is also used to prepare seasoning for Sushi rice.
• Aburage is often confused with Atsuage. While both are soybean products, and are deep fried, aburage is of the thinner variety. Atsuage is also triangular in shape, thick, and ideal for simmered soups, added in stir fries, or served with soy sauce. Aburage is often shaped into squares and rectangles. This makes the aburage perfect when stuffed with Sushi rice and made into Inari Sushi.
• Dashi or fish stock is relatively easy to make. A cup of Katsuobushi or dried fish flakes can be combined with 2-3 cups of water, and then boiled over low heat. Then the fish flakes can be strained to retain the fish stock. (Greg Rush - Articlebase)
See also :
Wine
Steak
Senin, 08 November 2010
Sejarahnya Ice cream Kerucut
Ice cream kerucut / cone sepertinya akan memperlakukan sederhana dan unpolitical, namun asal itu adalah diperebutkan. Kisah rakyat yang paling disukai tentang penemuan kerucut Ice cream berlangsung di World's Fair 1904 yang diselenggarakan di St Louis, Missouri. Dua penjual makanan memiliki kios di samping satu sama lain. Arnold Fornachou membuat dan menjual Ice cream. tetangga-Nya, Ernest A. Hamwi, telah datang ke Amerika Serikat dari Damaskus, Suriah. Hamwi membuat wafer manis (seperti cookie hari ini wafer seperti) bahwa Syria sebut "zalabias." Hamwi memasak wafer pada besi wafel dipanaskan di atas api batu bara, dilapisi dengan gula, dan menggulung wafer saat mereka masih panas sehingga mereka mudah untuk makan dan membawa. Ketika Fornachou kehabisan piring untuk menahan nya Ice cream, wafer Hamwi menggulung ke dalam bentuk kerucut bukan tabung, dan tuan-tuan menduduki puncak wafer dengan sekop Ice cream Fornachou's. Zalabias menjadi "World's Fair Cornucopias," dan konsep kerucut lahir.
Dengan lebih dari 50 vendor Ice cream di Fair, Hamwi segera melakukan bisnis tanah-kantor. Dia memulai perusahaan kerucut sendiri setelah Fair disebut tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan, namun lelah bisnis dan mulai bekerja untuk kompetisi, menggoda's tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan di St Louis. Nama tumpah ruah atau wafel diganti dengan kata kerucut pada tahun 1906. Sementara itu, Hamwi dipromosikan kerucut di pameran di seluruh Amerika Serikat. Kembali ke usaha sendiri pada tahun 1910, Hamwi memulai Missouri Cone Perusahaan St Louis. Dia meninggal pada tahun 1943 setelah mengumpulkan banyak uang didirikan pada kerucut Ice cream.
Sebuah lawan kedua, David Avayou juga mengklaim menjadi pencipta kerucut itu. Avayou memiliki sebuah toko Ice cream di New Jersey di mana ia membuat kedua Ice cream dan kerucut. Dia mengambil barang dagangannya ke St Louis World's Fair dan mengklaim telah menjual mereka di sana ketika Fornachou dan Hamwi tersandung pada produk bersama mereka.
Masih kontestan ketiga adalah Abe Doumar, seorang imigran yang telah pindah bersama keluarganya dari 12 saudara dan saudari dari Libanon ke St Louis. mengobati favorit Doumar dari tanah airnya adalah roti pita digulung menjadi bentuk kerucut dan diisi dengan selai buah. Dia mendekati yang lain pembuat zalabia Fair dan menyarankan menerapkan konsep yang sama dengan rolling wafel dan mengisinya dengan Ice cream. Doumar kemudian berkembang berbagai mesin wafel, pindah ke New York, dan dijual kerucut Ice cream di Coney Island. Pada tahun 1930-an, Doumar memiliki sejumlah restoran di sepanjang Pantai Timur, tren baru untuk "fast food" yang tumbuh dengan popularitas mobil hampir membuatnya keluar dari bisnis sampai ia mendapatkan ide untuk membuat kerucut wafel di jendela depan restoran nya. Proses baking dan gadis-gadis di jendela rolling dimasak wafel ke dalam kerucut menjadi atraksi yang menyelamatkan restoran.
Menentang cerita-cerita menarik adalah fakta solid. Pada tahun 1903 (tahun sebelum World's Fair), Italo Marchiony mendapat paten untuk "komet kue," yang dikembangkan untuk memegang barang-barang dingin nya. Marchiony adalah seorang imigran Italia yang tinggal di New York City. produk nya es lemon bahwa ia meraup ke gelas kecil dan dijual kepada pelanggan di sepanjang Wall Street. Setelah mengkonsumsi es, pelanggan kembali gelas, dan itu dicuci dan digunakan lagi. Kerusakan dan tugas terus-menerus frustrasi Marchiony mencuci piring, ia digantikan kerucut kertas, tetapi ini (dan konsumen mengotori) membuat masalah berantakan. Pada awal 1896, Marchiony menciptakan alternatif sepenuhnya habis. Pada tahun 1903, ia membuat mesin yang menciptakan kerucut seperti kerucut gula dikenal saat ini. Mesin menyerupai besi wafel panjang dengan ruang untuk memasak 10 kerucut. Kemudian, Marchiony membuka sebuah pabrik kerucut di Hoboken, New Jersey. Dia juga dikreditkan dengan bangunan sandwich Ice cream pertama dengan dua kotak omongan.
Selain paten dari pemerintah Amerika Serikat sebagai bukti, Marchiony memiliki sejarah dan sentimen di pihaknya. Usahanya penjualan es lemon dalam gelas sekop merupakan bagian dari tradisi di Italia dating kembali ke awal 1800-an. Men Penny-Ice menjadi umum di seluruh Eropa dari sekitar 1820-1860, sebagai revolusi dan masa sulit ekonomi melaju imigrasi. Bagian dari gelombang ini terdiri dari Italia yang meninggalkan tanah air mereka untuk kota-kota besar di Eropa. Mereka mendorong gerobak melalui jalan-jalan awal sedini 07:00 selama musim panas dan dijual es rasa duduk di gelas-gelas kaca kecil. piala Sebuah biaya satu sen, orang-orang mengkonsumsi es, dan piala itu dikembalikan ke vendor. Di Italia, Penny-Ice Men berteriak, "Ecco un poco, un poco che" (Berikut adalah sedikit untuk jadi sedikit [uang]), dan menangis ini menjadi terdistorsi oleh non-Italia ke hokeypokey kata. Di New York dan kota-kota Amerika lainnya-di mana adat sudah migrasi dengan pertengahan 1800-an-Men Penny-Ice yang dikenal sebagai Hokeypokey Pria. perdagangan mereka dan menggunakan mereka dari gelas-gelas kaca kecil adalah link langsung untuk pengembangan kerucut Ice cream.
Setelah World's Fair, kerucut membuat mesin secara teratur dijual di katalog seharga $ 8.50. Masing-masing vendor mampu membeli ini, sehingga jalan penjual Ice cream sekarang disertai dengan kerucut tumbuh sangat subur. Pada tahun 1912, Frederick Bruckman merancang mesin yang digulung kerucut panas dari wafel ironautomatically; 245 juta kerucut Ice cream yang dijual pada tahun 1924 saja. (Gillian S. Holmes - madehow)
Lihat juga:
Sushi
Steak
Dengan lebih dari 50 vendor Ice cream di Fair, Hamwi segera melakukan bisnis tanah-kantor. Dia memulai perusahaan kerucut sendiri setelah Fair disebut tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan, namun lelah bisnis dan mulai bekerja untuk kompetisi, menggoda's tumpah ruah Waffle Oven Perusahaan di St Louis. Nama tumpah ruah atau wafel diganti dengan kata kerucut pada tahun 1906. Sementara itu, Hamwi dipromosikan kerucut di pameran di seluruh Amerika Serikat. Kembali ke usaha sendiri pada tahun 1910, Hamwi memulai Missouri Cone Perusahaan St Louis. Dia meninggal pada tahun 1943 setelah mengumpulkan banyak uang didirikan pada kerucut Ice cream.
Sebuah lawan kedua, David Avayou juga mengklaim menjadi pencipta kerucut itu. Avayou memiliki sebuah toko Ice cream di New Jersey di mana ia membuat kedua Ice cream dan kerucut. Dia mengambil barang dagangannya ke St Louis World's Fair dan mengklaim telah menjual mereka di sana ketika Fornachou dan Hamwi tersandung pada produk bersama mereka.
Masih kontestan ketiga adalah Abe Doumar, seorang imigran yang telah pindah bersama keluarganya dari 12 saudara dan saudari dari Libanon ke St Louis. mengobati favorit Doumar dari tanah airnya adalah roti pita digulung menjadi bentuk kerucut dan diisi dengan selai buah. Dia mendekati yang lain pembuat zalabia Fair dan menyarankan menerapkan konsep yang sama dengan rolling wafel dan mengisinya dengan Ice cream. Doumar kemudian berkembang berbagai mesin wafel, pindah ke New York, dan dijual kerucut Ice cream di Coney Island. Pada tahun 1930-an, Doumar memiliki sejumlah restoran di sepanjang Pantai Timur, tren baru untuk "fast food" yang tumbuh dengan popularitas mobil hampir membuatnya keluar dari bisnis sampai ia mendapatkan ide untuk membuat kerucut wafel di jendela depan restoran nya. Proses baking dan gadis-gadis di jendela rolling dimasak wafel ke dalam kerucut menjadi atraksi yang menyelamatkan restoran.
Menentang cerita-cerita menarik adalah fakta solid. Pada tahun 1903 (tahun sebelum World's Fair), Italo Marchiony mendapat paten untuk "komet kue," yang dikembangkan untuk memegang barang-barang dingin nya. Marchiony adalah seorang imigran Italia yang tinggal di New York City. produk nya es lemon bahwa ia meraup ke gelas kecil dan dijual kepada pelanggan di sepanjang Wall Street. Setelah mengkonsumsi es, pelanggan kembali gelas, dan itu dicuci dan digunakan lagi. Kerusakan dan tugas terus-menerus frustrasi Marchiony mencuci piring, ia digantikan kerucut kertas, tetapi ini (dan konsumen mengotori) membuat masalah berantakan. Pada awal 1896, Marchiony menciptakan alternatif sepenuhnya habis. Pada tahun 1903, ia membuat mesin yang menciptakan kerucut seperti kerucut gula dikenal saat ini. Mesin menyerupai besi wafel panjang dengan ruang untuk memasak 10 kerucut. Kemudian, Marchiony membuka sebuah pabrik kerucut di Hoboken, New Jersey. Dia juga dikreditkan dengan bangunan sandwich Ice cream pertama dengan dua kotak omongan.
Selain paten dari pemerintah Amerika Serikat sebagai bukti, Marchiony memiliki sejarah dan sentimen di pihaknya. Usahanya penjualan es lemon dalam gelas sekop merupakan bagian dari tradisi di Italia dating kembali ke awal 1800-an. Men Penny-Ice menjadi umum di seluruh Eropa dari sekitar 1820-1860, sebagai revolusi dan masa sulit ekonomi melaju imigrasi. Bagian dari gelombang ini terdiri dari Italia yang meninggalkan tanah air mereka untuk kota-kota besar di Eropa. Mereka mendorong gerobak melalui jalan-jalan awal sedini 07:00 selama musim panas dan dijual es rasa duduk di gelas-gelas kaca kecil. piala Sebuah biaya satu sen, orang-orang mengkonsumsi es, dan piala itu dikembalikan ke vendor. Di Italia, Penny-Ice Men berteriak, "Ecco un poco, un poco che" (Berikut adalah sedikit untuk jadi sedikit [uang]), dan menangis ini menjadi terdistorsi oleh non-Italia ke hokeypokey kata. Di New York dan kota-kota Amerika lainnya-di mana adat sudah migrasi dengan pertengahan 1800-an-Men Penny-Ice yang dikenal sebagai Hokeypokey Pria. perdagangan mereka dan menggunakan mereka dari gelas-gelas kaca kecil adalah link langsung untuk pengembangan kerucut Ice cream.
Setelah World's Fair, kerucut membuat mesin secara teratur dijual di katalog seharga $ 8.50. Masing-masing vendor mampu membeli ini, sehingga jalan penjual Ice cream sekarang disertai dengan kerucut tumbuh sangat subur. Pada tahun 1912, Frederick Bruckman merancang mesin yang digulung kerucut panas dari wafel ironautomatically; 245 juta kerucut Ice cream yang dijual pada tahun 1924 saja. (Gillian S. Holmes - madehow)
Lihat juga:
Sushi
Steak
Minggu, 07 November 2010
Sushi at Naga Sushi
Naga Sushi offers a fun way to enjoy sushi in the area of open water. Its location in the prestigious Kemang Food Festival, so this restaurant is never empty of visitors.
Who does not know the area of Kemang Food Festival (KFF)? This place is arguably a kind of food court occupying 3500 square meters and located in an area of open water. Lined restaurants and cafes around the dozens of wood dining room table at once became the center of this place. Dragon Sushi is one of the restaurants that are in KFF. Established on March 7, 2009, this restaurant immediately got the attention of visitors.
Design interior is thick with a blend of modern nuances of Oriental forward red and black colors. The restaurant is filled with comfortable sofas and chairs that bring visitors to feel at home atmosphere. Open kitchen concept that offers the advantages of Dragon Sushi. Therefore, visitors can freely view the direct processing of food, as well as ensuring cleanliness.
This place can accommodate about 50 people. "But visitors usually prefer to eat in the outdoors, so more ngeblend with the environment," said General Manager of the Dragon Sushi Sefri Miriandi.
Sefri said it purposely held up because the cuisine Japanese cuisine is famous for the Domestic Sakura freshness of the ingredients used as well as healthful. "Sushi is rich in protein and healthy," said Sefri. One of the favorites menu of this restaurant is Unang Godzilla. Sushi roll contains eel sea and high protein content are believed to increase libido. No wonder, according to Sefri, sushi popular among men. Because this restaurant takes the name of the dragon, sushi rolls are formed in such a manner resembling a dragon. Sushi rolls are prepared to follow the form of a dragon in order to attract attention. There is also a volcano that contain salmon, crab stick crab or sausage, tobikoi or salmon eggs, and house mayo. The name given to the sushi menu is somewhat unique. Not only the name, offered a sense of fusion sushi is also quite unique and delicious. Just look at the spiderman, sushi roll is pure crab meat, tempura added butter, and celery leaves. While Napoleon contain salmon, crab stick, and mayo. Interestingly to increase the delicacy of sushi, chef gives a little avocado in the sushi rolls.
Avocados are also added to philadelphia, sushi containing salmon, crab stick, and cream cheese and flirty. Want a little spicy, just order Dynamite. Crab stick and salmon in a crunchy fried rice rolls with chili sauce will add a delicious dinner. Meanwhile, rainbow roll contains salmon, tuna, salmon eggs, Kyuri or Japanese cucumber, celery, and omelette. If you add up, at least there are about 17 kinds of sushi roll options at this restaurant. (Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
See also:
Steak
Ice cream
Who does not know the area of Kemang Food Festival (KFF)? This place is arguably a kind of food court occupying 3500 square meters and located in an area of open water. Lined restaurants and cafes around the dozens of wood dining room table at once became the center of this place. Dragon Sushi is one of the restaurants that are in KFF. Established on March 7, 2009, this restaurant immediately got the attention of visitors.
Design interior is thick with a blend of modern nuances of Oriental forward red and black colors. The restaurant is filled with comfortable sofas and chairs that bring visitors to feel at home atmosphere. Open kitchen concept that offers the advantages of Dragon Sushi. Therefore, visitors can freely view the direct processing of food, as well as ensuring cleanliness.
This place can accommodate about 50 people. "But visitors usually prefer to eat in the outdoors, so more ngeblend with the environment," said General Manager of the Dragon Sushi Sefri Miriandi.
Sefri said it purposely held up because the cuisine Japanese cuisine is famous for the Domestic Sakura freshness of the ingredients used as well as healthful. "Sushi is rich in protein and healthy," said Sefri. One of the favorites menu of this restaurant is Unang Godzilla. Sushi roll contains eel sea and high protein content are believed to increase libido. No wonder, according to Sefri, sushi popular among men. Because this restaurant takes the name of the dragon, sushi rolls are formed in such a manner resembling a dragon. Sushi rolls are prepared to follow the form of a dragon in order to attract attention. There is also a volcano that contain salmon, crab stick crab or sausage, tobikoi or salmon eggs, and house mayo. The name given to the sushi menu is somewhat unique. Not only the name, offered a sense of fusion sushi is also quite unique and delicious. Just look at the spiderman, sushi roll is pure crab meat, tempura added butter, and celery leaves. While Napoleon contain salmon, crab stick, and mayo. Interestingly to increase the delicacy of sushi, chef gives a little avocado in the sushi rolls.
Avocados are also added to philadelphia, sushi containing salmon, crab stick, and cream cheese and flirty. Want a little spicy, just order Dynamite. Crab stick and salmon in a crunchy fried rice rolls with chili sauce will add a delicious dinner. Meanwhile, rainbow roll contains salmon, tuna, salmon eggs, Kyuri or Japanese cucumber, celery, and omelette. If you add up, at least there are about 17 kinds of sushi roll options at this restaurant. (Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
See also:
Steak
Ice cream
Jumat, 05 November 2010
Eat Sate Coconut
Ever eat Sate Coconut? Enjoyment eat Sate will increasingly spread peanut sauce with a tasty and not too spicy. Asih said Sate seasoning is not spicy was deliberately formulated at the request of many consumers. "Chili we include on the edge of spice, but if there are customers who like the taste spicy, we make a spicy chili pol with an additional 25, even more," he said.
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Rabu, 03 November 2010
Kansai and Edo's Sushi
Japan is a country consisting of several islands surrounded by seas rich in plankton because of a meeting between hot and cold currents flow. Japanese waters rich in marine products. The topography is a mountain that has been established for agricultural land. Japan always take food from agricultural and marine. The art of cooking emphasizing what nature provides. Sushi, which is a combination of raw fish and seasoned rice, a food is exotic to foreigners, is the daily food Japanese population.
Sushi began centuries ago as a method of preserving fish. It is estimated that sushi originated from Southeast Asian countries. Raw fish that has been cleaned on-press between layers of salt that the overlap with the stone. After several weeks and through the fermentation process, fish and rice can be eaten.
In the 18th century, chef named Yoke popularizing rice seasoned with vinegar, salt, and sugar, then menghidangkannya with other mixtures such as sliced raw fish.
There are two types of sushi that developed at that time based on the shape, Kansai and Edo (now the Osaka and Tokyo). Kansai region of sushi is sushi rice and other ingredients in the form of a decorative forms, while the Edo style is raw fish placed on top of sushi rice which is also known as nigiri sushi. (Sinar Harapan - Toar Christopher)
See also:
Burger King
Sour Sally
Sushi began centuries ago as a method of preserving fish. It is estimated that sushi originated from Southeast Asian countries. Raw fish that has been cleaned on-press between layers of salt that the overlap with the stone. After several weeks and through the fermentation process, fish and rice can be eaten.
In the 18th century, chef named Yoke popularizing rice seasoned with vinegar, salt, and sugar, then menghidangkannya with other mixtures such as sliced raw fish.
There are two types of sushi that developed at that time based on the shape, Kansai and Edo (now the Osaka and Tokyo). Kansai region of sushi is sushi rice and other ingredients in the form of a decorative forms, while the Edo style is raw fish placed on top of sushi rice which is also known as nigiri sushi. (Sinar Harapan - Toar Christopher)
See also:
Burger King
Sour Sally
Resep Sate Lilit Ikan Tenggiri
Banyak cara membuat Sate. selain ditusuk, bisa juga di lilit pada tusuk Sate. bahan dasar Sate lilit yaitu daging, seperti daging ikan, daging ayam, maupun daging sapi yang telah dicincang.
Bahan:
1. 250 gr daging tenggiri, haluskan.
2. 1/4 sdt air jeruk nipis
3. 25 gr jamur kancing kaleng, cincang kasar
4. 1 putih telur
5. 1 batang kecil daun bawang, iris halus
6. 2 siung bawang putih, gorreng dan haluskan
7. 2 buah cabe rawit merah, cincang kasar,
8. 1/2 sdt kecap ikan
9. 1/4 sdt garam
10. 1/4 sdt merica hitam bubuk
11. 1/4 sdt gula pasir
12. 1 sdt tepung sagu
13. lidi/sumpit untuk tangkai sate
Cara Membuat:
1. Campur daging tenggiri, air jeruk nipis, jamur kancing, putih telur, daun bawang, bawang putih, cabe rawit, kecap ikan, garam, merica hitam, dan gula pasir. uleni rata, masukkan tepung sagu, aduk rata.
2. ambil sedikit adonan, rekatkan pada tangkai lidi/sumpit, bentuk seperti pentul.
3. kukus 30 menit diatas api sedang sampai matang. angkat dan sisihkan.
4. pencelup: aduk rata tepung terigu, maizena, cabai bubuk, garam, dan air.
5. celup sate ke bahan pencelup, gulingkan ke tepung panir halus.
6. goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan, diatas api sedang sampai matang. (doyan-masak)
Lihat juga :
Steak
Sushi
Bahan:
1. 250 gr daging tenggiri, haluskan.
2. 1/4 sdt air jeruk nipis
3. 25 gr jamur kancing kaleng, cincang kasar
4. 1 putih telur
5. 1 batang kecil daun bawang, iris halus
6. 2 siung bawang putih, gorreng dan haluskan
7. 2 buah cabe rawit merah, cincang kasar,
8. 1/2 sdt kecap ikan
9. 1/4 sdt garam
10. 1/4 sdt merica hitam bubuk
11. 1/4 sdt gula pasir
12. 1 sdt tepung sagu
13. lidi/sumpit untuk tangkai sate
Cara Membuat:
1. Campur daging tenggiri, air jeruk nipis, jamur kancing, putih telur, daun bawang, bawang putih, cabe rawit, kecap ikan, garam, merica hitam, dan gula pasir. uleni rata, masukkan tepung sagu, aduk rata.
2. ambil sedikit adonan, rekatkan pada tangkai lidi/sumpit, bentuk seperti pentul.
3. kukus 30 menit diatas api sedang sampai matang. angkat dan sisihkan.
4. pencelup: aduk rata tepung terigu, maizena, cabai bubuk, garam, dan air.
5. celup sate ke bahan pencelup, gulingkan ke tepung panir halus.
6. goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan, diatas api sedang sampai matang. (doyan-masak)
Lihat juga :
Steak
Sushi
Langganan:
Postingan (Atom)